Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Sabtu, 20 Mei 2017 09:35 WIB

DOMESTIC DESTINATIONS

Memaknai Budi Utomo dan Persatuan di Museum Kebangkitan Nasional

Syanti Mustika
Redaksi Travel
Ruangan asrama pelajar Stovia di Museum Kebangkitan Nasional (Syanti/detikTravel)
Ruangan asrama pelajar Stovia di Museum Kebangkitan Nasional (Syanti/detikTravel)
Jakarta - Bangsa Indonesia memaknai 20 Mei sebagai Hari Kebangkitan Nasional. Mumpung hari Sabtu nih, ayo kita maknai kebangkitan nasional dengan mampir ke museumnya.

Kemerdekaan Indonesia tidak didapatkan secara cuma-cuma. Terdapat pemikiran dan perjuangan dari pemuda-pemuda cerdas yang sadar akan persatuan.

Budi Utomo merupakan organisasi pemuda yang mengawali dan berpengaruh pada kemerdakaan Indonesia. Budi Utomo didirikan oleh Dr Sutomo dan delapan mahasiswa STOVIA pada tanggal 20 Mei 1908. Di dalam ruangan yang biasanya digunakan untuk praktek bedah, melalui prakasa dari Dr Wahidin Sudiruhosodo, maka terbentuklah organisasi pemuda ini.

Bagaimana suasana dan awal terbentuknya organisasi pemuda Budi Utomo? Bisa traveler lihat di Museum Kebangkitan Nasional yang berada di Jalan Abdul Rahman Saleh No.26 Jakarta

Museum Kebangkitan Nasional merupakan museum sejarah yang menyajikan informasi dan koleksi benda-benda bersejarah yang berkaitan dengan sejarah kebangkitan Nasional.

Adapun pameran sejarah kebangkitan nasional dimulai dari masa Hindia Belanda, sejarah pendidikan, dan organisasi-organisasi pada masa kebangkitan nasional. Dan di museum ini juga terdapat sejarah kedokteran di Indonesia dimulai dari masa pengobatan secara tradisional sampai modern.

Bangunan museum sekarang merupakan bekas gedung School tot Opleiding van Inlandsche Artsen (STOVIA), yaitu sekolah kedokteran pertama di Indonesia yang didirikan pemerintah Belanda.

Dulunya museum merupakan bekas asrama (Syanti/detikTravel)Dulunya museum merupakan bekas asrama (Syanti/detikTravel)

Di sinilah para pemuda dari berbagai daerah berkumpul dan diseleksi dengan ketat. Karena STOVIA adalah sekolah modern pertama di Tanah Air dengan sistem pendidikanya setara dengan pendidikan di Eropa.

STOVIA memiliki sistem boarding school, dimana pelajar diharuskan tinggal di asrama yang menerapkan disiplin yang ketat di bawah pengawasan pengurus asrama.

Kehidupan asrama yang penuh suka duka, adanya perbedaan suku, agama dan budaya membuat pelajar STOVIA sadar akan persamaan nasib sebagai satu bangsa, maka lahirlah pemikiran untuk bersatu secara keseluruhan.

Di dalam museum traveler bisa melihat ruangan yang dulunya adalah asrama, di dalamnya terdapat beberapa tempat tidur dan lemari yang digunakan pelajar Stovia dulunya.

"Di ruangan inilah para pelajar dari berbagai daerah diinapkan. Dan ruangan ini juga dulunya digunakan untuk tawanan perang," jelas Houzen, edukator Museum Kebangkitan Nasional kepada detikTravel, Jumat (19/5/2017).

Jika berkeliling di museum, traveler bisa melihat ruang pamer yang disusun secara tematik, di antaranya ruang politik etis. Di sini traveler bisa melihat bagaimana info dan kepentingan Belanda pada masa dahulu.

Ruang peraga sekolah Kartini (Syanti/detikTravel)Ruang peraga sekolah Kartini (Syanti/detikTravel)

Di ruang peragaan sekolah Kartini, terdapat diorama Kartini mengajar anak-anak. Juga ada ruang kelas STOVIA, ruang sejarah pergerakan Nasional, ruang dosen STOVIA, ruang memorial Budi Utomo, laboratorium dan asrama STOVIA.

"Kami berupaya untuk membuat suasana museum ini memang mirip dengan suasana di masa STOVIA dahulunya. Dan ada beberapa yang masih kami kembangkan. jadi melalui diorama dan penjelasan di dinding kami berharap pengunjung bisa merasakan bagaimana awal mula kebangkitan nasional dahulunya" ujar Houzin.

Cara ke sana:

Bagi traveler yang ingin menggunakan busway, nanti turun saja di Halte Kwitang (Harmony- Pulo Gadung). Bagi yang menggunakan KRL Commuter Line turun saja di Stasiun Pasar Senen, kemudian berjalan ke arah Jalan Kwini. (rdy/rdy)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
Load Komentar ...
NEWS FEED

Foto: Minum Darah Banteng yang Ngeri

Senin, 21 Agu 2017 18:30 WIB

Tradisi merupakan hal yang dilakukan turun menurun dan kerap kali menantang. DI pedalaman Kenya, seorang pria muda haruslah menikam dan minum darah banteng.