Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Sabtu, 11 Jul 2020 05:47 WIB

DOMESTIC DESTINATIONS

Katanya, Ini Pintu Gerbang Menuju Kerajaan Laut Selatan

Syahdan Alamsyah
detikTravel
Kawasan Batu Karut
Foto: (Syahdan Alamsyah/detikcom)
Sukabumi -

Batu Karut menjulang menghadap Teluk Palabuhanratu, Sukabumi, Jawa Barat. Batu-batu itu dipercaya sebagai gerbang menuju dunia lain tempat kerajaan laut selatan berada.

Susunan batu-batu kotak nyaris sempurna bertumpuk hingga membentuk segitiga setinggi kurang lebih 8 meter. Tumpukan batu geosite itu dikenal juga dengan sebutan Kekar Kolom Ignibrit.

Kekar kolom itu terbentuk ketika lava atau abu vulkanik yang sangat panas yang perlahan menjadi dingin secara alami, bukti dari keberadaan gunung api di masa lampau.

Masyarakat setempat menyebut tumpukan batu itu dengan nama Batu Karut. Bukan cuma satu, tumpukan batu dengan bentuk segitiga menjulang itu ada dua, seperti pintu. Arahnya menuju kawasan pesisir pantai.

Dua tumpukan batu itu dipercaya sebagai pintu gerbang menuju kerajaan di bawah lautan. Dan, di lokasi inilah nama Palabuhanratu berasal.

Kawasan Batu KarutKawasan Batu Karut Foto: (Syahdan Alamsyah/detikcom)

Cerita itu dijelaskan dalam panel keterangan yang berada di dekat tumpukan batu, dalam panel itu tertulis "Menguak Lanskap Budaya dari zaman batu sampai modern", ya kawasan Batu Karut memang masuk ke area bentangan Geopark Ciletuh Palabuhanratu yang diakui oleh UNESCO.

"Kawasan Batu Karut ini adalah salah satu keunggulan objek wisata yang ada di kawasan Grand Inna Samudera Beach. Masyarakat bisa melihat sejarah dari zaman gunung berapi dari lava sehingga muncul seperti ini. Masyarakat di sini percaya bahwa ini adalah pintu gerbang menuju ke laut," kata Human Development GISBH Palabuhanratu, Hartono, kepada detikcom, Sabtu (11/7/2020).

Keberadaan batu itu memang cukup unik. Tapi, kendati disebut-sebut sebagai pintu gerbang menuju kerajaan bawah laut tempat Nyi Roro Kidul "berkuasa", tidak sedikitpun rasa seram menyergap saat berdiri di sana.

Keindahan Teluk Palabuhanratu menggelitik untuk menjepretkan kamera sekedar berselfie atau mengambil foto landscape keindahan pasir, batu dan lautan.

"Pemandangan ke laut memang bagus, spotnya untuk berfoto juga bagus. Ini memang masuk kawasan Geopark Ciletuh yang diakui oleh UNESCO," Hartono menambahkan.

Dengan tawaran pemandangan yang oke, beberapa developer telah mengincar lokasi itu untuk dibuat tempat usaha.

Kawasan Batu KarutKawasan Batu Karut Foto: (Syahdan Alamsyah/detikcom)

Hartono menyebut di lokasi itu sempat bakal dibangun sebuah restoran dengan pertimbangan view-nya yang sangat bagus. Tapi, belum tuntas pembanguannya, tembok-tembok yang sudah berdiri hancur oleh terjangan ombak pantai selatan.

"Dalam panel di depan itu dijelaskan bahwa dua bebatuan yang menjulang itu dipercaya sebagai awal mula nama Palabuhanratu berasal, itu keterangan dari pengelola Geopark Ciletuh," ujar Hartono.

Kawasan Batu KarutKawasan Batu Karut Foto: (Syahdan Alamsyah/detikcom)

Lokasi Batu Karut berada di Kecamatan Cikakak, Kabupaten Sukabumi berada di kawasan GISBH dari Jakarta menuju lokasi itu memakan waktu sekitar 4 - 5 jam. Fasilitas alami itu bisa dinikmati gratis bagi mereka yang menginap di GISBH.



Simak Video "Aksi Heroik Dadan Selamatkan Wisatawan yang Ditelan Ombak"
[Gambas:Video 20detik]
(sym/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA