Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 04 Des 2018 17:15 WIB

DOMESTIC DESTINATIONS

Yang Baru di Gunungkidul: Shoka Bukit Senja

Pradito Rida Pertana
detikTravel
Pengunjung yang sedang menikmati sore di Shoka Bukit Senja (Pradito Rida Pertana/detikTravel)
Pengunjung yang sedang menikmati sore di Shoka Bukit Senja (Pradito Rida Pertana/detikTravel)
Gunungkidul - Shoka Bukit Senja yang belum lama ini dibuka di Gunungkidul menawarkan wisata perbukitan dengan pemandangan pantai yang cantik. Tempatnya juga romantis lho!

Gunungkidul kembali memiliki spot foto baru, Shoka Bukit Senja. Spot tersebut terletak di perbukitan kawasan Dusun Gabug, Desa Giricahyo, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Gunungkidul. Namun, siapa sangka spot foto itu dulunya adalah lahan yang tidak terurus dan jarang dijamah masyarakat.

Dijelaskan Evi Andriyani (27), pemilik spot foto Shoka Bukit Senja bahwa tempat tersebut belum lama dibuka untuk umum. Hal itu mengingat proses pembangunan spot foto yang menghadap langsung ke Pantai selatan itu dulunya adalah sebuah lahan yang diabaikan.

"Baru sebulanan ini dibukanya mas," kata Evi kepada detikTravel saat ditemui di Shoka Bukit Senja, Minggu (2/12/2018).

Awal mula tercetusnya ide untuk mengembangkan lahan miliknya sebagai spot foto sunset sekaligus tempat wisata berawal saat ada orang yang melihat sunset dari balik lahannya. Dikatakan Evi, setelah mengeceknya ternyata di balik lahannya itu memang memiliki pemandangan yang indah, khususnya pada saat sunset.

"Ini milik pribadi, dulunya di sini (Shoka Bukit Senja) itu alas (lahan) yang isinya tumbuhan untuk pakan ternak dan batu-batuan itu. Tapi karena banyak yang bilang pemandangan di belakang alas bagus saya sama saudara coba membersihkannya," ujarnya.

Bersantai di Shoka Bukit Senja (Pradito Rida Pertana/detikTravel)Bersantai di Shoka Bukit Senja (Pradito Rida Pertana/detikTravel)
Lanjut wanita yang murah senyum ini, bahwa upaya untuk menyulap lahan miliknya yang tidak terurus menjadi spot foto memakan waktu hingga tahunan. Bukan tanpa alasan, hal itu dikarenakan akses jalan yang cukup sulit sehingga ia bersama saudaranya perlu membuat jalur baru menuju spot tersebut.

"Yang bersih-bersih dan membangun ini dua tahunan, lama memang karena masih manual. Seperti mindah batu-batu itu dan lain-lain nggak pakai alat, ya kalau pakai alat yang sampai sini gimana," ucapnya.

"Sampai saat ini juga terus berproses untuk pembangunannya, rencananya setelah kamar mandi mau buat musala di sini," imbuhnya.

Pantauan detikTravel di lokasi, memang tampak beberapa orang tengah bergotong royong memindahkan sebuah pohon. Selain itu tampak pula dua buah kamar mandi yang belum dicat namun telah berfungsi di sekitar area parkir Shoka Bukit Senja.

"Kalau fasilitasnya di sini sementara sudah ada gazebo dua buah, tempat duduk dan meja juga sudah beberapa ada, kamar mandi, hammock untuk tiduran ada dan kalau malam ada lampu juga walau baru dua," ujarnya.

"Semoga ke depannya bisa nambah lagi fasilitasnya," imbuhnya.

Pemandangan pantai selatan (Pradito Rida Pertana/detikTravel)Pemandangan pantai selatan (Pradito Rida Pertana/detikTravel)
Disinggung mengenai biaya masuk ke Shoka Bukit Senja, Evi menyebut sementara tidak dikenakan biaya dan hanya diwajibkan membayar uang parkir. Hal itu dikarenakan belum banyak orang yang mengunjungi spot foto tersebut.

"Cuma membayar parkir aja Rp 3 ribu. Kalau pengunjung ya beberapa ada, biasanya bule yang sering ke sini, tapi paling banyak (pengunjungnya) ya kalau hari Sabtu atau Minggu saja," katanya.

Mengenai jam buka spot foto tersebut, Evi mengatakan bahwa sejak pagi ia bersama keluarganya sudah membuka spot tersebut hingga malam hari. Mengingat Evi memiliki sebuah warung, yang jadi satu-satunya warung di Shoka Bukit Senja.

"Bukanya pagi sampai tamu pulang, biasanya malam sampai isya, pokoknya habis tamunya baru tutup. Karena kalau malam kan kelihatan lampu-lampu di bawah itu (Shoka Bukit Senja), mungkin itu yang bikin betah tamu-tamu," ucapnya.

"Sama kalau di laut itu kalau malam kan banyak lampu yang berasal dari kapal-kapal yang lewat mas," sambungnya.

Untuk mencapai spot ini, pengunjung perlu menempuh perjalanan darat sekitar 30 km dari Kota Yogyakarta ke arah selatan. Selain dari Kota Yogyakarta, spot tersebut dapat dicapai dengan melakukan perjalanan darat dari Kota Wonosari sejauh 28 km ke arah selatan.

Memang selisih jarak dari dua tempat tersebut tidak begitu banyak, mengingat Shoka Bukit Senja terletak di perbatasan antara Gunungkidul dan Bantul. Sesampainya di area parkir paralayang Watugupit, pengunjung akan menemui penunjuk jalan menuju spot tersebut. Adapun jarak dari jalan raya menuju spot itu berjarak 500 meter dengan kondisi jalan yang terbuat dari cor semen.

Akan tetapi, setelah menyusuri jalan berbentuk angka 11 sejauh 500 meter itu mata pengunjung akan dimanjakan dengan pemandangan indah berupa sunset yang dipadu bentangan garis Pantai selatan. Meski masih dalam proses pengembangan, di Shoka Bukit Senja menyediakan beberapa gazebo dan tempat duduk guna menikmati sunset.

Wisatawan asyik foto-foto (Pradito Rida Pertana/detikTravel)Wisatawan asyik foto-foto (Pradito Rida Pertana/detikTravel)
Untuk makanan dan minuman, tempat tersebut hanya menyediakan satu warung saja. Melangkah lebih jauh di spot tersebut, pengunjung akan mendapati beberapa tempat duduk yang menghadap langsung ke arah barat untuk menikmati sunset.

Di tempat tersebut juga terdapat anak tangga yang terbuat dari bebatuan untuk menuju ke ujung tebing yang berada di bagian bawah bukit. Sama seperti di bagian atas, di bagian bawah bukit tersebut terdapat beberapa tempat duduk lengkap dengan pagar yang terbuat dari kayu untuk sebagai pembatas.

Suasana tenang dipadu hembusan angin laut menambah kenyamanan pengunjung untuk menikmati sunset di Shoka Bukit Senja. Terlebih di spot tersebut pengunjung dapat melihat deburan ombak pantai selatan yang memanjakan mata. Karena itu, banyak pengunjung yang betah berlama-lama di Shoka Bukit Senja. (krn/krn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED
CNN ID
×
World Now
World Now Selengkapnya