Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Rabu, 31 Agu 2022 19:41 WIB

DOMESTIC DESTINATIONS

Misteri Nusa Nipa di Bima, Pulau Penuh Ular Jelmaan Manusia

Putu Intan
detikTravel
Nusa NIpa di Bima, NTB
Pulau Ular di Bima. Foto: Aimatun Nisfia Rizqy/d'Traveler
Jakarta -

Traveler yang ingin menjajal wisata ekstrem, cobalah datang ke Nusa Nipa di Bima, NTB. Pulau ini dikenal penuh dengan ular.

Nusa Nipa atau Pulau Ular merupakan destinasi yang tak asing bila traveler datang ke Bima. Tepatnya berada di Dusun Pai, Kecamatan Wera, pulau ini dihuni ratusan bahwa ribuan ular.

Wisatawan datang ke sana tak cuma untuk bertemu ular. Pulau ini dikenal pula punya keindahan laut dan tempat yang tepat untuk melihat pemandangan Gunung Sangiang.

Selain itu, pulau ini juga dikelilingi batuan karang sehingga cocok digunakan sebagai latar berfoto.

Untuk menuju ke Nusa Nipa, wisatawan harus naik kapal dari Pantai Oi Caba. Perjalanan ditempuh dalam waktu 15 menit.

pulau ularPulau Ular. Foto: (Yudi Febrianda/d'Traveler)

Kembali ke soal ular di Nusa Nipa, masyarakat setempat meyakini sejumlah mitos mengenai ular-ular di sana. Konon, ular-ular di sini dulunya adalah manusia.

Sebenarnya ada beberapa versi cerita mengenai asal-usul ular di sini. Versi pertama mengisahkan tentang peperangan antara Kerajaan Bima dengan Kerajaan Flores.

Raja Bima yang saat itu murka dan mengutuk seluruh awak kapal menjadi ular. Sementara kapal yang ditumpangi awak kapal menjadi batu. Sekarang batu berbentuk seperti kapal dengan 2 tiang yang menjadi pohon jendemawa atau kamboja ini masih ada sampai sekarang.

Ada juga versi cerita lainnya yang menyebutkan jika ular-ular tersebut adalah jelmaan manusia. Maka dari itu warga percaya jika ada yang membawa pulang ular dari sana, bisa menjadi petaka untuknya.

Versi lain tentang mitos Pulau Ular adalah pulau ini berasal dari kapal Portugis yang terbalik. Dan ular-ular yang ada di pulau ini berasal dri jelmaan awak kapal yang terperangkap di dalam kapal. Kisah ini dipercaya karena ular-ular di pulau ini tidak menggigit karena jelmaan manusia.

Kendati tak ada yang tahu pasti cerita yang beredar dari mulut ke mulut itu, wisatawan yang datang ke sana tetap patuh pada aturan. Tidak ada yang berani sekali-kali mengambil ular lalu membawanya pergi.



Simak Video "Momen Mencekam Pilkades di Bima, Kantor Desa Dirusak dan Dibakar"
[Gambas:Video 20detik]
(pin/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA