Reruntuhan bata merah dan bebatuan yang menyerupai taman menyita perhatian setiap pengunjung Museum Keraton Kasepuhan Cirebon, Jawa Barat. Lokasinya berada di dalam museum.
Di lokasi reruntuhan tercatat keterangan bahwa reruntuhan bata merah dan bebatuan itu bernama Situs Sirara Denok. Dalam keterangannya, situs ini merupakan sisa reruntuhan dari gedong Nyi Rara Denok yang dibuat abad ke-14. Bentuknya tidak jauh berbeda dengan Taman Air Gua Sunyaragi Cirebon.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ya dijadikan sebagai tempat penyimpanan benda pusaka. Terus, ada juga taman untuk kumpulnya para putri di situ. Makanya bentuknya seperti itu," kata Hafid saat ditemui detikTravel di lokasi reruntuhan Situs Sirara Denok, Jumat (25/5/2018) siang.
(Sudirman Wamad/Cirebon) Foto: undefined |
Hafid mengatakan Sirara Denok disimbolkan sebagai perempuan cantik. Menurut cerita orang-orang, sambung Hafid, di situs itu dulunya terdapat taman air. Sistem perairannya, lanjut dia, persis seperti Gua Sunyaragi Cirebon.
"Kata orang tua dulu itu ada kolamnya, persis Gua Sunyaragi. Nah, kan gedungnya bertingkat, di bagian atasnya itu dijadikan penyimpanan pusaka," ucap Hafid.
BACA JUGA: Batu Gilang, Penanda Arah Kiblat Zaman Sunan Gunungjati
Gaya arsitektur Situs Sirara Denok itu dikatakan Hafid dipengaruhi juga gaya arsitektur Tiongkok. Sebabnya, sambung dia, saat itu Sunan Gunungjati memiliki kedekatan dengan Dinasti Ming.
"Ada ukiran gaya Tiongkoknya. Karena dulu di zaman kekaisaran Dinasti Ming memiliki kedekatan dengan Cirebon. Banyak bangunan kuno di Cirebon yang dipengaruhi gaya Tiongkok," katanya.
Nah, ngabuburit di Museum Keraton Kasepuhan memang cocok banget. Kamu bisa belajar sejarah Cirebon sambil menunggu waktu berbuka puasa. Mau salat maghrib usai buka puasa gampang banget, tinggal menyeberang ke Masjid Agung Sang Cipta Rasa.
(Sudirman Wamad/Cirebon) Foto: (Sudirman Wamad/Cirebon) |
Saksikan juga video "Mengunjungi Masjid Peninggalan Sunan Ampel" berikut ini:
(krn/fay)












































(Sudirman Wamad/Cirebon) Foto: undefined
(Sudirman Wamad/Cirebon) Foto: (Sudirman Wamad/Cirebon)
Komentar Terbanyak
Ibu Kota Negara Tetap di Jakarta, IKN Jadi Apa?
Prabowo: Jangan Terlalu Kagum pada Bangsa yang Kaya dari Merampas Bangsa Lain
Meresahkan, Rombongan Pendaki Karaoke di Puncak Gunung Andong