Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 08 Sep 2017 16:50 WIB

DOMESTIC DESTINATIONS

Ini Souvenir Khas dari Kampung Adat Cikondang

Wisma Putra
Redaksi Travel
Ilin, dan hasil karyanya di Kampung Adat Cikondang (Wisma Putra/detikTravel)
Ilin, dan hasil karyanya di Kampung Adat Cikondang (Wisma Putra/detikTravel)
Bandung - Berkunjung ke Kampung Adat Cikondang, traveler wajib membawa pulang buah tangan khas dari sana. Ada sandal gamparan dan bakiak yang begitu unik. Antik banget!

Kamu yang main ke Kampung Adat Cikondang di Desa Lamajang, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, jangan lupa untuk membeli buah tangan khas berupa sandal kayu dan cenderamata lainnya yang berbahan baku dari bambu dan kayu.

Salah satunya yaitu sandal gamparan, atau pada zaman Belanda dulu kerap dikenal sebagai sandal juragan. Sandal antik berbahan baku dari kayu suren itu dibuat oleh Ilin Dasyah (82), selaku sesepuh adat Kampung Cikondang.

Tua tua keladi, semakin tua semakin menjadi. Peribahasa itulah cocok untuk Ilin, seorang purnawirawan Pensiunan ABRI Angkatan Darat Kodam III Siliwangi Tahun 1981 lalu. Di usianya yang hampir mencapai satu abad ini, aktifitasnya semakin produktif dengan membuat kerajinan tangan khas Kampung Cikondang.

Ilin menunjukkan bahan baku kayu untuk membuat sandal (Wisma Putra/detikTravel)Ilin menunjukkan bahan baku kayu untuk membuat sandal (Wisma Putra/detikTravel)


"Sandal gamparan ini dibuat langsung oleh saya. Setiap bulannya bisa membuat sampai 23 pasang," kata Ilin saat ditemui detikcom di Kampung Adat Cikondang, Rabu (6/9/2017).

Selain membuat sandal gamparan, Ilin juga membuat sandal bakiak serupa dengan kelom geulis dari Tasikmalaya. Ilin juga membuat bekong, sendok bambu, dan asbak, yang bahan bakunya diambil langsung dari kebunnya sendiri.

"Kalau bakiak bisa saya buat sampai 50 pasang per bulannya. Bedanya dengan sandal gamparan, sandal bakiyak unuk menahan kaki menggunakan karet ban dan sandal gamparan hanya menggunakan lilingga (cantolan) yang dicapit oleh ibu jari dan telunjuk kaki," ungkapnya.

Alat-alat yang digunakan membuat sandal gamparan (Wisma Putra/detikTravel)Alat-alat yang digunakan membuat sandal gamparan (Wisma Putra/detikTravel)


Sandal itu dibuatnya dengan cara manual, dari mulai menebang batang kayu yang telah berumur 10 tahun, memotong kayu glondongan, membentuk, meraut dan melemaskan kayu yang siap dijadikan untuk sandal.

Sandal yang dibuatnya itu memiliki khasiat tersendiri yaitu mengobati kaki yang sakit rematik.

"Sandal bakiak dijual Rp 30 ribu, gamparan Rp 50 ribu, sementara untuk sendok dan bekong dijual Rp 10 ribu," jelasnya.

Sandal bakiak buatan Ilin (Wisma Putra/detikTravel)Sandal bakiak buatan Ilin (Wisma Putra/detikTravel)


Di masa tuanya, Ilin ingin tetap menjadi seorang yang produktif dan menghasilkan uang meski ia sudah memiliki cucu 10 orang dan cicit empat.

"Ini adalah ekonomi kreatif, time is money. Daripada diam, lebih baik diisi dengan waktu yang positif, mengisi waktu daripada melamun," tutupnya. (wsw/aff)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED