Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 27 Nov 2020 19:10 WIB

TRAVEL NEWS

Prasasti Kedukan Bukit, Bukti Tersohornya Kerajaan Sriwijaya

Tim detikcom
detikTravel
Prasasti Kedukan Bukit (Sumber: Situs Kemdikbud)
Foto: Prasasti Kedukan Bukit (Sumber: Situs Kemdikbud)/Prasasti Kedukan Bukit, Bukti Tersohornya Kerajaan Sriwijaya
Jakarta -

Prasasti Kedukan Bukit ditemukan di tepi Sungai Talang, dekat Palembang, Sumatera Selatan. Prasasti ini merupakan salah satu bukti tersohornya Kerajaan Sriwijaya.

Prasasti Kedukan Bukit ditulis pada 16 Juni 682 Masehi. Dalam buku Sejarah SMA Kelas XI oleh Prof Dr M Habib Mustopa dkk, prasasti ini disebutkan berisi perjalanan suci yang dilakukan Dapunta Hyang, pendiri sekaligus Raja Sriwijaya dengan perahu.

Dia berangkat dari Minanga Tamwan dengan membawa tentara sebanyak 20.000 orang dengan perbekalan sebanyak 200 peti yang dinaikkan perahu.

Diperkirakan prasasti dikeluarkan setelah Dapunta Hyang tiba kembali di pusat pemerintahannya. Jika demikian, besar kemungkinan prasasti itu dibuat di ibu kota kadatuan Sriwijaya.

Prasasti Kedukan Bukit berbentuk batu kecil berukuran 45 x 80 cm. Ditulis dalam aksara Pallawa dengan menggunakan bahasa Melayu Kuno.

Prasasti yang bercorak agama Budha ini dikenal juga dengan nama Prasasti Śrīwijaya I. Saat ini disimpan di Museum Nasional, Jakarta, dengan nomor D.146.

Selain Prasasti Kedukan Bukit, peninggalan Sriwijaya lainnya yakni Prasasti Talang Tuo.

Prasasti ini berangka tahun 684 Masehi dan berisi berita tentang pembuatan taman sriksetra atas perintah Dapunta Hyang Sri Jayanasa untuk kemakmuran semua makhluk.

Ada juga Prasasti Kota Kapur yang berangka tahun 686 M dan ditemukan di Kota Kapur, Pulau Bangka.

Prasasti ini berisi ekspedisi Sriwijaya ke daerah seberang lautan (Pulau Jawa) untuk memperluas kekuasaannya.

Selain itu ada lagi Prasasti Telaga Batu. Prasasti tidak berangka tahun ini berisi kutukan-kutukan terhadap siapa saja yang melakukan kejahatan dan tidak taat kepada raja.

Kemudian ada Prasasti Karang Berahi. Prasasti ini ditemukan di daerah Karang Berahi, Jambi Hulu pada tahun 686 M. Isi prasasti tentang permintaan kepada dewa yang menjaga Sriwijaya dan untuk menghukum setiap orang yang bermaksud jahat kepada Sriwijaya.

Terakhir, prasasti yang menunjukkan tersohornya Kerajaan Sriwijaya selain Prasasti Kedukan Bukit yakni Prasasti Ligor tahun 775 M.

Prasasti ini ditemukan di Tanah Genting Kra, Ligor, Thailand dan menceritakan persahabatan antarbangsa.



Simak Video "Tips Jadi Guru yang Menginspirasi dari Pakar Pendidikan"
[Gambas:Video 20detik]
(nwy/pal)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA