Di pasar berlantai 2 ini, ada banyak barang yang akan mengingatkan kita tentang masa-masa yang sudah terlewat. Sebut saja barangnya apa, niscaya di Pasar Triwindu ada, dan kamu bisa mencarinya.
Dari mulai setrika arang, mesin jahit Singer, gramofon, sepeda onthel, serta ratusan benda antik lainnya bisa dicari di Pasar Triwindu. Benda-benda tadi tentunya akan memantik nostalgia tersendiri bagi yang pernah mengalami masa-masa jauh sebelum dunia gadget merajai seperti sekarang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
|
Kesan antik dan jadul langsung terasa begitu menginjakkan kaki di pasar yang sudah berdiri sejak tahun 1939 ini. Betapa tidak, di setiap kios pedagang rata-rata memajang barang-barang antik yang usianya bahkan jauh lebih tua dari usia saya.
Nuansa etnik Jawa juga kental terasa lewat pajangan-pajangan berupa wayang, lukisan, hingga tulisan yang menggunakan aksara Jawa. Belum lagi ukiran-ukiran kayu yang menyuguhkan ketelitian tingkat tinggi dan keluhuran budaya Jawa.
|
"Ah, saya kan dulu juga pernah main ini!" gumam saya.
BACA JUGA: Relief Erotis di Candi Sukuh, Apa Maknanya?
Rasanya tak habis-habis flashback setiap kali melihat benda antik di Pasar Triwindu. Sang pedagang seperti sudah membaca gelagat dan raut muka saya. Dengan tersenyum dia menyapa lalu mengajak saya bicara.
"Cari apa mas? Monggo kalau mau lihat-lihat dulu," ujar salah seorang pedagang.
Saya hanya membalas dengan senyum, karena saat itu memang sedang tidak ingin berbelanja.
|
BACA JUGA: Batik, Denyut Nadi Kehidupan di Kampung Laweyan Solo
Namun tak semua barang di Pasar Triwindu merupakan barang antik. Ada juga barang-barang baru yang sengaja dibikin dengan kesan jadul, sehingga tampak seperti barang lawas, padahal bukan. Sepertinya traveler perlu cermat soal ini, dan bertanya ke sang penjual.
Ada yang menjual per-per mesin jadul (Wahyu/detikTravel) |
Traveler bisa mampir ke Pasar Triwindu ini bila sedang kebetulan pulang ke Solo. Berkunjung ke Pasar Triwindu akan membangkitkan kenangan tersendiri tentang masa lalu traveler. Patut dicoba! (bnl/fay)












































Barang-barang jadul yang dijual di Pasar Triwindu (Wahyu/detikTravel)
Nuansa etnik Jawa langsung terasa di Pasar Triwindu (Wahyu/detikTravel)
Lorong-lorong di Pasar Triwindu (Wahyu/detikTravel)
Ada yang menjual per-per mesin jadul (Wahyu/detikTravel)
Komentar Terbanyak
Tak Biasa, Pantai di Bantul Sepi Wisatawan Saat Libur Lebaran
Bali Kehilangan Sawah, 3 Ribu Hektare Raib dalam 8 Tahun
Turis Belanda Tewas Ditusuk di Bali, Apakah Pulau Dewata Masih Aman bagi Wisatawan?