Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 10 Ags 2017 18:15 WIB

DOMESTIC DESTINATIONS

Ritual Ma'nene: Ganti Baju Orang yang Sudah Mati

Syanti Mustika
Redaksi Travel
Manene, ritual menghormati mayat di Toraja (Yusuf Ahmad/Reuters)
Ma'nene, ritual menghormati mayat di Toraja (Yusuf Ahmad/Reuters)

FOKUS BERITA

Ritual Unik dan Seram
Toraja - Tidak selalu mumi identik dengan kain yang dililitkan ke sekujur mayat. Di Indonesia, mumi dipakaikan pakaian layaknya manusia hidup.

Bila mendengar kata mumi, negara yang terbesit di pikiran kita adalah Mesir. Namun tahukah traveler, bahwa negara kita tercinta Indonesia memiliki tradisi mengganti baju mumi, alias mengganti baju orang yang sudah meinggal?

Dikumpul detikTravel dari berbagai sumber, Kamis (9/8/2017) terdapat tradisi Ma'nene yang dilakukan oleh masyarakat Toraja. Tradisi ini merupakan mengganti baju mayat leluhur serta membersihkan tubuhnya.Masyarakat akan mengeluarkan mayat dari peti, dan membersihkan mayat leluhur yang telah berusia ratusan tahun. Serta mayat dipakaikan pakaian baru.

Tradisi Ma'nene dilakukan oleh masyarakat Baruppu, di tanah Toraja, Sulawesi Selatan. Ritual ini dilakukan setelah panen besar pada bulan Agustus. Tradisi ini biasanya dilakukan tiga kali dalam setahun.

Mayat leluhur dibersihkan dan dipakaikan pakaian baru (Yusuf Ahmad/Reuters)Mayat leluhur dibersihkan dan dipakaikan pakaian baru (Yusuf Ahmad/Reuters)

Konon menurut cerita tradisi ini berawal dari seorang pemburu bernama Pong Rumasek yang berburu ke hutan di pegunungan Balla. Tatkala sedang menelusuri hutan, Pong menemukan sebuah jasad yang sudah tidak bernyawa dengan kondisi yang menggenaskan. Kemudian Pong menanggalkan bajunya dan memakaikan bajunya kepada jasad tersebut. Dan dikuburkan di tempat yang aman.

Semenjak itu, Pong mendapatkan keberuntungan yang luar biasanya. Hasil panennya berlimpah, serta hasil buruannya pun banyak. Bahkan dia juga bertemu arwah mayat yang dimakamkannya, kemudia arwah tersebut membantunya berburu dan menunjukan jalan.

Semenjak itu Pong mendapatkan kesimpulan bahwa jasad orang mati pun harus dihormati. Bagaimanapun kondisi dan bentuk jasat yang telah mati, tetap harus dibersihkan dan dirawat, diperlakukan dengan layak. Pong pun menyampaikan apa yang dialaminya kepada penduduk Barrupu. Pendudukpun percaya dan melaksanakan apa yang dikatakan Pong, hinggga sampai sekarang.

Proses Ma'nene diawali dengan mengunjungi lokasi tempat para leluhur di pekuburan Patane. Para mayat leluhur disimpan di dalam peti yang telah diberi pengawet. Sebelum mayat dikeluarkan dari peti, para tetua Toraja yang dikenal dengan sebutan Ne'Tomina Lumba membacakan doa dalam bahasa Toraja kuno.

Kemudian jasad leluhur diangkat dari peti, dan dibersihkan dengan hati-hati. Jasad dibersihkan oleh anak cucu jasad dengan kuas atau kain bersih, mulai dari kepala sampai ujung kaki. Setelah itu barulah mayat tersebut dipakaikan pakaian baru, dan dibaringkan kembali ke dalam peti.

Selama proses membersihkan leluhur, sebagian kaum laki-laki akan membentuk lingkaran dan menyanyikan lagu dan tarian yang melambangkan kesedihan. Mereka melakukan ini bunanya untuk menghibur para keluarga yang ditinggal jasad.

Kenapa ritual ini harus dilakukan setelah panen? Masyarakat percaya jika ritual Ma'nene dilakukan sebelum panen bencana akan melanda mereka. Panen akan gagal, sawah-sawah akan dipenuhi oleh tikus, serta daun-daun tanaman akan dimakan ulat. (rdy/rdy)

FOKUS BERITA

Ritual Unik dan Seram
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
Load Komentar ...
NEWS FEED