Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 09 Apr 2018 10:25 WIB

DOMESTIC DESTINATIONS

Saksi Bisu Sejarah Palembang yang Kini Tak Terurus

Gua Jepang Palembang (Raja Adil/detikTravel)
Palembang - Banyak bukti sejarah yang bisa dilihat di Kota Palembang. Namun ada yang tak lagi dirawat dan kondisinya memprihatinkan.

Kota Palembang menjadi salah satu kota yang pernah dijajah Jepang. Salah satu bukti sejarah itu adalah Gua Jepang.

Lokasi Gua Jepang Palembang berada di Jalan AKBP H.Umar atau tepat di belakang pasar KM 5 Kota Palembang. Di atas lahan kosong sekitar 2 hektare itu, gua itu tampak masih berdiri kokoh.

Saat ini, tampak Gua Jepang Palembang sudah dipenuhi rumput dan semak belukar karena tak ada perawatan. Pada bagian dalam terlihat gua dipenuhi sampah dan bau tak sedap.

Saksi Bisu Sejarah Palembang yang Kini Tak TerurusFoto: Raja Adil Siregar

Menurut cerita warga sekitar lokasi, Gua Jepang Palembang dahulunya digunakan sebagai tempat persembunyian tentara Jepang. Bahkan disebut-sebut terhubung dengan pintu masuk di dekat RS Charitas dan Benteng Kuto Basak (BKB).

"Kalau cerita sejarah memang Gua di KM 5 ini terhubung langsung dengan pintu di Charitas dan BKB. Jaraknya sekitar 4-5 kilometer, tapi sekarang sudah tidak ada yang berani coba melintasi," kata salah satu warga, Adri saat berbincang dengan detikTravel, Senin (9/4/2018).

Dilihat dari posisi Gua Jepang Palembang yang berada diatas bukti kecil di tengah padatnya penduduk, lokasi ini memang cocok sebagai pusat pertahanan dan tepat mengintai musuh. Bahkan sangat sulit untuk dipantau dari kejauhan.

Saksi Bisu Sejarah Palembang yang Kini Tak TerurusFoto: Raja Adil Siregar


Sayang, Gua Jepang Palembang yang memiliki dua pintu dan sebuah bunker itu sudah tak lagi terurus. Selain semak dan bau tak sedap, pada bagian dinding terdapat banyak coretan dari tangan jahil yang tidak bertanggung jawab.

Pada bagian atap Gua Jepang Palembang terlihat sengaja dilubangi warga sebagai pencahayaan Bunker dan lorong gua. Warga sekitar sebenarnya masih sering datang untuk sekadar berkunjung dan berfoto tetapi takut jika harus masuk ke dalam.

Meski tidak terlihat adanya barang-barang peninggalan Jepang di dalam gua, tetapi ada sekat-sekat kamar berukuran 2x3 meter tampak masih utuh. Tentu tidak terurusnya Gua Jepang Palembang saat ini harus menjadi tanggung jawab pemerintah dan warga setempat.

Apalagi aset sejarah ini menjadi bukti kelamnya masa lampau sebelum Indonesia merdeka.

"Seharusnya ini menjadi tanggung jawab pemerintah. Sayang kan, ini aset sejarah tetapi tidak dimanfaatkan, tidak dirawat dan hanya menjadi semak belukar begitu saja," sambung pria berusia 45 tahun ini. (msl/msl)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA