Suvenir Cantik dari Raja Ampat, Tas Daun Pandan!
Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Suvenir Cantik dari Raja Ampat, Tas Daun Pandan!

Ahmad Masaul Khoiri - detikTravel
Rabu, 10 Mei 2017 18:30 WIB
Suvenir Cantik dari Raja Ampat, Tas Daun Pandan!
Tas daun pandan yang cantik untuk oleh-oleh (Masaul/detikTravel)
Waisai - Pergi plesir ke suatu tempat pasti mencari oleh-oleh khas. Jika datang ke Raja Ampat, jangan lupa beli suvenir tas daun pandan ya.

Dalam Festival Kuliner memperingati HUT XIV Raja Ampat dari tanggal 7-9 Mei 2017 kemarin ada beberapa stan yang menyediakan suvenir lokal. Salah satunya stan yang menjual tas hingga gelang berbahan dasar daun pandan.

Saat berbincang dengan detikTravel, penjualnya antara lain Mike Saweyae (50), Flora Dimara (58), dan Ehma (96). Mereka warga asli Raja Ampat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sehari-harinya, mereka bekerja di kebun maupun ladang. Selebihnya jika waktu senggang dan ada pesanan, mereka baru membuat tas maupun gelang dari daun pandan.

Pengrajin tas daun pandanPengrajin tas daun pandan Foto: Masaul/detikTravel
"Tas ini dibuat dari daun pandan yang dianyam. Ada dua lapis di tiap tasnya. Kalau satu lapis tipis dan cepat jebol tidak bisa angkat berat. Untuk memperkuatnya memakai tulang bambu yang dilapis daun pandan juga," kata Mike.

Selain tas daun pandan, mereka juga ahli dalam pembuatan tas noken, tas kulit kayu dari Kepulauan Papua. Namun, beda dalam pemakaian dengan daerah Papua lainnya, noken di Raja Ampat dipakai di bahu, tidak di kepala.

"Biasanya pembuatan noken maupun tas anyaman daun pandan dikerjakan selama satu hari. Tapi itu belum termasuk proses penebangan pohon dan mengulitinya, hanya proses pengayaman," sambung Flora.

Tas pandan  yang dibuat oleh mama-mamaTas pandan yang dibuat oleh mama-mama Foto: Masaul/detikTravel
Ada beberapa jenis tas daun pandan. Pertama adalah Kapoen atas tas serbaguna yang besar. Kedua, kabiren yakni kotak daun pandan yang berguna untuk wadah sirih, pinang, dan rokok. Ada pula kokoya yakni tirai daun pandan dan bayai tempang untuk tempat sagu.

Untuk pewarnaan, mereka yang membuatnya sendiri dari tanaman pekarangan. Warna kuning dihasilkan dari kunyit, biru dan merah dari akar-akaran.

Cara mengayam tas daun pandanCara mengayam tas daun pandan Foto: Masaul/detikTravel
Mereka mengakui tas pandan yang dijualnya terbilang mahal karena menunggu orderan saja. Selain, sisi ongkos perjalanan ke kota yang mahal jadi penyebab lainnya.

"Biasanya yang pesan ibu-ibu pejabat. Kalau harga tas yang sedang Rp 200 ribuan dan yang kecil-kecil Rp 150 ribu," pungkas Ehma.

tas ini hanya dibuat ketika dipesantas ini hanya dibuat ketika dipesan Foto: Masaul/detikTravel
(bnl/fay)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads