Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Sabtu, 30 Jan 2021 07:42 WIB

DOMESTIC DESTINATIONS

Mari Kenalan dengan Quoll, Mamalia Berkantong Pemakan Daging dari Papua

Hari Suroto
detikTravel
Close up view of a quoll showing its cute facial features and long tail.
Foto: Ilustrasi Quoll (Getty Images/iStockphoto/CraigRJD)
Wamena -

Papua jadi rumah bagi spesies hewan-hewan unik. Salah satunya Quoll, mamalia berkantong yang ternyata merupakan karnivora alias pemakan daging.

Ya, Quoll merupakan mamalia marsupial karnivora atau hewan berkantung yang suka makan daging. Satwa dari genus Dasyurus ini adalah fauna endemik Papua, Papua Nugini, dan Australia.

Papua memang tidak memiliki mamalia karnivora sebesar harimau. Itu membuat Quoll merupakan satu-satunya mamalia karnivora terbesar di Papua.

Quoll bertubuh mungil, seukuran tikus. Quoll dewasa berbulu coklat dengan totol-totol putih dan berkuku tajam. Quoll jantan hanya bertahan hidup selama 12 bulan saja.

Meski masa hidupnya pendek, Quoll jantan harus bersaing keras untuk mendapatkan pasangan, melalui pertarungan lebih dulu dengan Quoll jantan lainnya.

Quoll jantan dalam mencari pasangan betina harus meningkatkan luas cakupan penjelajahannya hingga 10 km dari radius tempat tinggalnya. Selama penjelajahan itu, Quoll akan kehilangan hampir seluruh berat badannya.

Quoll jantan bisa menemukan si betina dengan melacak aroma urine, sampai si betina kemudian tahu bahwa dia telah diikuti. Quoll jantan akan mati setelah kawin, sehingga menyisakan populasi dengan Quoll betina serta anak-anaknya.

Quoll merupakan sumber protein berharga bagi suku-suku di pegunungan Papua. Bagi mereka, hewan sekecil Quoll tetap dihargai karena di pegunungan sangat sulit dijumpai binatang buruan berukuran besar.

Quoll biasanya ditangkap dengan dijerat atau diburu menggunakan anjing. Quoll berkonflik dengan masyarakat pegunungan Papua yang memburu mereka, karena dianggap sebagai binatang yang suka mencuri ternak ayam.


---
Artikel ini dibuat oleh Hari Suroto dari Balai Arkeologi Papua dan diubah seperlunya oleh redaksi.



Simak Video "Pelaku Diduga Aniaya Satwa Langka Simpai di Sumbar Ditangkap!"
[Gambas:Video 20detik]
(wsw/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA