Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Sabtu, 21 Mei 2022 15:42 WIB

DOMESTIC DESTINATIONS

Keuntungan Letak Geografis Indonesia, Mulai dari Ekonomi hingga SDA

Yasmin Nurfadila
detikTravel
Peta Indonesia dari Australia (Situs Smart Traveller Australia)
Foto: Peta Indonesia dari Australia (Situs Smart Traveller Australia)
Jakarta -

Banyak yang menyebut Indonesia memiliki letak geografis yang sangat strategis. Apa saja ya keuntungan letak geografis Indonesia ini?

Letak geografis merupakan letak suatu wilayah berdasarkan kenyataan di permukaan bumi. Bisa juga diartikan sebagai posisi suatu wilayah terhadap wilayah lainnya.

Secara geografis, Indonesia berada di antara dua samudra dan dua benua. Yaitu Samudra Hindia dan Samudra Pasifik serta Benua Asia dan Australia. Posisi ini disebut dengan posisi silang.

Sebagai negara berbentuk kepulauan yang membentang luas, Indonesia berbatasan langsung dengan banyak negara serta wilayah perairan. Di sebelah utara, Indonesia berbatasan dengan Malaysia, Singapura, Filipina, Selat Malaka, Selat Singapura, Laut Sulawesi, Samudra Pasifik bagian utara, dan Laut Cina Selatan.

Di selatan, Indonesia berbatasan langsung dengan Australia, Timor Leste, Samudra Hindia, Laut Timor, dan Laut Arafuru. Kemudian di barat, berbatasan dengan Samudra Hindia dan di timur, berbatasan dengan Papua Nugini dan Samudra Pasifik.

Berikut adalah daftar keuntungan letak geografis Indonesia:

  • Menjadi persimpangan jalur perdagangan internasional

Letak Indonesia di posisi silang dunia menjadikannya berada di persimpangan jalur perdagangan internasional. Hal ini dapat terjadi karena alur perdagangan dari negara-negara di utara Indonesia menuju negara di selatan Indonesia perlu melalui perairan Indonesia terlebih dahulu.

Terutama jalur perdagangan antara negara-negara industri dengan negara berkembang. Seperti contohnya, perdagangan antara negara di Asia Timur seperti Jepang dan Tiongkok dengan Australia atau negara-negara di Afrika.

  • Memudahkan proses ekspor impor

Dampak dari posisi Indonesia yang menjadi persimpangan perdagangan internasional juga memberikan keuntungan lain. Keadaan ini memudahkan sektor ekspor dan impor untuk melakukan pengiriman komoditas.

  • Menjadi letak 4 chokepoint pelayaran internasional

Dilansir dari visualcapitalist, chokepoint merupakan jalur sempit nan strategis yang menghubungkan dua wilayah besar. Dalam perdagangan laut, chokepoint biasanya berupa selat atau kanal dengan lalu lintas pelayaran padat karena lokasinya yang optimal.

Dalam kata lain, chokepoint merupakan selat atau kanal tempat berbagai kapal dagang melintas. Secara keseluruhan, terdapat 10 chokepoint yang ada di dunia dan 4 di antaranya terletak di Indonesia.

Empat chokepoint ini terletak di Selat Malaka, Selat Sunda, Selat Lombok, dan Selat Makassar. Mengutip dari laman akupintar, titik perlintasan ini setidaknya dilalui oleh 40% kapal asing.

  • Membantu perekonomian di wilayah pelabuhan

Dengan keberadaan empat chokepoint, maka lalu lintas laut di keempat wilayah tersebut menjadi sangat tinggi. Tidak semua kapal melalui chokepoint untuk melintas, ada juga kapal-kapal yang bersandar dan singgah di wilayah chokepoint.

Keberadaan kapal-kapal yang singgah ini dapat membantu perekonomian masyarakat di sekitar pelabuhan. Terutama bagi mereka yang memanfaatkan peluang untuk berdagang atau menyewakan tempat penginapan di area pelabuhan.

  • Memiliki iklim tropis

Tidak hanya terletak di posisi silang, tetapi Indonesia juga dilalui oleh garis khatulistiwa. Hal ini membuat Indonesia dilalui oleh angin muson barat dan timur.

Angin muson barat merupakan angin yang bergerak dari benua Asia ke Australia. Angin ini menyebabkan musim penghujan. Sedangkan angin muson timur bergerak dengan arah sebaliknya, menyebabkan Indonesia mendapatkan musim kemarau.

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Berfoto dengan Belut Raksasa di Desa Wai, Maluku"
[Gambas:Video 20detik]
BERITA TERKAIT
BACA JUGA