Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Minggu, 13 Jun 2021 08:15 WIB

DOMESTIC DESTINATIONS

Ini Bedanya Menginap di Resort, Liveaboard, dan Homestay Raja Ampat

Hari Suroto
detikTravel
Homestay di Pulau Mansuar, Raja Ampat
Foto: Ilustrasi Home Stay Raja Ampat (Wahyu Setyo/detikTravel)
Waisai -

Ekoturisme atau pariwisata berkelanjutan jadi sektor andalan di Raja Ampat, Papua Barat. Ini bedanya kalau kamu menginap di resort, kapal liveaboard, dan homestay.

Terdapat beberapa pelaku usaha wisata di Raja Ampat yaitu investor atau biasa juga disebut operator, kelompok sadar wisata, dan masyarakat lokal. Investor adalah pemilik resort selam, kapal pesiar (kapal liveaboard).

Berikut Perbedaan antara Resort, Kapal Liveaboard dan Homestay di Raja Ampat:


RESORT

Resort berada di daratan, sedangkan kapal liveaboard berada di laut. Biaya menginap di resort atau paket di kapal liveaboard sangat mahal.

Resort pada umumnya memiliki dua tipe kamar yaitu standar dan VIP. Beda dari keduanya adalah dari ukuran kamar, ranjang dan fasilitas pendingin ruangan.

Kelebihan resort dan kapal liveaboard adalah memiliki fasilitas menyelam atau snorkeling lengkap, dan sudah include satu paket, sehingga tamu tidak perlu menyewa lagi.

Pencurian kapal wisata di raja ampatKapal wisata di raja ampat Foto: Istimewa/Yayu Yuniar

KAPAL LIVEABOARD

Selama beraktivitas mengarungi laut Raja Ampat, kapal liveaboard harus berjarak sekitar 200 meter dari spot selam atau spot wisata dan tidak boleh buang jangkar. Nantinya, speedboat yang akan mengantarkan para turis ke spot diving.

Kapal liveaboard juga harus hati-hati agar tidak mengganggu penyelam aktivitas menyelam dan snorkeling, serta memastikan tamunya berenang menjauh dari terumbu karang saat dijemput.

Kapal liveaboard juga tidak boleh membuang sampah sembarangan, limbah harus dibawa secara higienis selama pelayaran, sampah yang sulit terurai dibawa ke pelabuhan.

HOMESTAY

Homestay atau rumah inap dikelola oleh kelompok sadar wisata atau masyarakat setempat. Menginap di homestay jadi pilihan untuk menginap dengan biaya ekonomis buat traveler yang mau liburan ke Raja Ampat.

Homestay berbentuk rumah panggung sederhana berbahan kayu, berdinding dan beratap daun nipah, dengan lantai dari kayu palem. Adapula homestay yang berdinding dan beratap daun sagu.

Homestay biasanya diterangi lampu listrik dari petang hingga pukul 10 malam dengan genset atau dengan lampu solar sel.

Buat traveler yang akan menginap di homestay Raja Ampat sebaiknya membawa alat snorkeling sendiri, karena tidak semua homestay milik masyarakat lokal memiliki peralatan menyelam.

Fasilitas menginap di homestay milik warga lokal yaitu makan 3 kali sehari. Tentu saja menunya berupa masakan rumahan, sayuran segar dari kebun atau ikan segar hasil memancing.

Biasanya pagi singkong goreng atau sukun goreng dengan minuman teh atau kopi. Siang dan makan malam dengan menu nasi lauk tumis kangkung bunga pepaya dengan ikan goreng dan sambal, yang dimasak menggunakan minyak kelapa.


---
Artikel ini dibuat oleh Hari Suroto dari Balai Arkeologi Papua dan diubah seperlunya oleh redaksi.



Simak Video "Jubir Wapres Beri Klarifikasi Terkait Ajakan Wisata ke Raja Ampat"
[Gambas:Video 20detik]
(wsw/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA