detikTravel mendapat kesempatan dari Kementeriann Pariwisata untuk berkunjung ke Toraja baru-baru ini. Selagi di Toraja, mampir ke desa adat Kete Kesu menjadi bucket list yang wajib dijelajahi.
Di Kete Kesu travele bisa belajar banyak soal adat dan budaya Toraja. Kalau mau lihat awal mula dan filsafah orang Toraja, traveler harus singgak di museumnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Museum ini tidak dibuka untuk umum. Karena tempat ini dikelola oleh keluarga atau perseorangan dengan hasil koleksi milik leluhur. Kalau mau berkunjung traveler musti membayar lagi sebagai tanda sumbangsih. Tak banyak, hanya seikhlasnya.
Begitu masuk ke dalam traveler akan melihat benda-benda peninggalan nenek moyang Toraja di semua sudut ruangan. Mulai dari Sarong Mamasan atau topi perempuan, bubu sampai boneka makam asli milik leluhur. Hiii....
Traveler bisa melihat dari dekat seperti apa boneka makam yang asli. Dibuat mirip dengan sang punya makam, mata boneka ini terlihat hidup.
Berdiri di depan boneka seperti sedang dilirik oleh mereka lho! Bulu Kuduk dijamin merinding.
Salah satu penjaga akan menjelaskan isi museum secara rinci. Keluarga pertama yang mendirikan tongkonan bermarga Pong Panimbo. Ia menjadi Raja dari Toraja untuk waktu yang lama.
"Ia menjadi raja selama 300 tahun," Ujarnya.
Ada lagi nih, ternyata bendera orang Toraja hampir sama dengan bendera Indonesia. Dibuat dengan warna merah dan putih, bendera Ba Te menjadi ciri dari orang Toraja. Bedanya bendera ini berukuran horisontal dan terbuat dari kayu.
Warna merah akan dikibarkan horisontal dan putih secara vertikal. Bendera Ba Te hanya akan dikibarkan ketika orang Toraja melaksanakan syukuran rumah tongkonan.
"Kalau yang ini bubu dan kampilong, kita pakai waktu berburu ikan di sawah," katanya.
Karena jauh dari laut maka orang Toraja menangkap ikan dari sawah. Selagi menangkap ikan, bubu yang dibawa juga bisa dijadikan sebagai musik.
"Bubu kalau dimainkan 10 orang jadi berirama," jelasnya.
Koleksi benda-benda makam juga bisa traveler ulik di sini. Mulai dari baju pemakaman sampai bonekanya.
Baju pemakamanan leluhur Toraja ternyata terbuat dari kain kayu. Ini merupakan baju yang terbaut dari kulit kayu. Traveler yang mau pegang boleh saja asalah hati-hati karena baju ini sudah sangat berumur.
Oiya, di sini traveler juga akan mendapat informasi tentang bendera pertama yang dikibarkan di Tana Toraja. Bendera merah putih pertama kali berkibar berkat seorang penjahit keturunan bangsawan bernama Indok Ta Dung.
Ia menjahit sendiri bendera merah putih dan kemudian ia kibarkan di Tana Toraja. Ini menjadi sejarah yang tak bisa dilupakan oleh masyarakat Toraja, menjadi bagian dari Indonesia.
(bnl/aff)












































Komentar Terbanyak
Koster Tepis Bali Sepi, Wisman Naik, Domestiknya Saja yang Turun
Tangis Istri Pelatih Valencia Pecah, Suasana Doa Bersama Jadi Penuh Haru
Sebelum Bikin Patung Macan Putih Gemoy, Seniman di Kediri Sempat Mimpi Aneh