Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Rabu, 06 Feb 2019 21:55 WIB

DOMESTIC DESTINATIONS

Gua Unik di Pangandaran, Bisa Berbunyi Seperti Gamelan

Andi Nurroni
detikTravel
Gua Sodong Goong di Pangandaran (Andi Nurroni/detikTravel)
Gua Sodong Goong di Pangandaran (Andi Nurroni/detikTravel)
Jakarta - Pangandaran punya gua yang batuannya menghasilkan bunyi merdu. Bunyinya mirip seperti alunan gamelan.

Wilayah Kabupaten Pangandaran dikenal dengan bentang karst yang memiliki gua-gua alami dan sungai bawah tanah yang menakjubkan. Ada salah satu gua unik yang mulai populer, Gua Sodong Goong namanya.

Kawasan Gua Sodong Goong bisa dicapai sekitar 90 menit perjalanan dari Pantai Pangandaran. Setelah berkelok dari jalan raya, wisatawan akan melalui suasana jalan desa di tengah kebun dan sawah yang memanjakan mata.

Keunikan gua di Dusun Kutakanyere, Desa Sindangsari, Kecamatan Cimerak ini adalah karater dinding batunya yang bisa mengeluarkan bunyi khas ketika dipukul. Jika dimainkan bersama-sama, bunyi yang dihasilkan begitu indah bak suara gamelan.

Seperti dalam video yang beredar di grup-grup WhatsApp warga, tampak sekelompok orang tengah memainkan instrumen gamelan alam ini sehingga menghasilkan musik yang unik.


(Andi Nurroni/detikTravel)

Ditemani sang juru kunci, Radihin (60), detikTravel baru-baru ini menelusuri keunikan gua tersebut. Radihin menunjukkan sejumlah stalaktit yang mengeluarkan bunyi unik ketika dipukul, nyaris seperti dentum logam dari instrumen gamelan. Radihin sendiri menggunakan tulang sapi sebagai pemukul untuk menghasilkan bunyi yang jernih.

"Kalau yang mengerti nada gamelan, ini bisa dimaikan. Sayangnya saya tidak bisa," ujarnya.

Karena bunyi yang dihasilan mirip gamelan, batu-batu stalaktit tersebut diberi nama. Mulai dari Saron, Bonang hingga Goong. Batu Goong misalnya, berada di dalam gua dan terbilang stalaktit yang paling besar.

(Andi Nurroni/detikTravel)


Nah, Gua Sodong Goong berada di kompleks bebukitan dan lembah cadas yang dikelilingi tanah ladang dan sawah warga. Selain Gua Sodong Goong, beberapa objek di sekitarnya memiliki nama khusus, seperti Gajah Mangala, Panggung Karaton, Situ Mendung dan Pangapungan.

Masing-masing tempat tersebut utamanya dikenal karena cerita legenda dan mitos. Seperti mitos kuda sembrani, Nyi Layang Sari Kembang, Nyi layang Sari Omas dan lain-lain.

"Memang yang datang biasanya untuk ziarah. Banyak dari luar kota, seperti Tasikmalaya, Banyumas, Yogyakarta, dan lain-lain," kata Radihin.


Butuh setidaknya 30 menit hingga satu jam untuk menelusuri satu demi satu situs tersebut. Di luar cerita-cerita mitosnya, kompleks situs yang masih belum dikembangkan tersebut tampak menyimpan keindahan sekaligus potensi objek penelitian ilmu kebumian.

Kepala Desa Sindangsari, Herman, menyampaikan saat ini pihaknya tengah mengajukan pemenuhan sarana-prasarana untuk menjadikan Gua Sodong Goong sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Kecamatan Cimerak.

"Semoga saja bisa membangkitkan taraf perekonomian warga," kata Herman. (krn/aff)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED