Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 12 Mar 2021 06:15 WIB

DOMESTIC DESTINATIONS

'Sahara van Garut' di Gumuk Pasir Tungtung Karang

CNN Indonesia
detikTravel
Gumuk pasir parangtritis
Ilustrasi gumuk pasir (Eli husen/d'traveler)
Jakarta -

Garut memiliki gumuk pasir seperti di Parangkusumo di Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta. Namanya, Gumuk Pasir Tungtung Karang.

Sama seperti gumuk pasir di Gumuk Pasir Parangkusumo, Gumuk Pasir Tungtung Karang di Garut, Jawa Barat itu juga berada di tepi pantai. Tepatnya, Pantai Sayang Heulang.

Kerap dijuluki "Sahara Van Garut", bukit pasir ini terletak di Desa Mancagahar, Kecamatan Pameungpeuk, Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Jika langit sedang cerah dan kamera berhasil mengambil angle sempurna, panorama Gumuk Pasir Tungtung Karang rasanya tak jauh berbeda dengan Gumuk Pasir Parangkusumo.

[Gambas:Instagram]



Sebelum pandemi virus Corona melanda, kawasan ini ramai didatangi sejak siang sampai sore hari. Terutama saat senja, sinar matahari berwarna oranye bakal menambah eksotis pemandangannya.

Kalau ingin foto atau video lebih hakiki, sebaiknya datang lebih pagi, sehingga belum ada jejak kaki manusia di atas pasirnya.

Saat ini, belum ada fasilitas dan layanan wisata di Gumuk Pasir Tungtung Karang. Tapi diharapkan turis bisa menjaga kelestarian objek wisata alam itu, seperti tak membuang sampah sembarang.

Selain berfoto di Gumuk Pasir Tungtung Karang, wisatawan juga bisa melangkah ke objek wisata di sekitarnya, seperti Bukit Teletubies Sayang Heulang dan Pantai Santolo.

[Gambas:Instagram]



[Gambas:Instagram]



Bukit Teletubies Sayang Heulang bisa dijadikan area berkemah karena suasananya yang lebih teduh dan lokasinya yang lebih aman ketimbang di pantai.

Dari ketinggian bukit ini, turis bisa menikmati pemandangan Kabupaten Garut dari ketinggian.

Untuk wisata kuliner, tentu saja sajian seafood di Pantai Sayang Heulang dan Pantai Santolo jangan sampai dilewatkan, karena bahan makanannya sudah pasti segar dari hasil tangkapan nelayan tradisional.

Bagi yang hendak mengunjunginya dalam waktu dekat, jangan lupa selalu taati protokol kesehatan pencegahan virus Covid-19.



Simak Video "Desa Pucung Bantul, Sentra Pengrajin Wayang Kulit Yogyakarta"
[Gambas:Video 20detik]
(sym/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA