Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Minggu, 04 Mar 2018 18:25 WIB

DOMESTIC DESTINATIONS

Susur Sungai Kapuas, Cara Terbaik Habiskan Malam di Pontianak

Mustiana Lestari
detikTravel
Menyusuri Sungai Kapuas di malam hari (Mustiana Lestari/detikTravel)
Menyusuri Sungai Kapuas di malam hari (Mustiana Lestari/detikTravel)
Pontianak - Pontianak selain dikenal sebagai Kota Khatulistiwa, kota ini juga terkenal dengan Sungai Kapuas yang ikonik. Cobalah menyusuri sungainya saat malam.

Ada cara yang istimewa jika para traveler hendak menikmati salah satu sungai terpanjang di Indonesia ini. Traveler bisa mencoba berlayar dengan kapal sedang berkeliling Sungai Kapuas yang parkir di Alun-Alun Kapuas, Pontianak.

Sebelum naik perahu, para traveler juga bisa terlebih dahulu menikmati air mancur bergoyang yang berada tepat di pintu masuk Alun-Alun Kapuas.

Ada air mancur warna-warni juga Ada air mancur warna-warni juga (Mustiana Lestari/detikTravel)

Air mancur berwarna-warni ini jadi tempat favorit remaja Pontianak ber-selfie karena cantik sekaligus unik dengan alunan musik daerah.

Masuk ke dalam Alun-Alun Kapuas, traveler bisa jajan terlebih juga di kaki lima apung. Para penjaja menawarkan makanan ringan seperti jagung bakar, sosis bakar sampai mi instan.

Jika sudah puas berkeliling Alun-Alun Kapuas, maka saatnya berlayar menyusuri sungai ikonik ini. Traveler bisa memilih duduk di dek atas atau bawah.

Pengelola kapal sudah mempersiapkan kursi plastik berikut meja. Bahkan di dalamnya ada cafe bar mini yang bisa memuaskan dahaga dan lapar para pengunjung.

BACA JUGA: Liong 118 Meter Ramaikan Cap Go Meh Pontianak

Kapal berwarna-warni ini baru berangkat sekitar 15 menit jika penumpang sudah penuh serta menempuh perjalanan selama sekitar 30 menit. Penumpang akan dikenai bayaran saat kapal berlayar dengan harga Rp 15 ribu saja.

Berbeda jika traveler berlayar di siang hari. Di malam hari para pengunjung kapal bisa menikmati gemerlap bintang dan bulan serta hembusan angin malam.

Untuk menambah kesyahduan malam hari, pengelola kapal mengalunkan lagu-lagu romantis ala Bruno Mars yang membuat muda-mudi Pontianak di atas kapal ini makin 'meleleh'.

Wisatawan yang berwisata menyusuri Sungai Kapuas Wisatawan yang berwisata menyusuri Sungai Kapuas (Mustiana Lestari/detikTravel)

Namun bukan cuma muda-mudi saja yang memadati kapal kayu ini. Ada juga keluarga besar yang berbondong-bondong datang untuk menikmati malam di atas Sungai Kapuas. Salah satunya keluarga Khanza yang tampak menikmati sosis bakar di atas perahu.

"Saya sering datang ke sini bawa keluarga murah meriah dan enak," jelas ayah Khanza.

Meski wisata ini potensial dan amat digemari warga Pontianak, tapi masih banyak sampah yang ada di sungai tersebut. Ditambah lagi lampu-lampu di kanan kiri rumah penduduk belum terang sempurna dan tampak tidak cantik.

Padahal, Sungai Kapuas bisa meniru wisata Melaka, Malaysia yang banyak dijejali turis karena kecantikannya.

"Mudah-mudahan bisa seperti itu karena masyarakat di Sungai Kapuas masih belum sadar betul potensi wisatanya," ucap Maskartini, pengunjung sekaligus warga asli Pontianak.

Sebelum datang ke sini, pastikan traveler tidak datang lebih dari pukul 21.00 malam karena kapal penumpang ini tidak lagi beroperasi.

Bagi traveler yang senang wisata budaya, ada baiknya juga mengunjungi Pontianak saat hari raya Imlek. Sebab banyak atraksi wisata ala Tionghoa yang bisa dilihat. Contohnya saja, Festival Barongsai yang digelar Bank Mandiri pada Sabtu (3/3/2018) lalu.

Dalam event ini, ada 23 tim barongsai yang bersaing memperebutkan uang tunai Rp 17 juta. Bahkan sebelum festival tersebut, digelar pula Parade Naga Langit dan Naga Bersinar yang memiliki panjang 118 m yang mampu menyedot perhatian puluhan ribu orang.

(rdy/rdy)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA