Kawasan wisata Situ Cangkuang yang terletak di Kecamatan Leles, Garut, Jawa Barat terkenal akan keindahan alamnya. Selain terdapat candi Hindu serta sejumlah peninggalan umat Islam abad ke-17, di kawasan wisata ini juga terdapat situ (danau) seluas 10 hektare yang mengelilingi lokasi candi.
Namun, di balik keindahannya, tempat wisata ini ternyata menyimpan sejumlah cerita mistis yang konon kabarnya pernah terjadi. detikTravel berbincang dengan salah seorang pengelola kawasan wisata Situ Cangkuang, Zaki Munawar beberapa waktu lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foto: (Hakim Ghani/detikTravel) |
Zaki mengatakan pelarangan menabuh gong tersebut dilakukan karena kepercayaan masyarakat setempat terhadap cerita Arif Muhammad, seorang penyebar agama Islam yang makamnya terletak di samping bangunan Candi Cangkuang.
"Jadi itu berkaitan dengan Arif Muhammad, jadi kabarnya dulu anak laki-laki dari Arif Muhammad tersebut akan dikhitan. Sebelum disunat anak tersebut diarak mengelilingi kampung menggunakan jampana (rumah-rumahan kecil) diiringi musik gamelan. Namun saat diarak datang malapetaka berupa angin topan besar, dan membuat anak Arif Muhammad tersebut jatuh dan meninggal seketika," katanya.
Sejak saat itu, kata Zaki, masyarakat di Kampung Pulo kemudian dilarang untuk menabuh gong. Selain hal tersebut terdapat sejumlah pamali lainnya yang masih berlaku hingga saat ini di kawasan wisata Situ Cangkuang.
"Seperti tidak boleh berziarah pada hari Rabu dan tidak boleh menambah bangunan di Kampung Pulo yang jumlahnya ada 6. Selain itu, masyarakat juga selamanya harus membuat rumah dengan atap memanjang," katanya.
"Memang hal-hal tersebut sudah berlaku sejak dahulu," Zaki menambahkan.
Selain itu, Zaki juga menjelaskan tidak boleh memelihara hewan berkaki empat di kawasan wisata Situ Cangkuang ini.
"Alasannya karena Arif Muhammad tidak suka memelihara hewan yang memakan dedaunan. Jadi tidak ada yang memelihara hewan berkaki empat di sini, kecuali kucing," pungkasnya. (krn/krn)












































Foto: (Hakim Ghani/detikTravel)
Komentar Terbanyak
Jokowi Klaim Tak Tahu Ada Ritual Injak Kepala Kerbau, PDIP Tidak Percaya
Provinsi Jawa Barat Mau Ganti Nama Jadi Sunda, Budayawan Cirebon Tanya Urgensinya Apa?
Kasihan! Tapir yang Viral di Lampung Disembelih Warga, Dimasak Jadi Rica-rica