Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 22 Okt 2020 10:12 WIB

DOMESTIC DESTINATIONS

Museum Kretek Kudus Miliki 3 Koleksi Baru, Apa Itu?

Dian Utoro Aji
detikTravel
Museum Kretek Kudus
Museum kretek Kudus memiliki tiga koleksi baru. (Dian Utoro Aji/detikTravel)
Kudus -

Museum Kretek di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah memiliki koleksi baru. Yakni, tiga buku peninggalan Nitisemito.

"Kami mempunyai tiga koleksi baru. Hanya saja, koleksi itu belum dipajang karena masih menunggu setelah diseminarkan akhir pekan ini," kata Kepala Museum Kretek Yusron yang dihubungi detikcom, Rabu (21/10/2020).

Ketiga buku itu adalah Journal Keuangan Nitisemito, Laporan Pemasukan Dari Abon Industri Rokok Tjab Tiga Bal Nitisemito, dan Laporan Abon Dari Industri Rokok Tjap Bal Tiga Nitisemito. Ketiga buku itu diperkirakan dibuat tahun 1941.

Buku pertama berbentuk persegi panjang dengan ukuran kurang lebih lebar 35,1 cm dan panjang 22,3 cm dengan ketebalan 2,6 cm dan terdiri dari 300 halaman. Tampilan buku tersebut cukup sederhana, dengan tampilan luar yang polos dengan kombinasi warna hitam dan putih.

"Bagian punggung buku terdapat tulisan Journal H Nitisemito," ujar dia.

"Dalam buku ini Nitisemito menulis jurnalnya menggunakan tulisan latin yang rapi dan berbahasa Belanda. Selain itu, satuan mata uang yang tertulis dalam buku journal Nitisemito yaitu gulden mata uang Belanda," dia menambahkan.

Sementara itu, pramuwisata Museum Kretek Novi Nurhayati mengatakan buku kedua merupakan laporan pemasukan dari abon atau pekerja melinting rokok. Buku kedua itu berisi kolom label seperti buku akuntansi pada umumnya, yang membedakan adalah lengan buku akuntansi lainnya berupa sistem penulisannya dan bahasa yang digunakan.

"Tata buku ini ditulis pada tahun 1941 di bulan September sampai Oktober oleh perusahaan Nitisemito dengan bahasa campuran berupa Bahasa Belanda dan juga ejaan Indonesia lama," kata dia.

Nama Abon isinya nama-nama atau pekerja melinting rokok, seperti Waginah dan Kanie.

"Laporan dari abon, ada catatan pengabon, abon ini adalah pekerja melinting rokok. Nah, di situ ada nama - namanya. Itu ada nama siapa, nanti ada bawa cengkeh, bawa tembakau berapa ditulis dalam buku itu," dia menjelaskan.

Sementara itu, buku ketiga adalah laporan abon dari industri rokok Tjap Bal Tiga Nitisemito. Pada buku itu kata dia ada kaitannya dengan buku kedua. Di buku ini tidak dicantumkan identitas seperti judul buku sehingga awalnya sulit untuk mengetahui isi dari buku itu. Tapi, setelah membaca ada tulisan "Kartoe Abon" yang berarti buku tersebut mengenai laporan abon pabrik rokok Nitisemito.

"Pada buku ini penghasilan abon atau pekerja bisa dilihat hingga pabrik nanti membutuhkan hasil batang rokok berapa juga diketahui," kata dia.

Ditambahkan ketiga buku tersebut hingga kini belum dipasang di Museum Kretek. Karena tengah akan diseminarkan pada akhir pekan ini. Rencananya, juga akan kembali dikaji terkait buku tersebut.

"Kemarin sudah dikaji hasilnya asli. Pekan ini akan diseminarkan dan akan dikaji lagi dengan ahli yang lebih paham," ujar dia.

(fem/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA