Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Minggu, 29 Nov 2020 09:35 WIB

DOMESTIC DESTINATIONS

Gua di Sumsel Ini Dipercaya Sebagai Pemandian Putri Kerajaan

Ivone Suryani
detikTravel
Gua di Ogan Komering Ulu, Sumsel.
Foto: (ivonesuryani/d'Traveler)
Ogan Komering Ulu -

Mau dapat pengalaman berbeda saat liburan di Sumatera Selatan? Gua Putri di Kabupaten Ogan Komering Ulu bisa jadi pilihan yang beda.

Di sana ada gua yang eksotis dan menjadi jejak Kerajaan Ogan, yakni Gua Putri. Ketika kami berkunjung ke sini, saya didampingi oleh Pak Herman dan Pak Ferdinata sebagai pemandu.

Menurut legenda masyarakat OKU, Gua Putri terbentuk karena kutukan Si Pahit Lidah, seorang tokoh sakti yang terkenal di Sumatera bagian selatan. Konon, dahulu hidup seorang putri yang bernama Dayang Merindu, selir dari Prabu Amir Rasyid, penguasa Kerajaan Ogan.

Suatu pagi, saat sang putri mandi di muara Sungai Semuhun, melintaslah Si Pahit Lidah. Ia berhasrat menyapa putri yang jelita itu. Namun, keberadaannya tak dihiraukan Dayang Merindu. Si Pahit lidah meradang, dia pun berucap, Sombong sekali putri ini, diam seperti batu. Sesaat kemudian, Dayang Merindu membeku menjelma menjadi batu.

Gua di Ogan Komering Ulu, Sumsel.Suasana di dalam Gua Putri (ivonesuryani/d'Traveler)

Si Pahit Lidah kemudian menuju desa tempat tinggal Dayang Merindu. Desa itu tampak sepi, Si Pahit Lidah pun bergumam, Betapa sepinya desa ini, tak ubahnya sebuah gua. Desa itu pun berubah menjadi gua.

Itulah sepenggal kisah yang pernah saya baca mengenai peristiwa dibalik terbentuknya Gua Putri.

Gua Putri terletak di perbukitan karst Bukitbarisan di Desa Padang Bindu, Kecamatan Semidang Aji. Gua ini memiliki panjang 159 meter, lebar 8 hingga 20 meter, dengan ketinggian mencapai 20 meter. Di dalamnya mengalir Sungai Semuhun, anak Sungai Ogan, yang mengalir dari arah barat ke timur.

Gua di Ogan Komering Ulu, Sumsel.Sungai di dalam gua (ivonesuryani/d'Traveler)

Banyak hal menarik yang bisa kita temukan di sini. Saat akan masuk, kita dianjurkan mengetuk pintu gua sebanyak tiga kali, yang menandakan salam untuk para leluhur. Di bagian dalam yang temaram dan berhawa sejuk, kita akan mendengar gemercik aliran sungai yang ikut mengiringi selama perjalanan.

Warga sekitar meyakini bahwa bagian sungai yang berada di dalam gua merupakan pemandian para putri kerajaan. Mereka juga percaya, air sungai ini membuat awet muda. Tak jarang pengunjung mandi atau sekadar membasuh muka di sini.

Selain stalaktit dan stalakmit dengan beragam bentuk yang memesona, tatanan batu di bagian dalam pun sangat menarik. Batu-batu tersebut secara alami terbentuk menyerupai tempat peristirahatan, singgasana, pedapuran untuk memasak, dan pembaringan (Dayang Merindu) yang di bawahnya mengalir air Sungai Semuhun.

Di bagian ujung, ada sebuah gua lagi yang bernama Gua Penjagaan. Di sudut Gua Penjagaan terdapat sebuah lubang dan di sisi kirinya tampak bongkahan menyerupai dua ekor harimau. Katanya, kedua harimau itu adalah penjaga di kala putri sedang mandi.

Berkunjung ke Gua Putri, wisatawan hanya dikenai tiket masuk seharga Rp 2.500 untuk anak sekolah dan Rp 5.000 untuk orang dewasa. Sedangkan biaya parkir motor sebesar Rp 2.000 dan Rp 5.000 untuk minibus.

---
Artikel ini merupakan kiriman pembaca detikTravel, Ivone Suryani dan sudah tayang di d'Travelers Stories. Traveler yang hobi berbagi cerita perjalanan, yuk kirim artikel, foto atau snapshot kepada detikTravel di d'Travelers. Link-nya di sini.



Simak Video "Kuliner Palembang, Susu Kerbau Rawa "
[Gambas:Video 20detik]
(rdy/rdy)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA