Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Minggu, 28 Agu 2022 18:40 WIB

DOMESTIC DESTINATIONS

Legenda Cinta yang Terkutuk dari Batu Kumila, Mamasa

Abdy Febriady
detikTravel
Objek wisata Batu Kumila di Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat.
Foto: Objek wisata Batu Kumila (detikcom/Abdy Febriady)
Mamasa -

Destinasi wisata Batu Kumila di Mamasa, Sulawesi Barat menyimpan legenda cinta yang terlarang dalam adat istiadat masyarakat setempat. Bagaimana ceritanya?

Kawasan wisata Batu Kumila di Desa Lambanan, Kecamatan Mamasa, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat menyimpan cerita legenda tentang pasangan kekasih yang dikutuk menjadi batu karena melakukan perkawinan terlarang saat gerhana bulan.

"Legenda tentang Batu Kumila adalah legenda yang konon terjadi pada masa lampau, ketika ada dua orang, sepasang laki-laki dan perempuan melakukan perkawinan terlarang, yang sebenarnya tidak direstui orang tua," kata Budayawan Mamasa, David kepada wartawan, Jumat (26/8/2022).

Menurut David, legenda Batu Kumila telah ada sejak abad ke-15. Pasangan kekasih dalam legenda tersebut mendapat kutukan karena melanggar adat istiadat.

"Mereka (pasangan kekasih) ngotot melakukan perkawinan itu, tanpa restu orang tua, keluarga hingga melanggar adat istiadat orang Mamasa, sehingga terjadilah kutukan itu," ungkapnya.

Batu Kumila merupakan bongkahan batu berwarna kecoklatan, sepanjang tiga meter dengan lebar satu meter.Batu Kumila di Mamasa Foto: Objek wisata Batu Kumila.(detikcom/Abdy Febriady)

Batu Kumila sendiri merupakan bongkahan batu berwarna kecoklatan, sepanjang tiga meter dengan lebar satu meter. Sepintas, Batu Kumila terlihat seperti manusia yang sedang berbaring.

Batu ini ditempatkan dalam bangunan berbentuk rumah adat berukuran sekira 3x5 meter. Jaraknya sekitar 10 kilometer dari Kota Mamasa. Akses menuju lokasi dapat dijangkau menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat dengan waktu tempuh sekitar 15 menit.

Meski tidak ada bukti autentik terkait kebenaran legenda Batu Kumila, namun kisahnya memiliki pesan dan makna besar dalam kehidupan.

"Secara logika mungkin agak sulit dipercaya bahwa itu benar-benar terjadi, tapi makna di balik itu adalah sebuah pembelajaran, adalah sebuah nasehat yang patut dicatat generasi muda sekarang, bahwa segala sesuatunya, apalagi perkawinan, di dalam masyarakat adat mamasa sangat dijunjung tinggi, sangat disakralkan, sehingga tidak boleh kita melakukan perkawinan tanpa melalui norma-norma yang ada," pungkas David.

Selain memiliki cerita yang sarat makna, kawasan wisata Batu Kumila menawarkan keindahan panorama alam yang eksotis, lantaran berada di sisi aliran sungai Mamasa.

Di tempat ini, pengunjung dapat merelaksasi diri sembari merasakan kesegaran aliran sungai Mamasa yang jernih dengan suasana khas pedesaan. Keberadaan bebatuan besar di sisi kiri dan kanan sungai, memberi daya tarik tersendiri bagi warga yang ingin mengabadikan foto-foto yang instagramable.

Meski potensi wisata ini belum dikelola secara maksimal, pemerintah telah membangun fasilitas gazebo dan toilet di sekitar lokasi agar untuk memberi kenyamanan kepada pengunjung.


----

Artikel ini telah naik di detikSulsel dan bisa dibaca selengkapnya di sini.



Simak Video "Terpukau Pesona Wisata Awan Buntu Kepa di Mamasa"
[Gambas:Video 20detik]
(wsw/wsw)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA