Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 06 Jan 2022 19:11 WIB

DOMESTIC DESTINATIONS

Dulu dan Kini Bertahan 7 Rumah, Inilah Desa Pertama di Sembalun

bonauli
detikTravel
Desa Beleq di Sembalun
Desa Beleq (Bonauli/detikcom)
Lombok Timur -

Sembalun adalah anugerah bagi Indonesia. Berawal dari tujuh kepala keluarga, inilah kisah Sembalun.

detikTravel bersama Toyota Corolla Cross Hybrid Road Trip Explore Mandalika ke Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, NTB. Kecamatan ini memiliki luas 217 km persegi.

Menurut prasasti, dulunya Sembalun adalah area kawah Gunung Samalas yang dihuni orang Suku Sasak. Saat erupsi, hanya ada tujuh keluarga yang berhasil menyelamatkan diri.

"Mereka berkeinginan untuk kembali ke sini. Di saat itulah mereka bertemu dengan penyiar Islam dan mengajarkan mereka untuk membuat rumah dan perkampungan," kata Abdul Rozak, pemandu lokal.

Desa Beleq di SembalunDesa Beleq di Sembalun Foto: (Bonauli/detikcom)

Lama-kelamaan, desa ini terus berkembang dan diberi nama Desa Beleq (dibaca: beliq). Pola pemukiman desa ini pun sangat baik.

Berbeda dengan banyak kampung, Desa Baleq punya satu keunggulan. Lumbung desa ini berada di kampung lain. Sehingga, jika terjadi kebakaran atau musibah, orang-orang desa masih memiliki persediaan makanan.

Makin lama modernisasi pun mulai terasa di berbagai tempat di Lombok, tapi tidak di Desa Beleq.

"Di sini ketat, tak boleh ada modernisasi," ujarnya.

Desa Beleq di SembalunDesa Beleq di Sembalun Foto: (Bonauli/detikcom)

Rozak bercerita bahwa pemuda-pemudi yang ingin menerima modernisasi harus keluar dari desa. Mereka pun menyebar ke pinggiran kampung.

Namun siapa pun yang keluar dari desa ini, tetap menjaga kearifan lokal. Seperti mitigasi, orang-orang Desa Beleq termasuk andal dalam membaca bulan. Jadi jika ada badai atau musim kemarau, mereka sudah mempersiapkan makanan dengan baik.

"Teknik pengawetan dagingnya pun unik, namanya petitet," katanya.

Daging sapi atau usus sapi akan dipotong-potong lalu dibersihkan dan dimasukkan ke dalam bumbu yang diberi garam. Daging tersebut ditutupi daun bambu, sehingga bisa tahan lama, sampai tahunan.

Saat ini Desa Beleq masih ada. Namun 7 rumah bambu yang jadi cikal bakal desa ini hanya sisa dua. kemudian ada satu lumbung yang tersisa.

"Rumah-rumah itu hancur karena gempa," dia menjelaskan.

Di jaga dengan pembatas, wisatawan bisa melihat-lihat rumah bambu ini dengan gratis. Hal yang tidak boleh dilakukan adalah membuang sampah sembarang dan berbicara kotor.

[Gambas:Video 20detik]



Simak Video "Dikpora-BPKAD Dompu Digeledah Terkait Dugaan Korupsi KONI"
[Gambas:Video 20detik]
(bnl/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA