Lokasinya berada tak jauh, sebelah utara dari Alun-Alun Kota Malang. Kepala Seksi Promosi Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Malang Agung Buwana, mengatakan, Kayutangan atau kini Jalan Jenderal Basuki Rachmad adalah kawasan bisnis yang dipersiapkan sebagai koridor perdagangan.
Dengan fasilitas berupa jalur trem serta deretan cafe resto dan entertainment. Kini, jalur trem (kereta api) berubah seluruhnya menjadi jalan raya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kayutangan dahulu (Muhammad Aminudin/detikTravel) |
"Kemudian berkembang saat Kabupaten Malang memerlukan Alun-Alun dengan konsep mocopat sehingga terintegrasi antara tempat ibadah masjid, gereja dengan pusat pemerintahan, penjara dan perdagangan," beber Agung.
Dikatakan, pembangunan Gereja Emanuel dan Katedral menjadi awal koloni Belanda setelah banyaknya perkebunan kopi dan tebu berada di sekitar wilayah Malang.
Kini sudah jadi jalan raya (Muhammad Aminudin/detikTravel) |
"Kebutuhan adanya square atau Alun-Alun Kota Praja ditandai dengan pembangunan Alun-Alun bunder JP Coen (depan Balai Kota Malang) dan jembatan Kahuripan yang membelah kota dengam ditandai ikon gedung kembar Rajabali, kini lokasinya depan Kantor BCA pusat," beber Agung.
Kayutangan kini tetap menjadi kawasan perdagangan, banyak pertokoan berdiri di sana. (rdy/rdy)












































Kayutangan dahulu (Muhammad Aminudin/detikTravel)
Kini sudah jadi jalan raya (Muhammad Aminudin/detikTravel)
Komentar Terbanyak
Adzan Menggema di London, Ini Sudut Paling Menggetarkan Hati Muslim di Whitechapel
Bule Australia Terlunta-lunta di Bali, Hidup di Bangunan Kosong-Kakinya Luka
Wisata Korea Tak Lagi Terpusat di Seoul, Kini Wilayah Lain Mulai Dilirik Turis