Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Selasa, 08 Feb 2022 08:43 WIB

DOMESTIC DESTINATIONS

Rumah Atsiri Indonesia Tebarkan Wangi Rempah Berkat Gagasan Sukarno

Femi Diah
detikTravel
Rumah Atsiri Indonesia di Tawangmangu, Karanganyar, Jateng
Salah satu sudut di Rumah Atsiri Indonesia (Akbar Nugroho Gumay/Antara)
Karanganyar -

Aroma wangi langsung terasa ketika menjejakkan kaki di Rumah Atsiri Indonesia, Tawangmangu, Karanganyar, Jawa Tengah. Bisa menjadi salah satu pilihan untuk berakhir pekan, nih.

Wangi itu menjadi sangat lumrah di Rumah Atsiri. Di sana memang merupakan tempat pembuatan minyak atsiri atau yang lebih popular dengan nama minyak esensial (essential oil).

Tidak cuma itu, Rumah Atsiri Indonesia juga merupakan tempat wisata edukasi untuk mengenal tanaman aromatik dan kegunaannya.

Dikutip dari Antara, sejarah Rumah Atsiri berawal dari kerja sama antara pemerintah Indonesia dan Bulgaria untuk mengolah minyak atsiri dengan bahan dasar sereh wangi atau cittronella pada tahun 1963.

Di tahun yang sama pula secara resmi berdiri Pabrik Cittronella yang merupakan keinginan presiden pertama RI Soekarno agar Indonesia memiliki pabrik Cittronella terbesar di ASEAN.

Rumah Atsiri Indonesia di Tawangmangu, Karanganyar, JatengRumah Atsiri Indonesia di Tawangmangu, Karanganyar, Jateng Foto: Akbar Nugroho Gumay/Antara



Setelah sempat menjadi tempat penelitian tentang minyak atsiri di era Presiden Soeharto, Pabrik Cittronella mengalami pasang surut. Di antaranya, terjadi berpindah kepemilikan beberapa kali dan sempat tutup pada tahun 2015.

Pabrik Cittronella baru kembali beroperasi dengan nama Rumah Atsiri Indonesia pada tahun 2018 setelah diakuisisi oleh PT Rumah Atsiri Indonesia.

Yang menarik, Rumah Atsiri Indonesia tidak mengubah struktur bangunan lama, sehingga masih terasa nuansa bangunan tahun 1960-an. Hanya fungsinya saja yang berubah, seperti bengkel kini menjadi restoran, ruangan boiler menjadi museum, dan ruang destilasi sebagai toko merchandise.

Kekhasan Rumah Atsiri Indonesia juga menarik perhatian dari Wamenparekraf Angela Tanoesudibyo.

Rumah Atsiri Indonesia di Tawangmangu, Karanganyar, JatengRumah Atsiri Indonesia di Tawangmangu, Karanganyar, Jateng Foto: Akbar Nugroho Gumay/Antara



"Museum ini juga memamerkan peralatan dan perlengkapan asli untuk membuat minyak atsiri. Penyampaian informasi sejarahnya juga dengan cara yang menarik," ujar Wamenparekraf Angela Tanoesudibyo saat mengunjungi Rumah Atsiri Indonesia.

Rumah Atsiri Indonesia dibangun guna memperkenalkan warisan industri minyak atsiri Indonesia melalui rekreasi yang mengedukasi dengan dilengkapi berbagai fasilitas yang menarik.

Terdapat tiga bangunan pada Rumah Atsiri Indonesia yang memiliki fungsi masing-masing. Yakni, ruang workshop, taman koleksi tanaman atsiri, dan museum.

Di tamannya, Rumah Atsiri Indonesia kini memiliki lebih dari 90 jenis tanaman atsiri dari total 400 jenis tanaman. Beberapa di antaranya adalah cengkeh, cendana, serai wangi, sereh dapur, rosemary, akar wangi, dan tanaman mudah menguap lainnya.

Rumah Atsiri Indonesia di Tawangmangu, Karanganyar, JatengRumah Atsiri Indonesia di Tawangmangu, Karanganyar, Jateng Foto: Akbar Nugroho Gumay/Antara

Sementara itu, di museumnya, para wisatawan juga dapat mempelajari sejarah minyak atsiri di dunia dan Indonesia serta mempelajari proses pembuatan minyak atsiri.

Rumah Atsiri Indonesia juga menyediakan workshop yang bisa dilakukan oleh anak-anak dan orang dewasa guna memperkenalkan lebih lanjut tentang tanaman-tanaman aromatik.

Kini, Rumah Atsiri Indonesia telah menjadi ruang wisata dan sejarah mengenai wewangian khas tanaman atsiri yang kerap didatangi wisatawan lokal maupun mancanegara.



Simak Video "Jelajahi Indahnya Wisata Pedesaan di Karanganyar"
[Gambas:Video 20detik]
(fem/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA