Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 07 Feb 2020 07:07 WIB

DOMESTIC DESTINATIONS

Melihat Kampung Dokdak Ciamis, Menyaksikan Kerja Pande Besi

Dadang Hermansyah
detikTravel
Melihat Kampung Dokdak Ciamis, Pertahankan Pembuatan Perkakas Pertanian Secara Tradisional
Warga Kampung Dakdak masih produktif membuat kerajinan dari besi (Foto: Dadang Hermansyah/detikcom)
Ciamis -

Sentra pembuatan peralatan pertanian dari besi juga ada di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Sentra perkakas ini sudah ada turun-menurun sejak puluhan tahun, lo.

Kampung itu disebut juga Kampung Dokdak, terletak di Dusun Ciwahangan, Desa Baregbeg, Kecamatan Baregbeg, Kabupaten Ciamis. Penduduknya mayoritas menggantungkan hidup dari pembuatan perkakas seperti sabit, parang, pisau, golok dan lainnya. Mereka masih menggunakan cara tradisional untuk produksi.

Sedikitnya ada 42 pos atau pabrik tempat menempa besi baja atau besi per kendaraan. Dalam 1 pos terdiri 3 orang warga bekerjasama membakar dan membentuk besi menjadi perkakas yang hampir setiap hari produksi. Ada juga beberapa pos yang digunakan untuk memproduksi gagang perkakas yang terbuat dari kayu.

Melihat Kampung Dokdak Ciamis, Pertahankan Pembuatan Perkakas Pertanian Secara TradisionalFoto: Dadang Hermansyah/detikcom

Saat detikcom mengunjungi Kampung Dokdak tampak, di sepanjang jalan, terdengar suara sedang memukul-mukul. Sehingga, bunyi tersebut menjadi julukan kampung tersebut.

Terlihat di setiap pos yang hanya terbuat dari bilik bambu warga sedang beraktivitas membuat perkakas, memukul-mukul besi yang telah dipanaskan menggunakan palu.

Salah satu pengrajin atau pandai besi, Uju (63) mengaku sudah menekuni pembuatan perkakas sudah puluhan tahun. Keahliannya tersebut didapat dari warisan orang tuanya.

"Jadi, mayoritas warga di sini pengrajin perkakas, setiap pos ada 2-3 orang. Masih mempertahankan secara tradisional, pembakarannya menggunakan 2 pipa yang digerakkan menggunakan tangan, ada juga yang bagiannya memukul-mukul dan memasukan bahan besi ke dalam bara api," ujar Uju di tempat produksinya, Kamis (6/2/2020).

Melihat Kampung Dokdak Ciamis, Pertahankan Pembuatan Perkakas Pertanian Secara TradisionalFoto: Dadang Hermansyah/detikcom

Menurut Uju, dalam sehari setiap pos mampu menghasilkan puluhan hingga ratusan perkakas ukuran kecil dan sedang seperti golok, pisau dan parang atau congkrang. Besi yang digunakan adalah besi per yang mengandung baja. Sehingga kualitas perkakas yang dihasilkan tajam, awet dan kuat.

"Kalau belanja besi memang dari luar daerah seperti ke Bandung. Pemasarannya selain di Ciamis sendiri juga sudah ke beberapa daerah, seperti Tasikmalaya, Bandung, Tasikmalaya dan beberapa daerah di Jawa Barat lainnya," kata Uju.

Uju mengungkapkan selama ini belum ada perhatian Pemerintah Ciamis terhadap para pengrajin pandai besi. Mereka mengaku belum tersentuh bantuan pemerintah. Padahal, Kampung Dokdak ini merupakan salah satu potensi untuk mendongkrak perekonomian masyarakat Ciamis.

"Memang kendalanya itu permodalan, yang dibutuhkan para pengrajin hanya modal. Kalau pinjam ke bank itu nantinya sebelum lunas sudah habis. Harapannya ada bantuan permodalan dari Pemerintah," kata Uju.

Melihat Kampung Dokdak Ciamis, Pertahankan Pembuatan Perkakas Pertanian Secara TradisionalFoto: Dadang Hermansyah/detikcom

Uju dan para pandai besi lainnya bertekad untuk mempertahankan warisan pembuatan perkakas besi secara tradisional ini. Beberapa pemuda saat ini sudah berlatih untuk kemudian meneruskan, supaya Kampung Dokdak ini tetap bertahan.

Sementara itu, Pjs Kepala Desa Baregbeg, Owoy, mengatakan Pemdes akan mendorong para pengrajin untuk tetap mempertahankan produksinya. Pemerintah desa juga akan berusaha untuk mengembangkan dan membantu para pandai besi ini.

"Kita akan kembangkan, akan dibantu. Bahkan ke depan kita berencana untuk menggelar festival Kampung Dokdak, agar kampung ini dikenal secara luas. Apalagi produknya saat ini belum memiliki merek yang bisa membawa nama Ciamis. Untuk merek akan kita pikirkan bersama," Owoy menjelaskan.



Simak Video "Jalan-jalan ke Puncak Bangku, Menikmati Negeri di Atas Awan"
[Gambas:Video 20detik]
(pin/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA