Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 23 Des 2021 05:01 WIB

DOMESTIC DESTINATIONS

Subahnale, Motif Tenun Sasak Lombok yang Erat dengan Subhanallah

bonauli
detikTravel
Motif Tenun khas Lombok Sasak yang bernama Subahnale ini sangat bernilai tinggi dan memiliki arti yang luas.
Motif tenun Subahnale (Rachman_punyaFOTO)
Lombok Barat -

Tenun menjadi budaya Suku Sasak yang sudah mendunia. Dari sekian banyak motif, yang satu ini sangatlah spesial.

detikTravel bersama Toyota Corolla Cross Hybrid Road Trip Explore Mandalika menyambangi Desa Sukarara di Lombok Tengah. Desa ini menjadi salah satu desa adat yang memiliki tempat khusus untuk menjual kain tenun, Patuh Coorperative.

detikTravel datang langsung ke workshop tersebut. Di sana para wanita duduk menenun berbagai jenis kain.

Dari sekian banyak motif ada satu yang paling spesial, namanya Subahnale. Sekilas terdengar mirip subhanallah. Ya, nama tenun subahnale memang diambil dari kata subhanallah.

"Subahnale ini motif yang hanya ada di Desa Sukarara, tak ada di desa lain," kata Dyto, pemandu lokal.

Nama subahnale diberikan bukan cuma karena keindahan motifnya. Tetapi, juga tata cara pembuatannya.

Motif Tenun khas Lombok Sasak yang bernama Subahnale ini sangat bernilai tinggi dan memiliki arti yang luas.Motif Tenun khas Lombok Sasak yang bernama Subahnale ini sangat bernilai tinggi dan memiliki arti yang luas. Foto: Rachman_punyaFOTO

"Ada persyaratan khusus untuk membuat motif subahnale," kata dia.

Persyaratan pertama adalah hanya wanita yang sudah menopause yang boleh menenun motif ini. Artinya, wanita tersebut sudah sepenuhnya bersih.

"Wanita yang sudah menopause artinya sudah menyerahkan diri melepaskan dunia," jelasnya.

Kemudian, wanita tersebut haruslan menenun sambil berdzikir. Lantunan dzikir terus mengalun dari bibirnya.

"Pada saat menyebut subhanallah, sang wanita pasti akan mengantuk," katanya.

Saat mengantuk inilah, sesuatu yang ghoib terjadi. Di tengah tidurnya, tangan wanita itu akan terus menenun.

Motif Tenun khas Lombok Sasak yang bernama Subahnale ini sangat bernilai tinggi dan memiliki arti yang luas. Foto: Rachman_punyaFOTO

"Seperti ada 'sesuatu' yang menggerakkan tangannya untuk terus menenun," dia menjelaskan.

Sewaktu bangun, wanita itu akan sadar bahwa tangannya tak berhenti menenun. Inilah mengapa motifnya diberi nama Subahnale, dari kata subhanallah.

Masyarakat percaya bahwa tenun dengan motif ini memilih pembelinya. Sang penenun kain tenun motif Subahnale akan melihat hati orang yang akan membelinya.

"Biar pun pembelinya akan membeli dengan harga yang tinggi, tapi kalau penenunnya merasa bukan itu orang yang pantas memilikinya, maka kain tersebut tak akan dijual," kata dia.

Konon, jika sang penenun meninggal sebelum kainnya terjual, maka kain tersebut akan sulit laku.

"Katanya khodam penenunnya masih di situ, masih menenun. Itu kenapa tenun itu sakral," kata dia.

[Gambas:Video 20detik]



Simak Video "Kompolnas Soroti Kasus Korban Begal Jadi Tersangka di Lombok"
[Gambas:Video 20detik]
(bnl/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA