Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Minggu, 23 Jan 2022 23:10 WIB

DOMESTIC DESTINATIONS

Tempat Angker dan Tidak Terawat di Banyuwangi Disulap Jadi Tempat Wisata

Ardian Fanani
detikTravel
Pemkab Banyuwangi menyulap tempat yang disebut angker menjadi Grand Watu Dodol (GWD). Sekarang GWD menjadi salah satu tujuan wisatawan saat berkunjung ke Banyuwangi.
Grand Watu Dodol Foto: Ardian Fanani/detikcom
Banyuwangi -

Pemkab Banyuwangi menyulap tempat yang disebut angker menjadi Grand Watu Dodol (GWD). Sekarang GWD menjadi salah satu tujuan wisatawan saat berkunjung ke Banyuwangi.

GWD menjadi wisata unggulan yang meraih penghargaan Asia Tenggara, yaitu ASEAN Tourism Standard Award (ASEAN) sebagai obyek wisata clean tourist city di tahun 2017.

Lokasi Grand Watu Dodol

GWD berada di sisi utara kota Banyuwangi, tepatnya berada di Kecamatan Kalipuro. Pantai ini sering menjadi jujugan karena pengunjung bisa menikmati Selat Bali dengan view Pulau Bali di depannya.

Kawasan GWD didesain sangat apik. Pemkab melibatkan arsitek nasional Budi Pradono untuk mendesain sejumlah bangunan sarana penunjang kawasan tersebut.

Memasuki kawasan ini, pengunjung akan melewati anjungan dengan material kayu memanjang dari utara ke selatan. Dari situ, pengunjung bisa menikmati pantai dari ketinggian. Turun dari anjungan menuju pantai, wisatawan akan melewati plaza dengan lantai kayu di bawah pepohonan kelapa.

Fasilitas Grand Watu Dodol

Pantai ini juga dilengkapi food court, pusat oleh-oleh dan kuliner, serta musala dan toilet yang didesain sangat artistik. Di pantai ini, pengunjung bisa melakukan diving, snorkling hingga menyewa perahu yang semuanya dikelola oleh Pokdarwis.

"Pemkab sengaja terus merawat lahan yang ada. Dulu tempat ini angker dan tidak terawat. Tapi 10 tahun ini sudah maju dan income untuk Pemkab sangat signifikan," ujar Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani Azwar Anas kepada detikJatim, Sabtu (22/1/2022).

GWD pernah meraih penghargaan tertinggi bidang pariwisata tingkat Asia Tenggara, yaitu ASEAN Tourism Standard Award (ASEAN) sebagai obyek wisata clean tourist city di tahun 2017.

Selain itu, obyek wisata Pantai Grand Watu Dodol (GWD) Banyuwangi, mendapatkan penghargaan Indonesia Sustainable Tourism Award (ISTA) 2019 Kategori Tata Kelola Destinasi Wisata dari Kementerian Pariwisata. Penghargaan ini diserahkan Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya, kepada Ketua Kelompok Dasar Wisata (Pokdarwis) Pesona Bahari GWD, Abdul Aziz, di Jakarta (26/09/2019) lalu.

Pemkab Banyuwangi menyulap tempat yang disebut angker menjadi Grand Watu Dodol (GWD). Sekarang GWD menjadi salah satu tujuan wisatawan saat berkunjung ke Banyuwangi.Pemkab Banyuwangi menyulap tempat yang disebut angker menjadi Grand Watu Dodol (GWD). Sekarang GWD menjadi salah satu tujuan wisatawan saat berkunjung ke Banyuwangi. Foto: Ardian Fanani/detikcom

"Penghargaan ini memicu kami dalam membangun destinasi wisata yang bersih dan tentu sehat. Apalagi di tengah pandemi COVID-19. Protokol kesehatan kita lakukan di setiap destinasi wisata," pungkasnya.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, MY Bramuda menambahkan, Pokdarwis Pesona Bahari adalah pelopor pengelolaan destinasi wisata yang baik di Banyuwangi. Pengelolaan wisata dilakukan dengan organisasi yang terstruktur. Mereka memberdayakan masyarakat sekitar kawasan wisata untuk mengelola destinasi wisata. Seperti menyewakan perahu wisata, snorkling, diving hingga menjual oleh-oleh dan kuliner untuk wisatawan.

"Di bawah koordinasi Pokdarwis, warga yang ada di sekitar kawasan GWD diberdayakan untuk menghidupkan ekonominya. Ada yang dilibatkan sebagai penjaga parkir, menjual oleh-oleh, suvenir dan kuliner," kata Bramuda.

Dari pengelolaan tersebut, lanjut dia, Pokdarwis juga mampu menyetorkan pendapatan sektor wisata kepada pemerintah daerah.

"Ini yang dinamakan tata kelola wisata yang baik, di saat yang sama Pokdarwis mampu menghidupkan ekonomi masyarakatnya, di sisi lain bisa menyumbang pendapatan kepada pemerintah," ujarnya.

Fasilitas di Grand Watu Dodol (GWD) Banyuwangi kian bertambah. Kali ini ada suguhan bagi wisatawan yakni, kapal wisata glass bottom. Pengunjung bisa melihat indahnya taman terumbu karang dari atas kapal. Dengan glass bottom ini, dasar kapal dibuat transparan sehingga bisa menyaksikan keindahan aneka terumbu karang yang berada di dasar laut.

GWD Banyuwangi telah terkenal dengan konservasi terumbu karangnya. Sepanjang 1.000 meter pantai GWD merupakan wilayah konservasi terumbu karang dan akan dikembangkan hingga 2,5 kilometer sepanjang garis pantai.

Di pantai ini wisatawan bisa snorkeling dan diving untuk melihat indahnya terumbu karang yang banyak dihuni oleh berbagai jenis ikan hias dengan beragam warna.

"Di sini para nelayan secara bergantian menjaga pantai 24 jam," kata Abdul Azis, Ketua Kelompok Nelayan Bahari.

---

Artikel ini telah tayang di detikJatim. Untuk informasi dan berita seputar Surabaya, Malang, dan daerah-daerah di Jatim, klik di sini



Simak Video "Bandara Banyuwangi, Green Building dan Deretan Gunung BARI"
[Gambas:Video 20detik]
(ddn/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA