Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 10 Ags 2017 19:45 WIB

INTERNATIONAL DESTINATIONS

Sunat di Pedalaman Afrika

Bona
Redaksi Travel
Prosesi sunat di Kenya (Siegfried Modola/REUTERS)
Prosesi sunat di Kenya (Siegfried Modola/REUTERS)

FOKUS BERITA

Ritual Unik dan Seram
Marigat - Setiap bangsa memiliki tradisi yang berbeda. Mulai dari yang unik sampai menyakitkan. Di Kenya, kamu akan lihat ritual sunat wanita.

Diintip detiktravel dari berbagai sumber, Kamis (10/8/2017) pedalaman Kenya memiliki sebuah tradisi yang terbilang ekstrem. menyunat gadis sebagai bentuk transisinya menuju wanita dewasa.

Sangat dirahasiakan, ritual ini dilakukan dipedalaman Kenya di Pemukiman Pokot yang jaraknya 80 Km dari Kota Marigat. Lalu apa bedanya dengan penyunatan pada pria?

Pertama tradisi ini dibilang ekstrem karena ternyata, para gadis akan disunat tanpa ada bius sama sekali. Gadis-gadis ini harus menahan rasa sakit sebagai bentuk pendewasaan.

Bagaimana kronologisnya?
Para gadis dibalut jubah kulit binatang (Reuters)Para gadis dibalut jubah kulit binatang (Siegfried Modola/REUTERS)

Tradisi diawali dengan para gadis yang berkumpul di sebuah rumah. Gais-gadis ini harus meninggalkan rumah dan menginap semalam di sebuah tempat pengasingan.

Sebelum meninggalkan rumah, orang tua dari para gadis akan membuat api unggun. Selanjutnya, mereka menari dan bernyanyi sepanjang malam.

Saat pagi tiba, para gadis akan dibalut dengan kain dan menuju tempat pengasingan. Tak pergi dengan tangan kosong, para gadis harus membawa sebuah batu.Batu ini akan menjadi tempat duduk para gadis saat upacara penyunatan.

Upacara penyunatan akan dipimpin oleh orang yang dituakan di Pokot. Para gadis kemudian ditutupi dengan kulit binatang yang berfungsi sebagai jubah.

Kemudian mereka akan ditelanjangi dan dibersihkan. Selanjutnya para gadis berkumpul dan duduk di batu yang mereka bawa masing-masing.

Sampailah mereka dibagian paling menyakitkan dari upacara. Para gadis duduk di atas batu yang sudah mereka bawa. Kemudian para gadis akan disunat dengan menggunakan kaca atau benda tajam seperti silet dan gunting.

Para gadis membawa batu untuk prosesi sunat (Reuters)Para gadis membawa batu untuk prosesi sunat Siegfried Modola/REUTERS)

Penyunat akan memotong klitoris para gadis dan menjahit vagina. Hal ini dilakukan sebagai upaya mengurangi hasrat seksual wanita. Namun cara ini terbilang sadis dan menyakitkan.

Oleh karena itu, UNICEF dan pemerintah setempat melarang tradisi sunat wanita. Hukuman pun telah ditetapkan bagi oknum-oknum yang ketahuan melakukan tradisi ini.

Namun, sebagian masyarakat Pokot masih melakukan tradisi ini karena upacara ini dianggap lambang kekuatan seorang wanita. Kamu setuju?

Setelah di sunat, para gadis akan disiram air dan dibacakan doa (Reuters)Setelah di sunat, para gadis akan disiram air dan dibacakan doa (Siegfried Modola/REUTERS)
(rdy/aff)

FOKUS BERITA

Ritual Unik dan Seram
BERITA TERKAIT
Load Komentar ...
NEWS FEED