Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Rabu, 27 Jul 2022 15:49 WIB

DOMESTIC DESTINATIONS

Desa Wisata Wae Rebo, Desa Adat Indah di Atas Awan

Yasmin Nurfadila
detikTravel
Pesona Desa di Atas Awan, Desa Wisata Wae Rebo
Pemandangan pagi di Wae Rebo. (Yasmin Nurfadila/detikTravel)
Jakarta -

Flores juga mempunyai desa di atas awan. Desa wisata Wae Rebo.

Desa wisata Wae Rebo terletak di Kecamatan Satarmese Barat, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT). Desa ini terletak di dataran tinggi di bagian selatan Pulau Flores dan berjarak hampir 60 km dari Labuan Bajo.

Desa wisata Wae Rebo merupakan salah satu desa wisata unggulan di NTT. Desa ini menempati peringkat pertama kategori daya tarik wisata pada Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2021.

Desa Wae Rebo juga mendapatkan penghargaan Award of Excellence dari UNESCO untuk kategori budaya dan turisme pada Unesco Asia Pacific Award for Cultural Heritage. Penghargaan ini didapatkan pada tanggal 27 Agustus 2012.

Penghargaan ini merupakan penghargaan tertinggi untuk kategori konservasi warisan budaya. Wae Rebo mendapatkan penghargaan ini karena pada tahun 2012 berhasil melakukan revitalisasi dengan tetap menjaga keaslian dan menghargai proses pembangunan tradisional.

Surga di Atas Awan, Desa Wisata Wae ReboRumah-rumah tradisional Wae Rebo. (Yasmin Nurfadila/detikTravel)

Daya tarik utama desa wisata ini adalah pemandangan alam serta budaya dan adatnya yang khas. Masyarakat Wae Rebo hidup secara komunal di rumah-rumah yang disebut Mbaru Niang.

Mbaru berarti rumah dan Niang berarti tinggi dan bulat. Nama ini mengacu pada bentuk rumah tradisional Wae Rebo yang berbentuk kerucut.

Setiap rumah di desa ini dihuni oleh 6 kepala keluarga. Setiap keluarga akan tinggal di satu kamar. Setiap kamar ditinggali oleh orang tua dan anaknya. Namun, ketika anak sudah berusia di atas lima tahun, maka mereka akan tidur di area komunal di luar kamar.

Setiap rumah juga dilengkapi oleh dapur di tengah rumah dengan jumlah tungku sesuai dengan jumlah keluarga. Setiap keluarga akan memasak di tungku yang berbeda-beda.

Di Wae Rebo terdapat satu rumah khusus yang disebut rumah utama. Rumah ini dihuni oleh 8 kepala keluarga.

Rumah utama merupakan rumah tempat penyambutan para tamu. Di sini, para tamu akan disambut dengan upacara adat yang menggunakan bahasa Manggarai.

Famtrip Labuan Bajo ke Desa Wae Rebo.Proses penerimaan tamu di rumah utama. Foto: Dok. Kemenparekraf x Garuda

Para tamu yang berkunjung akan ditempatkan di Mbaru Niang khusus tamu. Di sini tamu akan menginap secara komunal bersama tamu lainnya.

Selain cara hidup masyarakatnya yang unik, desa ini memiliki pesona alam yang sangat indah. Udara di desa ini sangat sejuk dan segar. Pemandangan alam sekitar juga sangat hijau.

Pada pagi dan sore hari, desa ini akan diselimuti kabut. Membuat desa ini seolah-olah berada di atas awan.

Meski begitu, kabut tak mengurangi keindahan desa. Justru keberadaan kabut membuat pemandangan desa ini semakin menawan.

Jika traveler ingin merasakan magisnya Desa wisata Wae Rebo. Traveler dapat mengunjungi langsung desa ini. Sejak tahun 2007, Wae Rebo sudah dengan terbuka menerima wisatawan. Jadi, traveler bisa mengunjunginya kapan pun.



Simak Video "Mengikuti Prosesi Upacara Adat Tolak Bala Desa Wae Rebo, Flores"
[Gambas:Video 20detik]
(ysn/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA