Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 23 Jun 2022 16:33 WIB

DOMESTIC DESTINATIONS

Mengunjungi Terowongan Ajaib nan Mistis di Bali

I Ketut Suardika
detikTravel
wisata bunut bolong di jembrana
Bunut Bolong (Foto: wonderful.jembranakab.go.id)
Jakarta -

Jika mengeksplorasi lebih detil, Bali menyimpan begitu banyak destinasi yang unik. Ini salah satunya, terowongan ajaib juga berbau mistis.

Bunut Bolong adalah salah satu destinasi wisata di Jembrana. Berada di Banjar Bunut Bolong, Desa Manggissari, Kecamatan Pekutatan, Kabupaten Jembrana Bali, destinasi wisata ini bermuatan sejarah sebelum kemerdekaan, dan bermuatan mistis sejak proses pembuatannya, hingga saat ini.

Destinasi wisata Bunut Bolong ini, merupakan pohon besar yang di bawahnya terdapat lubang besar. Warga sekitar menyebut sebagai pohon bunut. Pohon ini sudah berusia seratus tahun lebih.

Selain sebagai destinasi wisata, lubang yang ada di bawah pohon, juga sebagai akses jalan yang menghubungkan Kabupaten Jembrana dan Kabupaten Buleleng

Bunut Bolong, yang masih ada sampai saat ini bukan terbentuk secara alami. Tetapi dibuat oleh manusia. Berdasarkan sejarahnya, awalnya memang ada lubang untuk jalan setapak di bawah untuk akses jalan warga.

Penjaga Bunut Bolong Nyoman Suardana (66) menuturkan, berawal pada zaman penjajahan Belanda yang datang pada agresi keduanya, datang ke wilayah mempekerjakan masyarakat pribumi membuat akses jalan tembus ke Buleleng agar kendaraan penjajah bisa melintas.

Pohon besar yang memang sudah ada lubang, tetapi hanya akses jalan setapak. Sehingga pohon dilubangi lagi untuk memperbesar akses jalan. "Supaya bisa mobilnya Belanda itu masuk," kata Suardana saat ditemui detikBali di lokasi wisata Bunut Bolong, Minggu (19/6/2022).

Pada saat proses melubangi pohon bunut itu, banyak pekerja yang kerja rodi itu meninggal. Dengan banyaknya korban yang meninggal, Bunut Bolong akhirnya disakralkan. Di bawah pohon sempat dibuatkan angsagan (tempat sembahyang), kemudian dipindah dan dibuatkan padmasana di sebelah Bunut Bolong.

Cerita mengenai Bunut Bolong masih dipercaya sampai saat ini. Salah satunya larangan mengenai pasangan yang baru menikah melintasi Bukit Bolong. "Kalau orang menikah sebelum rangkaian upacara selesai, tidak boleh masuk ke lubang pohon bunut itu. Kalau memaksakan diri masuk Bunut Bolong, dipercaya tidak bisa memiliki keturunan," jelasnya.

"Apabila ada pasangan yang belum menikah atau masih pacaran, juga dilarang masuk melewati Bunut Bolong. Karena menurut kepercayaan, yang masih pacaran lewat Bunut Bolong, maka akan putus tidak sampai menikah. Mitosnya juga, yang akan menikah tidak boleh melewati Bunut Bolong. Karena akan berakhir dengan perceraian," tambahnya.

Karena itu, ada jalan lain yang dijadikan alternatif jalan di samping Bunut Bolong, sehingga bisa digunakan oleh warga yang memang dilarang.

Menurutnya, Bunut Bolong dijadikan destinasi wisata dari tahun 1980-an. Bunut Bolong yang awalnya dikelola banjar, kemudian sejak lima tahun lalu dibentuk kelompok sadar wisata yang mengelola destinasi wisata Bunut Bolong.

Pada hari-hari biasa pengunjung Bunut Bolong bisa berdonasi secara sukarela. Namun untuk hari tertentu, hari raya dan sebagainya, pengunjung dipungut biaya untuk wisatawan yang swafoto sebesar Rp 5.000 per orang.

Artikel ini sudah tayang di detikBali



Simak Video "Bunut Bolong, Objek Wisata Bermuatan Sejarah dan Mitos di Bali"
[Gambas:Video 20detik]
(msl/msl)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA