Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 18 Agu 2017 16:10 WIB

DOMESTIC DESTINATIONS

Pengalaman Langka, Lihat Patroli Tentara Perbatasan Indonesia-Malaysia

Kurnia Yustiana
Redaksi Travel
Foto: Patroli tentara perbatasan Indonesia-Malaysia di Entikong (Kurnia/detikTravel)
Foto: Patroli tentara perbatasan Indonesia-Malaysia di Entikong (Kurnia/detikTravel)
Sanggau - Keindahan alam Indonesia terpampang hingga perbatasan. Termasuk wilayah yang dilewati para tentara di Entikong untuk patroli.

Beberapa waktu lalu, detikTravel bersama tim Tapal Batas detikcom menjelajahi wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia di Entikong, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat. Kami melihat langsung kehidupan wilayah perbatasan dan mengunjungi aneka objek wisata di sana.

Kami juga berkesempatan datang ke Pos Komando Taktis di Entikong yang dekat dengan perbatasan Indonesia-Malaysia. Kami bertemu para personel Satgas Pamtas RI dari Batalion Infanteri 131/Braja Sakti, dan ikut berpatroli ke patok perbatasan. Melihat sisi lain perbatasan yang jarang, hampir tidak pernah dilalui wisatawan.

Sebelum berangkat, Kepala Seksi Operasi Satgas Pamtas Batalion Infanteri 131/Braja Sakti Lettu Inf Septyan Dwi Nuryadi sempat menceritakan keseharian mereka. Di mana patroli perbatasan menjadi salah satu tugas sehari-hari.

"Kegiatannya biasa apel, kemudian anjangsana, mengajar, kemudian ada yang sweeping ada yang patroli. Sektornya ada 40 patok. Sehari mungkin kita 2 patok atau 3 patok bergantian. Kira-kira seperti itu," ujar Septyan.

Selain patroli patok perbatasan, ada pula patroli jalan tikus. Jalan ini digunakan para penyelundup untuk menyelundupkan barang seperti miras.

"Kemudian di border itu patroli jalan tikus. Kita ngecek ada kegiatan yang penyelundup-penyelundup seperti itu masyarakat di perbatasan," imbuhnya.

(Rachman Haryanto/detikTravel)(Rachman Haryanto/detikTravel)
Apel pun berlangsung lancar. Setelah apel berlangsung, para personel mempersiapkan peralatan untuk patroli patok. Saat itu ada pula 10 personel Batalion Ranger Tentara Diraja Malaysia yang ikut berpatroli bersama. Rupanya hal ini lumrah karena pos tersebut merupakan Pos Gabungan Bersama kedua negara.

Satu per satu kami naik ke truk militer yang mengantar ke titik awal patroli nanti, lokasinya dekat dengan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Entikong. Jalanan perbatasan yang sudah aspal mulus kami lewati. Tak sampai 10 menit, kami tiba di tujuan.

(Rachman Haryanto/detikTravel)(Rachman Haryanto/detikTravel)
Sebanyak 12 personel dengan 5 di antaranya dari Malaysia turun dari truk, para serdadu ini berjalan tegap sambil membawa senjata menuju patok perbatasan G 128. Bendera Indonesia dan Malaysia yang dibawa di punggung dua personel pun berkibar tertiup angin.

Cuaca cukup panas kala itu. Namun semua tetap bersemangat melewati jalanan tanah yang menanjak dengan semak-semak rimbun di kanan kiri. Tak jarang akar-akar pohon melintang di jalan.

Sampailah kami di patok pertama yang dekat dengan pagar kawat pembatas teritorial Indonesia-Malaysia. Di sini personel mengecek koordinat patok, memastikan kalau itu tidak bergeser. Setelah selesai lanjut ke patok berikutnya yakni G 129 yang jaraknya sekitar 600 meter, serta patok G 131.

(Kurnia/detikTravel)(Kurnia/detikTravel)
Selesai dari sana kami berpindah lokasi. Truk mengantar kami ke Dusun Serangkang, hingga di dekat tepian sungai. Pemandangan cantik sungai yang jernih dan Gunung Entitik di kejauhan pun terlihat.

Salah satu personel mengatakan kalau berkendara ke seberang sungai sekitar 15 menit akan ada air terjun Serangkang yang menawan. Namun sayang saat itu kami tidak sempat berkunjung ke sana.

(Rachman Haryanto/detikTravel)(Rachman Haryanto/detikTravel)
Kegiatan patroli berlangsung dan situasi masih tergolong aman. Sejenak para personel duduk-duduk di atas pohon tumbang di sungai. Sungai ini memang tidak dalam, sepatu hanya terendam semata kaki.

Mereka kemudian asyik berfoto di sana. Tak lupa, bendera Indonesia dan Malaysia turut dibentangkan. Indahnya kebersamaan ini! Keindahan alam yang tersaji memang menjadi bonus tersendiri saat tengah patroli. Latar alam yang cantik tentunya juga mengundang buat berfoto, mengabadikan momen dalam kamera.

(Kurnia/detikTravel)(Kurnia/detikTravel)
Patroli siang itu pun selesai dan semua siap kembali ke Pos Komando Taktis. Menjelang sore, patroli kembali diadakan. Kali ini di jalan tikus yang sering dilewati para penyelundup.

Lokasinya di Dusun Patoka, Entikong. Sebelumnya memang para personel Satgas pernah memergoki penyelundup minuman keras di sana. Mulanya kami melewati jalan tanah kecil, dengan pemandangan indah persawahan hijau, ladang penduduk dan perbukitan. Perairan sawah kami lintasi dengan melewati jembatan bambu kecil yang instagrammable.

(Rachman Haryanto/detikTravel)(Rachman Haryanto/detikTravel)
Udara pun segar, jauh dari jalan raya dengan kendaraan yang seliweran. Suasana sepi, hanya sesekali suara jangkrik dan burung terdengar. Kami sendiri mencoba untuk tidak bersisik agar kedatangan kami tidak disadari para penyelundup, jika memang kebetulan mereka tengah melintas di sana.

(Kurnia/detikTravel)(Kurnia/detikTravel)
Semakin lama berjalan, medannya makin sulit. Keindahan persawahan tadi berubah menjadi jalan setapak yang becek, dengan pohon-pohon tumbang yang membuatnya sulit dilewati. Walaupun begitu personel tetap berjalan tegap dengan langkah yang mantap.

Perjalanan memang cukup jauh, sekitar 1,5 jam kami berjalan kaki hingga keluar dari hutan. Jalanan berbatu yang lebih lapang dan mudah dilewati terpampang di depan mata.

(Rachman Haryanto/detikTravel)(Rachman Haryanto/detikTravel)
Jika menyeberangi jalan ini dan masuk ke hutan lagi, rupanya bisa tembus ke Malaysia. Jalur tersebut juga termasuk yang dilewati para penyelundup sambil membawa barang ilegal. Kami tidak menyeberang, hanya berjalan melewati jalur berbatu hingga tembus ke jalan di sebelah PLBN Entikong.

Di sana truk yang akan mengantar kami kembali ke Pos Komando Taktis. Patroli hari itu pun selesai, ditutup dengan berfoto bersama di depan PLBN Entikong selepas magrib.

Simak terus cerita tentang daerah terdepan Indonesia di Tapal Batas detikcom! (krn/aff)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED