Dalam Festival Kuliner memperingati HUT XIV Raja Ampat dari tanggal 7-9 Mei 2017 kemarin ada beberapa stan yang menyediakan suvenir lokal. Salah satunya stan yang menjual tas hingga gelang berbahan dasar daun pandan.
Saat berbincang dengan detikTravel, penjualnya antara lain Mike Saweyae (50), Flora Dimara (58), dan Ehma (96). Mereka warga asli Raja Ampat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pengrajin tas daun pandan Foto: Masaul/detikTravel |
Selain tas daun pandan, mereka juga ahli dalam pembuatan tas noken, tas kulit kayu dari Kepulauan Papua. Namun, beda dalam pemakaian dengan daerah Papua lainnya, noken di Raja Ampat dipakai di bahu, tidak di kepala.
"Biasanya pembuatan noken maupun tas anyaman daun pandan dikerjakan selama satu hari. Tapi itu belum termasuk proses penebangan pohon dan mengulitinya, hanya proses pengayaman," sambung Flora.
Tas pandan yang dibuat oleh mama-mama Foto: Masaul/detikTravel |
Untuk pewarnaan, mereka yang membuatnya sendiri dari tanaman pekarangan. Warna kuning dihasilkan dari kunyit, biru dan merah dari akar-akaran.
Cara mengayam tas daun pandan Foto: Masaul/detikTravel |
"Biasanya yang pesan ibu-ibu pejabat. Kalau harga tas yang sedang Rp 200 ribuan dan yang kecil-kecil Rp 150 ribu," pungkas Ehma.
tas ini hanya dibuat ketika dipesan Foto: Masaul/detikTravel |












































Pengrajin tas daun pandan Foto: Masaul/detikTravel
Tas pandan yang dibuat oleh mama-mama Foto: Masaul/detikTravel
Cara mengayam tas daun pandan Foto: Masaul/detikTravel
tas ini hanya dibuat ketika dipesan Foto: Masaul/detikTravel
Komentar Terbanyak
Koster: Wisatawan Domestik ke Bali Turun gegara Penerbangan Sedikit
Ditonjok Preman Pantai Santolo, Emak-emak di Garut Babak Belur
Koster Akui Jumlah Wisatawan Domestik ke Bali Turun di Libur Nataru