Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Minggu, 30 Jan 2022 09:47 WIB

DOMESTIC DESTINATIONS

Mau Menikmati Imlek di Sukabumi? Odeon Kampoeng Naga Tempatnya

Siti Fatimah
detikTravel
Atraksi  Barongsai di peresmian Odeon Kampoeng Naga Sukabumi
Pecinan Odeon Kampoeng Naga (Siti Fatimah/detikcom)
Sukabumi -

Menjelang perayaan Tahun Baru Imlek, Kota Sukabumi memiliki kawasan wisata baru berkonsep pecinan, Odeon Kampoeng Naga.

Pecinan atau Kampung China merupakan kawasan yang dihuni oleh para imigran dari China ditandai dengan rumah ibadah dan pasar.

Di Kota Sukabumi, kawasan pecinan tersebut resmi dijadikan sebagai satu kawasan kampung tematik bernama 'Odeon Kampoeng Naga.' Penggunaan nama tersebut disematkan karena ikon wisata utamanya merupakan Vihara Widhi Sakti yang berdiri lebih dari satu abad lamanya.

Lampion-lampion berwarna merah menyala menggantung di sepanjang jalanan tersebut. Kanan dan kiri jalan berdiri stand bazzar makanan, minuman, aksesoris dan lain-lain.

Lokasinya berada di Jalan Pajagalan, Kelurahan Nyomplong, Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi. Kawasan itu berdekatan dengan Pasar Pelita, Alun-alun Kota Sukabumi dan pedestrian Ahmad Yani.

Destinasi wisata baru di SukabumiDestinasi wisata baru di Sukabumi Foto: Siti Fatimah/detikTravel

Selain ikon vihara, kawasan itu juga memiliki daya tarik lain. Misalnya untuk seni budaya ada pertunjukkan wayang kutehi yang diadakan hanya pada momen-momen tertentu. Tahun ini, pertunjukan wayang tersebut akan diadakan pada bulan April mendatang.

Mulanya, kawasan itu diusulkan sebagai destinasi wisata oleh masyarakat yang tergabung dalam Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata). Salah satu pengurus Pokdarwis, Arieffin Natawijaya mengatakan, unsur-unsur sapta pesona di wilayah Odeon Kampoeng Naga menjadi daya tarik masyarakat.

"Odeon Kampoeng Naga memiliki peran strategis dalam mengembangkan serta mengelola potensi kekayaan alam dan budaya yang dimiliki oleh (masyarakat) Kelurahan Nyomplong," kata Arief, Sabtu (29/1/2022).

Dia mengatakan, pada zaman dahulu Odeon merupakan nama bioskop yang ada di Jalan Pelabuhan yang berdiri pada tahun 1911. Kemudian, pada 13 Juni 1925 terjadi kebakaran hebat yang memusnahkan 17 rumah dan gedung bioskop tersebut.

"Walaupun demikian sebutan Odeon masih melekat di wilayah yang hari ini bernama Jalan Pajagalan. Di wilayah Odeon inilah pada tahun 1910 didirikan sebuah klenteng yang disebut Vihara Widhi Sakti yang menjdi daya tarik utama di Odeon," ujarnya.

Kawasan wisata tersebut terbilang sudah memiliki fasilitas yang sangat lengkap mulai dari hotel, kuliner, seni budaya wayang dan pusat perbelanjaan.

Destinasi wisata baru di SukabumiDestinasi wisata baru di Sukabumi Foto: Siti Fatimah/detikTravel

Meski berada di kawasan pecinan, kuliner yang dijajakan halal dan legendaris. Ke depan, akan dibangun sebuah museum Tionghoa untuk menambah objek wisata di Odeon Kampoeng Naga.

Odeon Kampoeng Naga ini menambah deretan wisata gratis bagi wisatawan yang berkunjung ke Kota Sukabumi. Sebelumnya, Kota Sukabumi memiliki wisata gratis kawasan terintegrasi Alun-alun dan Lapang Merdeka.

Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi menambahkan, Odeon Kampoeng Naga ini juga jadi salah satu upaya untuk memulihkan ekonomi masyarakat. Diharapkan warga dapat memanfaatkan momen tersebut untuk menghidupkan UMKM sekaligus menarik wisatawan.

Dia mengakui, dengan letak geografis yang ada saat ini, Kota Sukabumi tidak memiliki potensi wisata alam. Namun, kata dia, masih ada potensi wisata buatan salah satunya melalui kampung tematik dan walking tour melalui pedestrian yang terintegrasi.

"Maknanya kita bisa membangkitkan ekonomi warga sekitar, kedua menarik orang luar ketika datang ke Kota Sukabumi dapat berwisata dengan aman dan nyaman," kata Fahmi.

"Kita ingin bagaimana caranya ada wisata walking tour, kawasan Ahmad Yani dan beberapa ruas jalan lain sehingga terintegrasi dengan wisata bangunan bersejarah," pungkasnya.

Simak juga 'Penjaga 'Terakhir' Warisan Gambang Kromong dari Tangerang':

[Gambas:Video 20detik]



(bnl/bnl)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA