Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Minggu, 23 Agu 2020 14:21 WIB

DOMESTIC DESTINATIONS

Menelusuri Sentra Pembuatan Senjata Kerajaan Demak di Kudus

Dian Utoro Aji
detikTravel
Sentra pembuatan senjata Kerajaan Demak di Kudus.
Sentra pembuatan logam di Kudus (Dian Utoro Aji/detikTravel)
Kudus -

Kabupaten Kudus, Jawa Tengah tak hanya dikenal dengan kreteknya. Juga ada sentra pembuatan senjata zaman Kerajaan Demak.

Lokasi persisnya ada di Dukuh Mbareng, Desa Hadipolo, Kecamatan Jekulo. Lalu bagaimana sejarahnya?

Hal itu terungkap pada webinar yang diselenggarakan oleh Komunitas Jejak Edukasi Napak Tilas Kabupaten Kudus (Jenank). Kegiatan dalam rangka HUT Kemerdekaan ke- 75 RI dan Harlah ke- 6 Jenank itu menghadirkan tiga narasumber.

Mereka adalah Ketua UMKM Logam Kudus M. sahri Baedlowi, Sejawaran Kudus Edy Supratno dan Pegiat Sejarah Badra Santi Institute.

Pada kesempatan itu Sahri mengatakan, dari cerita turun temurun ada leluhur yang merupakan orang pertama membuat kerajinan dari logam. Dia adalah Mbah Tingal murid dari Sunan Muria. Mbah Tingal merupakan warga dukuh Mbareng.

"Saya sempat datang ke tokoh masyarakat, itu diceritakan ada cikal bakal seorang murid Sunan Muria, Mbah Tingal. Dia merupakan orang pertama membuat logam (pande) seperti senjata, ada peralatan dapur dan juga peralatan pertanian," kata dia saat webinar, Minggu (23/8/2020).

Sentra pembuatan senjata Kerajaan Demak di Kudus.Sentra pembuatan senjata Kerajaan Demak di Kudus (Dian Utoro Aji/detikTravel)

Sahri menceritakan, bahwa Mbah Tingal ini hidup di abad 14 akhir. Pada waktu itu menurutnya Mbah Tingal saat membuat senjata dari logam tanpa menggunakan alat. Mbah Tingal hanya menggunakan lutut dan tangan.

"Dulu konon ceritanya buat senjata itu hanya logam ditaruh di lutut kemudian ditempa menggunakan tangan," cerita dia.

"Kalau sekarang seperti membuat parang itu parang ditempa yang bagus kemudian disepuh, disepuh paling pakai air gamping dan begitu saja. Penempaan logam, penting sudah merah," lanjut dia.

Menurutnya hasil logam dari Mbareng cukup dikenal di pasaran. Bahkan Sahri sudah pernah mengirim hasil logam berupa peralatan dapur dikirim sampai Australia.

"Kalau hasil logam dari sini (Mbareng) sudah terkenal lagi. Kalau ngomong pisau dari Mbareng sudah laris, yang lain sudah lewat, sudah menjadi merek tersendiri. Dulu penjual satu pasar ke pasar lain, sekarang saya sampai ke New Zealand, Malaysia itu semua kaitan dengan logam," papar dia.

Edi Supratno Sejarawan Kudus menjelaskan, tidak dipungkiri bahwa Mbareng diduga kuat menjadi sentra pembuatan senjata dari Kerajaan Demak pada waktu itu. Menurutnya pada abad ke- 17 Demak tengah gencar melawan Portugal di Malaka. Demak pada saat melawan Portugal itu membawa kapal dan senjata.

"Saya bayangkan, bahwa Demak pada saat melawan Portugal sudah membawa kapal - kapal, bukan kapal sembarangan dan dilapisi oleh logam. Semua kapal itu tersedia meriam, lalu di mana meriam itu dibuat? Maka itu kaji di mana yang membuat senjata dan unsur logam itu," terang Edy.

Edy mengatakan, pada zaman dulu bahan baku logam bersumber dari Kalimantan dan Sulawesi. Padahal zaman itu logam dari China sudah ada. Namun, kualitasnya lebih baik bagus dari Sulawesi dan Kalimantan.

"Untuk bahan baku maka sumber logam yang dikelola orang Jawa itu dari Kalimantan dan Sulawesi. Meskipun pada saat itu sudah bahkan banyak sekali besi didatangkan dari China dan itu harganya lebih murah. Para pande besi lebih suka memakai bahan Kalimantan dan Sulawesi bahannya lebih berkualitas dari pada besi didatangkan dari China," jelas dia.

Sentra pembuatan senjata Kerajaan Demak di Kudus.Konon sentra ini punya sejarah panjang (Dian Utoro Aji/detikTravel)

Sebagai gambar kata Edy, setelah Kerajaan Majapahit runtuh, Kerajaan Demak begitu menguasai. Menurutnya, pande besi yang sebelumnya hidup di masa Kerajaan Majapahit lalu diboyong ke Kerajaan Demak. Diduga kuat tempat pande besi dari Majapahit berada di dukuh Mbareng tersebut.

"Bahwa Kerajaan Demak menguasai Majapahit (masa akhir runtuhnya kerajaan Majapahit) pada saat pande besi di Majapahit di sana banyak pindah dari Jawa Timur ke Jawa Tengah (Kerajaan Demak), Ada yang mengatakan pande besi diboyong ke Jawa Tengah, yang ada di dukuh Mbareng ini," ungkap dia.

"Diketahui bahwa Demak membutuhkan banyak sekali senjata melawan Portugis di Malaka," jelasnya.

Bukti lain menunjukan Mbareng sebagai sentra pembuatan senjata Kerajaan Demak ada di dekat Mbareng ada Desa Kesambi. Menurut Edy, Desa Kesambi dikaitkan dengan pohon kesambi.

Kesambi merupakan pohon yang memiliki karakteristik kayunya cocok untuk arang. Dalam hal ini sebagai pembuatan senjata.

"Lalu ada Desa Kesambi, orang mengkaitkan banyak pohon kesambi. Kesambi memiliki karakteristik kayunya cocok untuk arang. Ketika misalnya, maka ketersediaan bahan baku bakar arang itu banyak, sehingga tidak perlu mencari tempat yang lain," jelas dia.

"Untuk melelehkan besi 600 sampai 1.000 derajat. Kayu kesambi itu masuk," ujar dia.

Menurut Edy, bahwa di Mbareng dulu ternyata pernah menjadi sentra alat pertanian dan perusahaan negara di bidang metal pada masa orde lama. Perusahaan itu bernama PN PR Wiyasa Yosa.

Sementara itu, salah satu peserta webinar Erik Aditya Ismaya mengatakan bahwa Mbareng menjadi sentra pembuatan senjata ada hubungannya dengan sosok Sunan Kudus. Menurutnya, sosok Sunan Kudus cukup dikenal sebagai panglima perang Kerajaan Demak.

"Dari Sunan Kudus ini lah wilayah Mbareng menjadi sentra pembuatan senjata di Kerajaan Demak karena peran seorang Sunan Kudus," tambah Erik yang juga merupakan Dosen UMK.



Simak Video "Tradisi Bubur Asyuro, Kudus"
[Gambas:Video 20detik]
(rdy/rdy)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA