Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Minggu, 23 Sep 2018 12:50 WIB

DOMESTIC DESTINATIONS

Tradisi Usir Bala dan Arwah Jahat Ala Warga Dompu

Faruk Nickyrawi
detikTravel
Foto: (Faruk Nickyrawi/detikTravel)
Foto: (Faruk Nickyrawi/detikTravel)
Dompu - Tiap wilayah di Indonesia memiliki tradisi yang sudah dilakukan sejak zaman dulu hingga kini. Seperti di Dompu, terdapat tradisi Ngaha Kaiwiri.

Nggahi Rawi Pahu adalah julukan bagi Kabupaten Dompu. Daerah yang terkenal dengan pengahsil jagung ini terletak di bagian tengah Pulau Sumbawa, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Daerah ini terkenal dengan tradisinya yang unik. Salah satunya adalah acara spiritual yang masih terjaga sejak abad ke 19.

Namanya Ngaha Kaiwiri. Dalam bahasa Indonesianya, Ngaha berarti Makan, dan Kawiri adalah Bubur yang terbuat dari beras yang sudah dicampur dengan santan dan sedikit gula. Sehingga Ngaha Kawiri adalah Makan Bubur.

Masyarakat Dompu mempercayai tradisi sebagai salah satu cara untuk Talok Bala atau mengusir roh dan arwah jahat yang mengganggu ketentraman masyarakat setempat. Biasanya kegiatan ini dilakukan oleh masyarakat pada setiap Jumat pagi, atau menjelang terbitnya wajar dari ufuk timur.

Tradisi Usir Bala dan Arwah Jahat Ala Warga DompuFoto: (Faruk Nickyrawi/detikTravel)


Kegiatan ini selain untuk mengusir roh dan arwah jahat yang menggentangi masyarakat, juga memiliki nilai sosial yang sangat tinggi, dimana dapat mempererat tali silahturahmi antar warga.

Menurut cerita warga setempat, Tradisi ini pertama kali diperkenalkan oleh Syekh Abdul Gani, yang terkenal dengan sebutan Al Dompuwi atau Al Bimawi pemuka agama islam di Dompu yang termasyhur pada Abad ke 19. Pada saat itu, roh dan arwah jahat masih kental menghantui masyarakat Dompo (sebutan Dompu masa lalu).

"Tradisi ini memang sudah ada sejak lama, tapi kami masih lestarikan hingga kini," kata salah satu warga Dompu, Junaidin, pada detikTravel Jumat (21/09/2018) kemarin.

Seperti yang dilakukan oleh warga Desa Kareke, Dompu NTB, pada Jumat lalu. Dalam prosesinya, masyarakat dari berbagai kalangan dilibatkan, terutama anak-anak yang masih berusia dini. Pasalnya, anak usai dini rentan diganggu oleh mahluk halus. Setiap warga berpartisipasi untuk membuat bubur secara massal. Kemudian menyajikan bubur yang telah jadi pada wadah besar seperti Niru.

Sebelum makan, biasanya didahulukan untuk membaya doa Tolak Bala dan memohon keselamatan, ketentraman dari Allah.

Tradisi Usir Bala dan Arwah Jahat Ala Warga DompuFoto: (Faruk Nickyrawi/detikTravel)


Untuk memakan bubur ini, tidak bisa dilakukan di atas rumah (Rumah Panggung) atau di dalam rumah (rumah batu) melainkan harus diluar. Jika ditengah perkampungan, warga melakukannya di lorong-lorong gang juga di teras surau dan masjid.

Jika Anda memiliki kesempatan untuk mengunjungi Dompu dan jika Anda beruntung, Anda akan menemui dan melihat secara langsung dan pastinya Anda dapat mencicipi bubur spiritual ini.


(aff/aff)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED