Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 10 Des 2020 15:51 WIB

DOMESTIC DESTINATIONS

Situs Batu Kuda di Bandung yang Penuh Misteri

Siti Fatimah
detikTravel
Batu Kuda di Bandung Timur
Batu Kuda di Bandung Timur punya cerita misterius (Siti Fatimah/detikTravel)
Bandung -

Tempat wisata Bandung timur ini menyimpan kearifan lokal yang kental dengan kisah mistisnya. Adalah batu kuda, batu yang konon dikisahkan berasal dari seekor kuda terbang di era kerajaan.

Lokasi batu kuda ada di Kampung Cikoneng, Desa Cibiru Wetan, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung. Situs batu kuda ini merupakan peninggalan agama pra-Islam dengan perwujudan seekor kuda yang menjadi tunggangan Prabu Layang Kusuma dan permaisurinya, Ratu Layang Sari.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, kuda terbang tersebut berasal dari gunung Kidul dan bernama kuda Semprani yang sedang melintasi gunung Manglayang dari arah Cirebon menuju Banten.

Di tengah perjalanan, kuda tersebut terperosok di sebuah area yang tidak jauh dari titik sanghiyang (kaki gunung). Ia terperosok yang begitu dalam sehingga hanya separuh badannya saja yang terlihat

Kemudian, kini kudang tersebut menjelma dalam wujud baru. Dari bentuk batu yang tampak, kuda tersebut mencoba membebaskan diri kubangan namun tidak mampu. Kubangan sang kuda Semprani saat ini dikenal dengan nama Batu Kuda.

Batu Kuda di Bandung TimurBatu Kuda di Bandung Timur Foto: Siti Fatimah/detikTravel

Ada sebuah mitos yang berlaku di kalangan masyarakat, Menurut Abah Epen, juru kunci Batu Kuda mengatakan, pada 3-4 tahun lalu terdapat beberapa aturan yang tidak boleh dilanggar masyarakat.

Misalnya setiap hari Senin dan Kamis para pendaki atau siapapun dilarang memasuki area gunung Manglayang karena pada saat itu dipercaya sebagai hari berkumpulnya para leluhur (ruh). Jika mendaki tidak boleh dalam jumlah orang bilangan ganjil.

"Norma yang telah ditetapkan oleh pangriksa (sesepuh) sebaiknya ditaati karena hal itu berkenaan dengan keselamatan jiwa seseorang," kata Epen saat ditemui beberapa saat lalu.

Namun, itu dulu. Kini, pengunjung boleh ke Manglayang kapanpun, termasuk hari Senin dan Kamis. Selain itu, diperbolehkan dalam hitungan ganjil.

Di area Batu Kuda, berbagai macam ritual dilakukan dan pada akhirnya membuahkan hasil, 3-4 tahun ke belakang adalah masa akhir dari kegelapan tentang Manglayang.

Adapun norma mutlak yang tetap berlaku yaitu tidak memancing keributan atau membuat kerusuhan, menjaga hutan dan gunung. Tidak merusak alam, tidak merusak situs batu dengan mencoret-coret.

Batu Kuda ini hanya berjarak 700 meter dari titik sanghiyang dengan mengikuti jalan yang di arahkan oleh pengriksa. Tidak jauh dari Batu Kuda terdapat Batu Kursi, di batu ini konon sang penunggang kuda Semprani beristirahat sambil menunggu kudanya yang terperosok di kubangan terbebas.

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Janjian 'Duel' Via Medsos, 1 Pelajar Tewas Dibacok"
[Gambas:Video 20detik]
BERITA TERKAIT
BACA JUGA