Belum lama ini Desa Lamajang menjuarai lomba desa wisata se-Kabupaten Bandung. Situs Cagar Budaya Rumah Adat Cikondang menjadi daya tarik bagi wisatawan untuk berkunjung ke desa wisata itu.
Kampung adat ini dikenal banyak orang karena masih memegang teguh budaya leluhur. Secara administratif terletaknya ada di wilayah Desa Lamajang, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Bisa ditempuh dengan 90 menit perjalanan atau sekitar 38 kilometer dari Kota Bandung via Kecamatan Banjaran.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foto: (Wisma Putra/detikTravel) |
Ilin mengungkapkan dari 61 rumah adat yang dahulu didirikan pada abad ke-17, kini hanya tinggal satu rumah karena pada abad ke-19 puluhan rumah adat terbakar dan hanya menyisakan satu rumah yang kini masih tetap dilestarikan.
Pantauan detikTravel, Kampung Adat Cikondang ini merupakan pemukiman dengan pola arsitektur rumah tradisional yang menempati tanah seluas tiga hektar yang berdiri di desa terpencil yang berada di Kaki Gunung Tilu Pangalengan.
Foto: (Wisma Putra/detikTravel) |
Setiap sudut rumah mengandung banyak arti. Dari informasi yang dikatakan oleh Ilin, rumah memiliki 1 lubang pintu mempunyai filosofi percaya hanya kepada Allah SWT, 5 jendela yang mengingatkan Rukun Islam itu ada lima.
"Sedangkan 9 penyekat jendela yang mempunyai sejarah Islam di Indonesia disebarkan oleh sembilan tokoh Islam atau disebut dengan Wali Songo," ungkapnya.
Atap rumah adat tidak menggunakan genteng, yang berarti jangan lupa pada asal muasal manusia yang berasal dari tanah. Jadi diibaratkan tinggal di suatu ruangan yang beratapkan tanah.
Foto: (Wisma Putra/detikTravel) |
"Tidak boleh menjadi pejabat atau pegawai pemerintahan, yang artinya di abad ke-19 tersebut kekuasaan masih di tangan Belanda, yang di mana pribumi tidak boleh menjadi antek-antek Belanda," ujarnya.
Selain itu, untuk memasuki rumah adat masih banyak pantangan yang tidak boleh dilanggar. Seperti, wanita yang sedang mengalami menstruasi, jika masuk ke dalam Rumah Adat Cikondang harus melangkah dengan menggunakan kaki kanan terlebih dahulu, dan keluar dengan melangkahkan kaki kiri.
"Mengucapkan salam dan basmalah sebelum masuk ke kawasan Rumah Adat Cikondang, dilarang berselonjor kaki dan kencing ke arah selatan, menginjak parko atau alas Hawu," tambahnya.
Foto: (Wisma Putra/detikTravel) |
"Di tiga hari yang sama tidak boleh mengambil gambar di dalam Rumah Adat Cikondang," jelasnya.
Saksi Bisu Bandung Lautan Api
Kawasan Kampung Adat Cikondang pernah menjadi tempat pengungsian warga Bandung saat peristiwa Bandung Lautan Api. Ilin berujar, pada saat peristiwa itu ratusan orang mengungsi ke Kampung Adat Cikondang.
"Dulu tempat ini rimbun pepohonan dan merupakan tempat terpencil dan jauh dari jangkauan penjajah, untuk bersembunyi tempat aman," ujarnya.
Nilai Nasionalisme Masyarakat Kampung Adat Cikondang sangat tinggi, hal tersebut dibuktikan dari pakaian adat baju koko putih yang melambangkan air yang bersih, celana hitam yang berarti tanah dari tanah dan akan kembali ke tanah.
"Iket kepala yang mempunyai arti 'Sabengket, Saiket' yang berati kita sebagai warga Negara Kesatuan Republik Indonesia harus bersatu," pungkasnya. (krn/krn)












































Foto: (Wisma Putra/detikTravel)
Foto: (Wisma Putra/detikTravel)
Foto: (Wisma Putra/detikTravel)
Foto: (Wisma Putra/detikTravel)
Komentar Terbanyak
Koster: Wisatawan Domestik ke Bali Turun gegara Penerbangan Sedikit
Ditonjok Preman Pantai Santolo, Emak-emak di Garut Babak Belur
Koster Akui Jumlah Wisatawan Domestik ke Bali Turun di Libur Nataru