Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 11 Agu 2017 07:26 WIB

DOMESTIC DESTINATIONS

Cinta, Kesetiaan dan Potong Jari

Johanes Randy Prakoso
Redaksi Travel
Wanita Suku Dani yang masih menerapkan tradisi potong jari (Afif/detikTravel)
Wanita Suku Dani yang masih menerapkan tradisi potong jari (Afif/detikTravel)
Wamena - Untuk urusan cinta dan kesetiaan, traveler bisa belajar banyak pada Suku Dani di Papua. Saking cinta dan setianya, mereka bahkan sampai rela memotong jarinya sendiri. Ngilu!

Sejatinya tradisi merupakan hal yang harus dipatuhi sebagai aturan adat, tidak terkecuali Suku Dani di Lembah Baliem, Wamena. Mereka pun punya tradisi Iki Palek atau yang disebut juga potong jari. Bikin geleng-geleng kepala.

Ketika berkunjung ke Distrik Kurulu di Wamena beberapa waktu lalu, detikTravel pun sempat bertemu dengan Mama Welemina yang masih melakukan tradisi itu.

Hal itu pun terlihat jelas dari ruas jari tangan Mama Welemina yang tidak lagi lengkap. Sambil menyodorkan tangan, hanya tinggal tampak tiga ruas jari yang lengkap. Sedangkan tujuh sisanya telah dipotong sebagai tanda duka akan keluarga yang telah pergi lebih dulu.

Dijelaskan juga oleh pemandu detikTravel, Herriman Sihotang, hal tersebut merupakan bagian tradisi adat dari Suku Dani tentang cinta dan kesetiaan akibat ditinggal sanak saudara.

Cinta, Kesetiaan dan Potong JariBeberapa ruas jari yang telah dipotong (Randy/detikTravel)
Bagi kaum perempuan di Suku Dani, biasa memotong salah satu ruas jarinya ketika ditinggal oleh kerabat maupun sanak saudara. Istilahnya, satu ruas jari untuk satu orang kerabat atau suami yang meninggal.

Semakin banyak jari yang dipotong, jadi pertanda jumlah saudara yang meninggal atau dalamnya duka. Yang lebih bikin ngilu tentu adalah alat yang digunakan untuk memotong. Bukan pisau tajam, melainkan kapak batu yang masih tradisional.

Itu tradisi duka yang dilakukan oleh kaum perempuan Suku Dani, tapi beda lagi dengan kaum prianya. Khusus untuk kaum pria Suku Dani, tanda berduka dilakukan lewat tradisi potong kulit telinga.

Sedangkan bagi yang ingin menjalankan tradisi potong daun telinga, biasanya menggunakan semacam bambu runcing yang digunakan untuk mengiris bagian kuping yang ingin dipotong. Walau cuma sebagian saja dan bukan keseluruhan kuping, tetap terbayang kan sakitnya?

Tidak habis pikir memang jika melihat tradisi adat Suku Dani tersebut. Begitu hebatnya kekuatan cinta dan kesetiaan Suku Dani, sehingga mereka rela mengorbankan jari atau daun telinganya demi kerabat. (bnl/bnl)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
Load Komentar ...
NEWS FEED