Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 04 Nov 2021 13:46 WIB

DOMESTIC DESTINATIONS

Menelusuri Jejak Kolonial di Pabrik Kopi Karanganyar Blitar

Erliana Riady
detikTravel
Blitar -

Jejak kolonialisme Belanda masih terserak di beberapa wilayah Indonesia. Satu diantaranya yaitu pabrik kopi di Desa Karanganyar Kabupaten Blitar.

Pabrik kopi ini berlokasi di Dusun Karanganyar Timur Desa Modangan Kecamatan Nglegok. Dengan ketinggian sekitar 800 MDPL, hawa sejuk selalu menyelimuti pengunjung yang datang.

Ketika memasuki areal pabrik, bangunan kuno zaman Belanda masih berdiri kokoh. Arsitektur Indische Empire style (Abad 18-19), mendominasi seluruh bagian bangunan dari pabrik yang didirikan Belanda pada tahun 1874 ini.

Ciri khas arsitektural dari rumah Belanda yang paling nampak adalah penggunaan roof. Selain itu, tampilan muka rumah Belanda eksterior atau fasad yang cenderung simetris, meski ada juga beberapa rumah Belanda yang mengaplikasikan fasad asimetris tersendiri.

Jejak Kolonial di Pabrik Kopi Karanganyar BlitarJejak Kolonial di Pabrik Kopi Karanganyar Blitar Foto: (Erliana Riady/detikcom)

Fasad biasanya berupa segi empat, segi lima, atau segi enam. Pintu masuk bisa di bangun pada bagian tengah fasad, bisa juga berada di tepi kanan. Ciri lain dari desain arsitektural rumah Belanda ini adalah biasanya mempunyai dinding yang cukup tebal.

Pengelola pabrik kopi saat ini, Herry Noegroho bertutur, seorang Belanda bernama HJ Velsink pada tahun 1874 membuka perkebunan di lereng Gunung Kelud ini. Velsink juga mendirikan perusahaan bernama "Kultur Mij Karanganjar". Sebagai komoditi utama, dipilih kopi jenis Robusta dan cengkeh.

Jejak Kolonial di Pabrik Kopi Karanganyar BlitarJejak Kolonial di Pabrik Kopi Karanganyar Blitar Foto: (Erliana Riady/detikcom)

Selama beberapa puluh tahun, perkebunan dan pabrik kopi ini sering berganti kepemilikan di tangan orang Belanda. Hingga saat perang dunia, Belanda dan sekutunya kalah perang. Sampai saat Indonesia merdeka, terjadilah nasionalisasi perusahaan asing.

Pengelolaan perusahaan asing yang telah dinasionalisasi, diserahkan kepada para veteran perang kemerdekaan di wilayahnya masing-masing. Untuk wilayah Karanganyar, pengelolaan diserahkan kepada veteran Denny Roeshadi, yang kebetulan juga bekerja di perkebunan ini.

"Jadi sejak tahun 1960 perkebunan dan pabrik ini secara resmi dikelola kakek saya Denny Roeshadi dengan nama perusahaan PT Harta Mulia," tutur Herry kepada detikcom, Senin (1/11/2021).

Jejak Kolonial di Pabrik Kopi Karanganyar BlitarJejak Kolonial di Pabrik Kopi Karanganyar Blitar Foto: (Erliana Riady/detikcom)

Hingga saat ini, kebun kopi Karanganyar dikelola oleh tiga generasi keluarga Roeshadi. Herry Noegroho sendiri yang mantan Bupati Blitar, kemudian menyerahkan pengelolaan perkebunan ini kepada putranya, Wima Brahmantya. Pada tahun 2016, kebun kopi Karanganyar dibuka sebagai destinasi wisata dengan brand wisata baru "De Karanganjar Koffieplantage".

Keluarga Herry sengaja tidak merombak bangunan lama, agar kesan heritagenya kental terlihat. Ornamen asli bangunan masih terpajang di setiap sudut bangunan. Beberapa spot instagramable bisa dijumpai, seperti bangunan lawas di kantor perkebunan dengan tulisan diatasnya "De Karanganjar Koffieplantage".

Selanjutnya
Halaman
1 2
BERITA TERKAIT
BACA JUGA