Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 14 Mar 2022 13:57 WIB

DOMESTIC DESTINATIONS

Pulau Kapotar, Surganya Buah Kelapa Enak di Papua

Pulau di Nabire, Papua.
Foto: (Hari Suroto/istimewa)
Nabire -

Buah kelapa umumnya selalu segar dan jadi penghilang dahaga. Namun, buah kelapa dari Pulau Kapotar di Papua ini boleh terbilang unik.

Pulau Kapotar dikenal juga sebagai Pulau Panjang dan berada di Kepulauan Moora, kawasan Teluk Cendrawasih bagian selatan atau lepas pantai Nabire, Papua.

Namun, wisatawan lebih suka menyebutnya dengan nama Pulau Mowirin. Padahal sebenarnya, Mowirin merupakan nama salah satu pantai di pulau ini.

Hampir keseluruhan Pulau Kapotar ditumbuhi pohon kelapa. Pohon kelapa ini tumbuh secara alami di tepi pantai, sebagian sudah dibudidayakan secara intensif oleh warga.

Pulau Kapotar sendiri merupakan pulau tidak berpenghuni. Perkampungan warga berada di Pulau Mambor yang terletak di sebelah selatan Pulau Kapotar.

Pulau di Nabire, Papua.Pulau Kapotar di Nabire, Papua (Hari Suroto/istimewa)

Warga Mambor hanya sesekali datang ke Pulau Kapotar untuk mencari teripang pada saat air surut, membersihkan kebun atau memanen kelapa.

Pohon kelapa di Pulau Kapotar pada umumnya tinggi-tinggi. Uniknya, pada batang pohonnya tidak dibuat pijakan kaki untuk memanjat.

Kelapa di Pulau Kapotar hanya diambil buah yang sudah tua saja. Cara mengambilnya sangat unik, tidak perlu dipanjat. Pemilik kebun kelapa hanya mengumpulkan buah-buah kelapa tua yang jatuh.

Buah kelapa ini setelah dikupas kulitnya, kemudian dijual ke Kota Nabire atau oleh pengepul dijual ke Moanemani yang terletak di pegunungan Papua.

Biasanya per buah kelapa dihargai 3 ribu rupiah. Hanya ketika sudah sampai di pegunungan Papua, harganya bisa mencapai 10 ribu rupiah per butir karena pohon kelapa tidak bisa tumbuh di sana.

Buah kelapa Pulau Kapotar dikenal memiliki daging buah yang tebal, lebih keras dan kadar airnya tidak terlalu banyak. Buah kelapa muda itu juga memiliki rasa yang unik, mungkin karena tumbuh di pulau kecil di tengah laut dan didukung oleh tanah yang subur sehingga rasanya berbeda.

Pulau di Nabire, Papua.Buah kelapanya jadi unggulan (Hari Suroto/istimewa)

Kelapa muda Pulau Kapotar berasa segar, manis campur asam. Di lidah terkecap seperti bersoda. Daging buah kelapa muda berwarna putih bening dan bertekstur lembut.

Buah kelapa muda ini paling dicari para wisatawan yang berkunjung ke pulau ini. Pohon kelapa di Pulau Kapotar bisa berbuah hingga 25 tahun.

Selain dijual dalam bentuk buah, oleh warga Mambor buahnya diolah menjadi minyak kelapa. Mereka tidak terpengaruh oleh isu minyak goreng yang langka di pasaran saat ini.

Minyak kelapa ini mereka manfaatkan untuk menggoreng ikan atau menumis sayuran. Ikan atau sayur dimasak tanpa bumbu, hanya dengan minyak kelapa buatan sendiri.

Proses memasaknya menggunakan kayu bakar, perpaduan ini menghasilkan masakan yang enak.

Untuk melestarikan tanaman kelapa di Pulau Kapotar, perlu dilakukan perbanyakan bibit dari pohon induk terpilih, untuk disebarluaskan dan ditanam di wilayah lainnya di Papua.

---

Artikel ini merupakan kiriman Hari Suroto dari Balai Arkeologi Papua. Tulisan telah melalui penyuntingan lebih dulu oleh editor.



Simak Video "Detik-detik Demo Tolak DOB di Nabire Papua Berakhir Ricuh!"
[Gambas:Video 20detik]
(rdy/rdy)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA