Rambu Solo merupakan salah satu upacara kematian yang di Tana Toraja yang digelar dengan pesta besar. Dalam acara Rambu Solo ini, ada beberapa tahapan yang dilakukan dan salah satunya adalah upacara Mabadong.
Dalam upacara Mabadong, menampilkan tarian yang dilakukan oleh sekelompok orang yang disebut Pabadong (penari) yang sambil bernyanyi. Para penari akan menyanyikan kisah kisah tentang orang terdahulu dan juga riwayat hidup dan kebaikan orang yang meninggal.
Para penari berdiri melingkar dan bernyanyi bersama (M Taufiqqurrahman/detikTravel) Foto: undefined |
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
(Muhammad Taufiqqurrahman/detikTravel) Foto: undefined |
"Ini adalah tarian pengantar arwah bagi yang meninggal," kata salah seorang warga, Eka di lokasi Rambu Solo.
Eka mengatakan, Mabadong ini biasanya berlangsung pada malam hari atau pagi hari dan berlangsung beberapa jam hingga seharian.
"Suasana magis dalam Mabadong akan terasa jika dilakukan pada malam hari," ucapnya.
Selama bernyanyi, para penari akan saling mengkaitkan jari kelingking dan dilakukan di depan jenazah yang akan dimakamkan. Setelahnya, akan ada ceramah yang dilakukan oleh pendeta setempat kepada pada keluarga dan hadirin yang datang. (sym/fay)












































Para penari berdiri melingkar dan bernyanyi bersama (M Taufiqqurrahman/detikTravel) Foto: undefined
(Muhammad Taufiqqurrahman/detikTravel) Foto: undefined
Komentar Terbanyak
Saat Gibran Ikut Memikul Salib Paskah di Kupang
Setuju Nggak, Orang-orang Jepang Paling Sopan?
Bayangkan Hidup Tanpa Matahari: Kisah Desa dengan Hujan 'Abadi'