Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 16 Apr 2021 12:45 WIB

DOMESTIC DESTINATIONS

Kisah Kerajaan Islam di Fakfak Papua Barat, Ada Sejak Abad 16

Hari Suroto
detikTravel
Ilustrasi Pulau Arguni, Fakfak (Hari Suroto/Istimewa)
Ilustrasi Pulau Arguni, Fakfak (Hari Suroto/Istimewa)
Fakfak -

Di Fakfak, Papua Barat berdiri 7 Kerajaan Islam yang dalam bahasa setempat disebut dengan pertuanan. Masing-masing pertuanan ini dipimpin oleh seorang raja.

Tujuh pertuanan ini yaitu Pertuanan Ati-Ati di Werpigan, Pertuanan Fatagar di Fakfak, Pertuanan Arguni di Arguni, Pertuanan Sekar di Kokas, Pertuanan Wertuer di Kokas, Pertuanan Rumbati di Rumbati dan Pertuanan Patipi di Patipi Pasir.

Tujuh pertuanan ini terdiri dari beberapa suku yaitu Suku Mbaham, Suku Ma'ta, Suku Mor, Suku Onim, Suku Irarrutu dan Suku Arguni yang masing-masih memiliki bahasa sendiri.

Wilayah masing-masing pertuanan sangat erat kaitannya dengan adat istiadat pertuanan. Pertuanan Ati-Ati wilayah adatnya di Distrik Fakfak Barat, Distrik Wartutin, Distrik Fakfak Timur, Distrik Karas dan Distrik Fakfak Timur Tengah.

Pertuanan Fatagar wilayah adatnya di Distrik Fakfak dan Distrik Pariwari, Pertuanan Arguni wilayah adatnya mulai dari pesisir Pantai Arguni hingga kawasan Distrik Bomberay.

Pertuanan Sekar dan Wertuar dengan wilayah adatnya di Distrik Kokas, Distrik Kayauni dan Distrik Kramongmongga. Pertuanan Patipi dan Rumbati dengan wilayah adat di Distrik Teluk Patipi dan Distrik Furwage.

Sejarah pertuanan ini terbentuk pada abad ke-16, saat itu tokoh-tokoh penting Semenanjung Onin, di kawasan Teluk Berau mengunjungi Kerajaan Bacan, di Maluku Utara. Dari kunjungan itu terbentuklah kerajaan-kerajaan atau pertuanan di Fakfak.

Pada awalnya, letak pusat-pusat pertuanan tersebut saling berdampingan di ujung barat Semenanjung Onin. Namun, pada tahun 1878, pertuanan Fatagar dan Atiati bergeser ke Pulau Ega.

Dalam perkembangannya selanjutnya, Raja Atiati memindahkan pusat pertuanan ke suatu tempat di Semenanjung Onin, berdekatan dengan Pulau Ega. Pusat pertuanan yang baru ini kemudian disebut dengan Atiati sesuai nama raja.

Sedangkan Raja Fatagar memindahkan pusat pertuanannya ke Merapi, sebelah timur Distrik Fakfak sekarang.

Pertuanan-pertuanan di Fakfak memiliki sejarah panjang dalam membentuk peradaban Islam di Fakfak, Papua Barat.

---
Artikel ini dibuat oleh Hari Suroto dari Balai Arkeologi Papua dan diubah seperlunya oleh redaksi.



Simak Video "Bentuk Penghormatan Keluarga Keraton Cirebon Terhadap Fatahillah"
[Gambas:Video 20detik]
(wsw/wsw)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA