Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 16 Jun 2017 08:55 WIB

DOMESTIC DESTINATIONS

Mudik ke Solo, Merawat Kenangan di Pasar Triwindu

Wahyu Setyo Widodo
Redaksi Travel
Suasana Pasar Triwindu di Solo (Wahyu/detikTravel)
Suasana Pasar Triwindu di Solo (Wahyu/detikTravel)
Surakarta - Mudik Lebaran adalah momen mengenang kehidupan di masa silam. Untuk merawat kenangan akan masa lalu, kamu bisa mampir ke Pasar Triwindu yang ada di Kota Solo.

Di pasar berlantai 2 ini, ada banyak barang yang akan mengingatkan kita tentang masa-masa yang sudah terlewat. Sebut saja barangnya apa, niscaya di Pasar Triwindu ada, dan kamu bisa mencarinya.

Dari mulai setrika arang, mesin jahit Singer, gramofon, sepeda onthel, serta ratusan benda antik lainnya bisa dicari di Pasar Triwindu. Benda-benda tadi tentunya akan memantik nostalgia tersendiri bagi yang pernah mengalami masa-masa jauh sebelum dunia gadget merajai seperti sekarang.

detikTravel berkunjung ke Pasar Triwindu beberapa waktu yang lalu saat libur panjang tiba. Pasar Triwindu memang jadi salah satu spot Pesona Jawa Tengah dari Kementerian Pariwisata yang diincar oleh detikTravel untuk dikunjungi di Solo.

Barang-barang jadul yang dijual di Pasar Triwindu (Wahyu/detikTravel)Barang-barang jadul yang dijual di Pasar Triwindu (Wahyu/detikTravel)
Pasar Triwindu terletak di di Jalan Diponegoro, kawasan Ngarsopura, tak jauh dari Pura Mangkunegara. Letaknya sangat strategis dan mudah untuk ditemukan traveler.

Kesan antik dan jadul langsung terasa begitu menginjakkan kaki di pasar yang sudah berdiri sejak tahun 1939 ini. Betapa tidak, di setiap kios pedagang rata-rata memajang barang-barang antik yang usianya bahkan jauh lebih tua dari usia saya.

Nuansa etnik Jawa juga kental terasa lewat pajangan-pajangan berupa wayang, lukisan, hingga tulisan yang menggunakan aksara Jawa. Belum lagi ukiran-ukiran kayu yang menyuguhkan ketelitian tingkat tinggi dan keluhuran budaya Jawa.

Nuansa etnik Jawa langsung terasa di Pasar Triwindu (Wahyu/detikTravel)Nuansa etnik Jawa langsung terasa di Pasar Triwindu (Wahyu/detikTravel)
Berjalan menyusuri lorong-lorong Triwindu, saya seperti dibawa ke masa lalu naik mesin waktu. Saat saya masih kecil dan bermain cangkir seng bermotif 'blirik' berwarna hijau yang masih ada seduhan tehnya. Memori saya juga langsung terpanggil lagi begitu melihat mainan truk yang terbuat dari kayu.

"Ah, saya kan dulu juga pernah main ini!" gumam saya.

BACA JUGA: Relief Erotis di Candi Sukuh, Apa Maknanya?

Rasanya tak habis-habis flashback setiap kali melihat benda antik di Pasar Triwindu. Sang pedagang seperti sudah membaca gelagat dan raut muka saya. Dengan tersenyum dia menyapa lalu mengajak saya bicara.

"Cari apa mas? Monggo kalau mau lihat-lihat dulu," ujar salah seorang pedagang.

Saya hanya membalas dengan senyum, karena saat itu memang sedang tidak ingin berbelanja.

Lorong-lorong di Pasar Triwindu (Wahyu/detikTravel)Lorong-lorong di Pasar Triwindu (Wahyu/detikTravel)
Soal harga, tentunya bervariasi tergantung jenis barangnya seperti apa. Usia barang dan tingkat kelangkaan jadi faktor lain yang menentukan harga. Semakin tua dan langka suatu barang, harganya semakin mahal. Rentang harganya mulai dari puluhan ribu sampai jutaan rupiah juga ada.

BACA JUGA: Batik, Denyut Nadi Kehidupan di Kampung Laweyan Solo

Namun tak semua barang di Pasar Triwindu merupakan barang antik. Ada juga barang-barang baru yang sengaja dibikin dengan kesan jadul, sehingga tampak seperti barang lawas, padahal bukan. Sepertinya traveler perlu cermat soal ini, dan bertanya ke sang penjual.

Ada yang menjual per-per mesin jadul (Wahyu/detikTravel)Ada yang menjual per-per mesin jadul (Wahyu/detikTravel)
Sang pedagang tentunya akan dengan senang hati menceritakan sejarah dan asal usul si barang kepada traveler. Barang-barang ini nantinya akan menjadi hiasan yang akan mempercantik rumah traveler.

Traveler bisa mampir ke Pasar Triwindu ini bila sedang kebetulan pulang ke Solo. Berkunjung ke Pasar Triwindu akan membangkitkan kenangan tersendiri tentang masa lalu traveler. Patut dicoba! (bnl/fay)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
Load Komentar ...
NEWS FEED