Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 22 Sep 2017 16:10 WIB

DOMESTIC DESTINATIONS

Pulau Liran, 'Surga' Terlupakan di Perbatasan

Eduardo Simorangkir
detikTravel
Pulau Liran, keindahan yang terlupakan di perbatasan RI-Timor Leste (Eduardo/detikTravel)
Pulau Liran, keindahan yang terlupakan di perbatasan RI-Timor Leste (Eduardo/detikTravel)
Liran - Pulau Liran adalah salah satu pulau terdepan di Indonesia. Pulau ini cantik sekali. Namun karena letaknya di perbatasan, 'surga' ini jadi sedikit terlupakan.

Pulau Liran terletak di Kabupaten Wetar Barat, Maluku. Pulau ini berbatasan langsung dengan Timor Leste. Jumlah penduduknya sekitar 1.118 jiwa atau sekitar 235 KK.

Pulau terluar sisi Tenggara Indonesia ini kini ramai didatangi oleh orang-orang penting setelah Menteri BUMN Rini Soemarno beserta para direksi BUMN mengunjungi pulau ini.

Tak mudah untuk mencapai pulau ini. Perjalanan melewati Laut Banda yang bergelombang tinggi dan memakan waktu cukup lama harus dilalui.

Jika ingin menempuh dari perairan Indonesia, maka bisa dicapai dari Pulau Moa di Ambon dalam waktu 8 jam. Namun jika ingin lebih cepat, bisa menempuhnya dari pelabuhan di Dili, Ibu Kota Timor Leste.

Keindahan Pulau Liran (Eduardo/detikTravel)Keindahan Pulau Liran (Eduardo/detikTravel)


Sampai di Pulau Liran, perasaan yang pertama kali dirasakan adalah panas dan gersang. Sepanjang perjalanan di pulau ini disuguhi oleh bukit-bukit tandus dengan warna rumput yang menguning dan pohon yang kering.

Mata pencaharian penduduk Pulau Liran banyak mengandalkan sebagai nelayan, peternak kambing dan babi, juga penghasil madu. Pulau yang warganya masuk dalam suku Ambon ini, tak bisa berharap banyak pada sektor pertanian atau perkebunan, lantaran tak bisa tumbuh subur dengan karakteristik daratan yang tandus dan berbatu.
Pulau Liran punya keindahan alam yang cukup menakjubkan (Eduardo/detikTravel)Pulau Liran punya keindahan alam yang cukup menakjubkan (Eduardo/detikTravel)


Namun siapa sangka, pulau yang memiliki luas sekitar 34,3 km2 ini memiliki keindahan alam yang cukup menakjubkan. Saat siang hari, air laut berwarna biru toska mengitari wilayah pantai pulai ini.

Degradasi warna biru air laut itu pun semakin terlihat eksotis ketika berbaur dengan pasir putih dan bukit tandus berbatu yang dikelilinginya.

Perairannya yang jernih dan ekosistem hayati yang berlimpah, pun membuat Liran menjadi surga terlupakan di wilayah perbatasan Indonesia yang menyimpan sejuta pesona. Hal itu bisa disaksikan dengan sangat memuaskan ketika sampai pada ujung Dusun Manoha di sebelah utara pulau ini.

Sayang, keindahan Pulau Liran tidak didukung infrastruktur yang memadai (Eduardo/detikTravel)Sayang, keindahan Pulau Liran tidak didukung infrastruktur yang memadai (Eduardo/detikTravel)


Namun pemanfaatan semua potensi alam tersebut sangat tergantung pada infrastruktur dasar yang ada di wilayah itu. Jalanan yang ada masih banyak yang hancur dan belum terbuka keterisolasiannya. Dengan wilayah yang berbukit, jalanan yang ada di pulau ini hanya ada di pinggir-pinggir pantai, dan belum semuanya pula teraspal.

Bisa dimaklumi, karena wilayah ini cukup terisolir dan cukup jauh dari Indonesia. Wilayahnya yang dekat dengan Timor Leste membuat warga lebih akrab dengan penduduk di Timor Leste yang ada di Pulau Atauro.

Mulai dari kesehatan, jaringan telekomunikasi, hingga pasokan beras dan rokok. Ironis memang, di tengah fakta bahwa 80% kebutuhan logistik Timor Leste justru dipasok oleh barang-barang dari Indonesia sendiri. (eds/wsw)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED