Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Minggu, 15 Nov 2020 13:45 WIB

DOMESTIC DESTINATIONS

Pasar Ampiran Bergaya Tempo Dulu di Lereng Muria

Dian Utoro Aji
detikTravel
Pasar Ampiran Kudus
Pasar Ampiran Kudus. (Foto: Dian Utoro Aji/detikcom)
Kudus -

Pasar Ampiran yang terletak di Dukuh Piji Wetan Desa Lau Kecamatan Dawe, Kudus terasa unik. Pasalnya pasar yang terletak di lereng Gunung Muria itu menyajikan konsep tempo dulu. Seperti apa suasannya?

Pasar ini berlokasi sekitar 11 kilometer dari pusat kota Kabupaten Kudus. Di lokasi yang berada di di tengah permukiman warga seolah pengunjung kembali ke suasana pedesaan. Terlebih konsep tradisional seperti kembali ke zaman tempo dulu.

Kesan tempo dulu itu terlihat dengan cara transaksi pembeliannya. Pengunjung saat membeli jajanan atau makanan di Pasar Ampiran menggunakan uang koin terbuat dari kayu.

Uang tersebut bisa ditukarkan di lokasi masuk Pasar Ampiran. Uang koin yang tersedia mulai dari bertuliskan angka 1 hingga 10. Pengunjung bisa menukarkan uang koin sesukanya.

Setelah masuk di Pasar Ampiran belasan kios jajanan dengan berbagai menu tradisional tempo dulu. Mulai dari sego dong jati (nasi daun jati) hingga sego pager mangkok.

Pasar Ampiran KudusPasar Ampiran Kudus. Foto: Dian Utoro Aji/detikcom

Nuansa tempo dulu di Pasar Ampiran semakin kental setelah para penjual memakai pakaian tradisional khas jawa. Ditambah lagi di sudut depan Pasar Ampiran terdapat panggung yang menampilkan kesenian tradisional khas dukuh Piji Wetan.

Panitia Kampung Budaya Piji Wetan,
Rhy Husaeni mengatakan, kegiatan Pasar Ampiran ini merupakan rangkaian dari seremonial Kampung Budaya Dukuh Piji Wetan Desa Lau, Kecamatan Dawe. Pasar Ampiran ini baru pertama kali dibuka.

"Ini kegiatan ada seremonial kampung budaya Dukuh Piji Wetan, ada runtutan acara ada kelas pagi, ada taman dolanan, ada Pasar Ampiran dan hiburan di panggung," kata Husaeni kepada wartawan di lokasi, Minggu (15/11/2020).

Husaeni mengatakan, Pasar Ampiran ini akan digelar setiap sebulan sekali. Dengan membuat konsep makanan tradisional khas Piji Wetan. Apalagi konon kata dia budaya di Piji Wetan merupakan warisan dari Sunan Muria.

"Rencananya setiap sebulan sekali digelar. Pasar Ampiran ini merupakan juga program dari PKK membuat makanan tradisional yang memiliki ketradisional," ujar dia.

Husaeni berharap dengan acara kampung budaya ini dapat melestarikan dan mengenal kembali kebudayaan di Lereng Muria. "Harapan paling besar, tidak hanya main. Mereka bisa mengenal kembali kebudayaan yang ada di lereng Muria sebenarnya banyak. Sebenarnya luhur keren, harus dikenal kembali. Kebudayaan itu besar," harapnya.

Pasar Ampiran KudusPasar Ampiran Kudus. Foto: Dian Utoro Aji/detikcom

Terpisah salah satu warga, Uswatun mengaku antusias dengan adanya kampung budaya dan di dalamnya ada Pasar Ampiran. Menurutnya acara seperti itu dapat melestarikan budaya jawa yang semakin lama mulai luntur.

"Ya mau lihat pertunjukan kampung budaya. Sama lihat anak anak bermain. Bagus sekali. Bisa melestarikan budaya jawa. Semakin lama semakin mudar," kata Uswatun.

"Harapannya, bisa melestarikan Piji Wetan tetap lestari. Anak - anak kecil tahu dan belum pernah dimainkan. Acara ini agar sering digelar, anak biar senang. Kenal mainan yang dulu - dulu," Uswatun menambahkan.



Simak Video "Jorok! Sungai Piji Kudus Penuh Sampah"
[Gambas:Video 20detik]
(pin/pin)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA