Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 27 Apr 2021 16:55 WIB

DOMESTIC DESTINATIONS

Beginilah Suasana MesaStila Resort and Spa Magelang

Eko Susanto
detikTravel
-Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno menaruh perhatian terhadap wisata mistis. Ia mengenang beberapa pengalamannya di tempat yang ‘berhantu’ seperti di beberapa hotel di Indonesia seperti di Marbella dan MesaStila serta tempat lainnya di Jawa Timur. Beginilah suasana yang berada di MesaStila.
Foto: (Eko Susanto/detikcom)
Jakarta -

Menparekraf Sandiaga Uno menaruh perhatian terhadap wisata mistis. Ia sempat mengenang pengalamannya di tempat yang 'berhantu', seperti di beberapa hotel di Indonesia, misalnya di Marbella, MesaStila dan beberapa tempat lainnya di Jawa Timur. Nah, begini suasana di MesaStila.

MesaStila Resort And Spa Magelang, tepatnya berada di Desa Losari, Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Sebelum berganti nama dan pemilik, dulunya bernama Losari Spa Retreat & Coffee Plantation Resort Magelang.

-Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno menaruh perhatian terhadap wisata mistis. Ia mengenang beberapa pengalamannya di tempat yang 'berhantu' seperti di beberapa hotel di Indonesia seperti di Marbella dan MesaStila serta tempat lainnya di Jawa Timur. Beginilah suasana yang berada di MesaStila.Foto: (Eko Susanto/detikcom)

Keberadaan resort bintang lima ini di luar keramaian perkotaan, di tengah-tengah kebun kopi. Selain itu ditumbuhi pepohonan yang rindang sekali. Lahan yang ditempat seluas 22 hektar.

Lokasi resort ini berada di ketinggian 700 mdpl, dengan udara yang sejuk, sunyi dan sepi. Terdengar pula ocehan suara burung. Selain itu, terkadang terdengar suara garengpung, kemudian malamnya terdengar suara jangkrik. Berada di lokasi ini, terasa berada di perkampungan.

Saat memasuki MesaStila ini, kali pertama akan menemukan bangunan bekas Stasiun Mayong Jepara tahun 1867. Selain itu, seperangkat bekas hanggar kereta api di Stasiun Mayong Jepara yang diboyong ke lokasi ini menjadi meeting room. Ada juga bangunan asli peninggalan Belanda.

-Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno menaruh perhatian terhadap wisata mistis. Ia mengenang beberapa pengalamannya di tempat yang 'berhantu' seperti di beberapa hotel di Indonesia seperti di Marbella dan MesaStila serta tempat lainnya di Jawa Timur. Beginilah suasana yang berada di MesaStila.(Eko Susanto/detikcom)

Bahkan saat cuaca cerah, berada di resort ini bisa melihat keindahan beberapa gunung antara lain Andong, Merbabu maupun lainnya. Dulunya penerangan masih dibuat semacam thing-thing, namun sekarang lampu penerangan yang sudah banyak.

"Saya bergabung di MesaStila, dulu bernama Losari Spa Retreat & Coffee Plantation Resort Magelang, sekarang menjadi MesaStila Resort & Spa itu sejak September 2003 sebelum buka. Untuk bukanya, pada 14 Desember 2004. Lokasi luasnya 22 hektar ditambah bangunan-bangunan-bangunan ciri khas MesaStila itu adalah peninggalan sejarah," kata General Manager MesaStila Resort And Spa, Sugeng Sugiantoro kepada detikTravel, Kamis (22/4/2021).

Sugeng menuturkan, ada bangunan bekas Stasiun Kereta Api Mayong Jepara tahun 1867. Kemudian satu set dengan meeting room itu dulunya hanggar kereta api.

"Ada bekas Stasiun Kereta Api Mayong Jepara tahun 1867, satu set dengan meeting room itu hanggar kereta api. Dari Mayong Jepara dibawa kesini tahun 2001 sebelum dibangun, minta izin oleh pemerintah provinsi Jawa Tengah untuk dilindungi," tuturnya.

"Beberapa vila kita juga itu 'Joglo asli dari Kudus makanya namanya Joglo Kudus', satu-satunya tipe vila yang namanya tidak menggunakan nama gunung karena tiga rumah Joglo Kudus. Kita beli dari Kudus, kita bangun kembali sesuai dengan bentuk asli yang beda hanya atap sama ubin saja," kata Sugeng.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno menaruh perhatian terhadap wisata mistis. Ia mengenang beberapa pengalamannya di tempat yang 'berhantu' seperti di beberapa hotel di Indonesia seperti di Marbella dan MesaStila serta tempat lainnya di Jawa Timur. Beginilah suasana yang berada di MesaStila.. Foto: (Eko Susanto/detikcom)

Sugeng menambahkan, beberapa bangunan joglo, limasan, yang ada mempunyai nilai histori luar biasa. Kemudian, dari sisi barangnya sendiri sangat berharga sekali. Adapun area luasnya 22 hektar, kemudian 11 hektar merupakan kebun kopi.

"Beberapa bangunan ada joglo, limasan, jadi memang sebenarnya ini adalah nilai historisnya luar biasa. Nilai dari sisi barangnya juga sangat berharga sekali. Nah, karena area kita luas 22 hektar, 11 hektarnya masih kita jaga sebagai kebun kopi yang sekarang terkenal menjadi rute tour kebun kopi. Itu terkenal seluruh dunia," kata dia.

"Ada plang (papan) disana dari Kemenparekraf, MesaStila didaulat sebagai salah satu tempat untuk tujuan tour kebun kopi, 'Itu sebenarnya sudah lama sudah hampir 10 tahun lalu'. Kita sudah menjadi salah satu rute dari tamu-tamu kapal pesiar yang turun Semarang ke Ambarawa naik kereta api uap terus ke MesaStila makan siang dan tour ke kebun kopi baru ke Borobudur atau sebaliknya. Yang kedua, Borobudur dulu, makan siang disini, tour ke kebun kopi, baru ke Bedono turun ke Ambarawa naik kereta api uap baru kembali lagi ke semarang. Itu dulu, lha sekarang kita diperluas lagi seluruh Indonesia, MesaStila salah satu rute rekomendasi dari pemerintah untuk dikunjungi sebagai jalur tour kebun kopi," tuturnya.



Simak Video "Cerita Lika-liku Sandiaga Uno Raih Gelar Doktor dengan IPK Tertinggi"
[Gambas:Video 20detik]
(elk/elk)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA