Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Rabu, 06 Jan 2021 16:04 WIB

DOMESTIC DESTINATIONS

Kesultanan Kerajaan Mataram Islam: Pendiri, Peninggalan, dan Letaknya

Rosmha Widiyani
detikTravel
ilustrasi kerajaan samudera pasai
Foto: istimewa/Kesultanan Kerajaan Mataram Islam: Pendiri, Peninggalan, dan Letaknya
Jakarta -

Kesultanan atau kerajaan Mataram Islam menjadi salah satu poin penting dalam sejarah Indonesia. Wilayah kekuasaan yang sangat besar menjadikan kesultanan atau kerajaan Mataram Islam penguasa Tanah Jawa.

Sejarah kesultanan atau kerajaan Mataram Islam menarik diikuti karena memiliki banyak nilai penting. Pendiri, peninggalan, dan letaknya kerap menjadi pertanyaan warganet dan kerap menjadi soal dalam.

Berikut pendiri, peninggalan, dan letak kesultanan atau kerajaan Mataram Islam

1. Pendiri kesultanan atau kerajaan Mataram Islam

Wilayah kesultanan atau kerajaan Mataram Islam dianugrahkan Sultan Pajang kepada Ki Ageng Pemanahan dan putranya Senapati. Ki Ageng Pemanahan dan Penjawi mendapat hadiah karena berhasil mengalahkan Arya Penangsang.

"Ki Ageng Pemanahan yang lebih dikenal dengan nama Kiai Gede Mataram adalah perintis Kerajaan Mataram. Dialah yang dalam waktu singkat menjadikan daerahnya sangat maju. Sayang dia keburu meninggal tanpa sempat menikmati hasil usahanya," tulis digital library UIN Surabaya.

Jika Ki Ageng Pemanahan adalah perintis, maka pendiri kesultanan atau kerajaan Mataram Islam adalah Panembahan Senopati. Raja kedua Mataram Islam ini adalah anak Ki Ageng Pemanahan yang bernama asli Danang Sutawijaya.

"Sebagai founding father kerajaan Mataram, Senopati tau cara mengelola konflik internal dan eksternal. Konflik internal dilakukan dengan menyingkirkan Ki Aneng Manir yang bisa menjadi batu sandungan, sedangkan eksternal diselesaikan dengan politik ekspansi," tulis sumber tersebut.

2. Letak kesultanan atau kerajaan Mataram Islam

Wilayah kesultanan atau kerajaan Mataram Islam awalnya adalah hutan tempat berdirinya istana tua Mataram Hindu. Areal ini hingga akhir abad ke-16 masehi merupakan wilayah kekuasaan Kerajaan Pajang.

"Lokasi ini dianugrahkan Sultan Pajang kepada Ki Ageng Pemanahan beserta putranya Panembahan Senapati, atas jasa mereka dalam ikut mengalahkan Adipati Jipang Panolan, Arya Penangsang. Wilayah ini kemudian dibersihkan Ki Ageng Pemanahan," tulis sumber digital library UIN Surabaya.

Tanah pemberian Sultan Pajang pada Ki Ageng Pemanahan ini berupa mentaok atau hutan, yang berada di Kota Gede, Yogyakarta. Dari wilayah inilah kesultanan atau kerajaan Mataram Islam terus berkembang mencapai masa kejayannya.

"Jawa dapat dikuasai Mataram saat Sultan Agung (Raden Mas Rangsang) berkuasa pada 1613-1645. Jika para pendahulunya mengambil ibu kotan di Kotagede, maka Sultan Agung mengambil ibu kotanya di kera/ Karta," tulis sumber tersebut.

3. Peninggalan kesultanan atau kerajaan Mataram Islam

  • Masjid Agung Gedhe Kauman
  • Masjid Kotagede
  • Masjid Pathok Negara Sulthoni Plosokuning
  • Masjid Agung Surakarta
  • Masjid Al Fatih Kepatihan Solo
  • Situs Kerto
  • Situs Pleret


Simak Video "Inovasi Kapolresta Mataram untuk Yang Terdampak Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(row/pal)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA