Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Sabtu, 20 Jan 2018 16:45 WIB

DOMESTIC DESTINATIONS

Melihat Ritual Sakral dari Sulsel, Ikrar kepada Tuhan

Jaya Hartawan
detikTravel
Ritual Mappalesso Samaja (Jaya Hartawan/detikTravel)
Ritual Mappalesso Samaja (Jaya Hartawan/detikTravel)
Luwu Utara - Sulawesi Selatan tepatnya Luwu Utara memiliki ritual sakral, yakni Mappalesso Samaja. Inilah ritual yang berhubungan langsung dengan Tuhan.

Kegiatan tersebut dilaksanakan setelah sebuah permohonan dalam sebuah doa dikabulkan oleh Tuhan. Kegiatan diawali dengan prosesi adat Luwu Mappalesso Samaja atau melepas nazar, lalu diikuti Manre Saperra atau santap bersama.

Prosesi ini dilaksanakan di Baruga Datok Pattimang di Lokasi Makam Datuk Pattimang, Desa Pattimang, Kecamatan Malangke, Luwu Utara, Sulawesi Selatan. Nazar dalam hal ini saat menghadapi momen kritis ketika memimpin perang gerilya mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tempo dulu.

"Pada saat itu, Andi Djemma, Datu Luwu bersama permaisurinya, Andi Tenri Padang Opu Datu, beserta segenap dewan adatnya dan pasukan Pemuda Keamanan Rakyat sedang terdesak di Cappasolo menghadapi serangan pasukan KNIL tentara Belanda," ujar Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani dalam sambutannya, Sabtu (20/1/2018).

Melihat Ritual Sakral dari Sulsel, Ikrar kepada TuhanManre Saperra atau santap bersama (Jaya Hartawan/detikTravel)


Untuk mengatasi situasi kritis itu, Andi Djemma mengucap nazar di hadapan dewan adatnya untuk melaksanakan Manre Saperra bersama seluruh lapisan masyarakat Luwu. Desa Pattimang yang pernah menjadi pusat Kedatuan Luwu, wilayah kekuasaannya sangat luas dan telah ditetapkan sebagai desa wisata sejarah religius.

"Itulah alasan mengapa acara ini dilaksanakan di desa ini," katanya.

Sementara itu, Lutfi A Mutti selaku Opu To Ampanangi mengatakan, Mappalesso Samaja menggambarkan seperti apa kejayaan orang Luwu di masa lalu hingga sekarang merupakan harapan dan inspirasi di masa mendatang. Ia berharap ritual Mappalesso Samaja bisa dimaknai secara lebih luas dengan bernazar untuk kepentingan bangsa dan negara.

"Sudah menjadi tugas pemerintah dalam otonomi daerah untuk menjaga budaya dan kebenaran budaya. Kalau budaya ini tidak kita lestarikan, kita akan kehilangan jatidiri nantinya. Ini adalah karya dunia," tegas Lutfi yang juga Anggota DPR RI ini.

Sebelum acara sakral ini terlebih dahulu digelar kirab budaya yang diikuti masyarakat se-Tana Luwu. Ada pula sejumlah festival dan seminar budaya. (msl/msl)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED
Es Abadi Indonesia

Kesulitan Mendaki Es Abadi Indonesia

Kamis, 15 Nov 2018 07:20 WIB

Es abadi Indonesia berada di Puncak Jaya, Puncak Sumantri dan Puncak Carstensz Timur, Papua. Apa saja kesulitan yang ditemui para pendaki di sana?