Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Kamis, 22 Sep 2022 09:18 WIB

DOMESTIC DESTINATIONS

5 Fakta Gili Trawangan yang Tak Habis Dirundung Masalah

Pesona tiga kepulauan Gili di Lombok NTB lenyap bak ditelan bumi imbas pandemi COVID yang melanda negeri hampir 2 tahun belakangan ini. Ini potret terkininya.

Gili  Trawangan yang selalu ramai kini senyap bak kota mati. Pandemi virus Corona lah yang mematikan ekonomi salah satu pulau yang menjadi andalan pariwisata di Nusa Tenggara Barat (NTB) itu.

Hampir setiap malam di Gili Trawangan ini selalu ramai bahkan bisa dikatakan tak pernah tidur. Party setiap malam digelar hingga pagi menjelang. Pulau yang menjadi andalan wisatawan mancanegara itu kini sunyi sepi.
Gili Trawangan (Foto: Rachman/detikcom)
Jakarta -

Gili Trawangan bisa jadi adalah pulau kecil dengan keramaian tertinggi di dunia. Namun, itu semua sebelum masalah demi masalah merundungnya.

Hantaman paling keras adalah pandemi Corona yang membuat Gili Trawangan mati suri sepenuhnya. Sebelumnya, gempa membuat goncangan hebat di sana dan setelah pandemi ada kebakaran hingga terbaru adalah pelecehan seksual.

Sebelum ditinggalkan karena pandemi COVID-19, Gili Trawangan sempat dijuluki sebagai surganya turis asing selain Bali. Memiliki banyak hal unik dan menarik, berikut lima fakta utama Gili Trawangan:

Pulau Gili Trawangan di Lombok NTB merupakan tempat wisata yang sangat memanjakan turis. Namun miris di balik itu, infrastruktur di pulau ini masih memprihatinkan.Pulau Gili Trawangan (Foto: Dikhy Sasra/detikcom)

1. Berjalan kaki untuk mengelilingi pulau

Saat berada di Pulau Gili travelers dapat mengelilingi pulau dengan panjang 3 km dan lebar 2 km hanya dengan berjalan kaki selama sekitar 2 jam loh!.

Travelers bahkan bisa berjalan dari ujung timur pada pagi haru untuk melihat sunrise dan akan melihat sunset di ujung barat ketika sore hari nantinya.

Pandemi COVID-19 sangat memukul sektor pariwisata di Gili Trawangan, NTB. Objek wisata favorit itu kini terlihat sepi.Pandemi COVID-19 sangat memukul sektor pariwisata di Gili Trawangan, NTB. Objek wisata favorit itu kini terlihat sepi (Foto: CNBC Indonesia/ Andrean Kristianto)

2. Tempat pengasingan pemberontak

Siapa sangka bahwa Pulau Gili Trawangan dulunya merupakan pulau bekas pengasingan tahanan dan pemberontak. Dimana setidaknya ada 350-an pemberontak yang pernah dibuang di sana sekitar tahun 1970-an.

Ilustrasi wisata ke Gili Trawangan.Gili Trawangan tanpa kendaraan bermotor (Foto: Istimewa)

3. Pulau tanpa kendaraan bermotor

Sesuai dengan aturan lokal, travelers tidak akan menemukan kendaraan bermotor di Pulau Gili. Apabila tidak ingin mengelilingi pulau dengan jalan kaki, Cidomo bisa menjadi alternatif transportasi pilihan yaitu sebuah gerobak yang ditarik oleh seekor kuda. Selain Cidomo masyarakat lokal biasanya juga menggunakan sepeda kayuh sebagai alat transportasi. Sekarang lebih banyak kendaraan listrik seperti sepeda atau motor listrik.

4. Zero tolerance bagi pencuri

Pulau Gili memiliki toleransi yang rendah bagi pencuri. Selain akan menyerahkan si pencuri ke pihak berwajib, security island terlebih dahulu akan mengarak pencuri tersebut keliling pulau dengan menggunakan pakaian bertuliskan "Saya Pencuri". Aturan ini tidak hanya berlaku untuk masyarakat setempat tetapi juga wisatawan.

Gili TrawanganGili Trawangan (Foto: Harianto Nukman/detikTravel)

5. Pulau mahal

Bukan tanpa alasan, harga kebutuhan di Pulau Gili terbilang sangat mahal, bahkan mencapai 3x lipat harga barang itu sendiri.

Hal ini tidak lepas dari akses pulau yang hanya bisa menggunakan fast boat atau perahu tradisional, jadi cukup sulit untuk pendistribusian barang.

Jadi untuk traveler yang ingin mengunjungi Gili Trawangan tapi tidak ingin mengeluarkan budget berlebih untuk keperluan pangan, pastikan kalian membawa cukup perbekalan ya untuk menemani liburan kalian!



Simak Video "Ganasnya Si Jago Merah Lahap 40 Kamar Hotel di Gili Trawangan"
[Gambas:Video 20detik]
(msl/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA