Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Senin, 03 Okt 2022 23:13 WIB

DOMESTIC DESTINATIONS

Jalan HZ Mustofa Tasik yang Kian Mirip Malioboro, Jogja

Meski belum sepenuhnya rampung, penataan Jalan HZ Mustofa Kota Tasikmalaya sudah menyita perhatian dan animo masyarakat.
Kawasan pedestrian di Jalan HZ Mustofa, Tasikmalaya yang kian cantik (Foto: Tita Kuswati)
Tasikmalaya -

Kota Tasikmalaya khususnya di sekitar Jalan HZ Mustofa dekat Masjid Agung Kota Tasikmalaya sudah semakin cantik dan rapi. Suasana kawasan pedestrian jalan HZ Mustofa makin mirip dengan kawasan Malioboro, Jogja.

Trotoar dilebarkan sehingga bisa menampung pejalan lebih banyak. Pemandangan kawasan Jalan HZ Mustofa sudah menyita perhatian dan animo masyarakat.

Setidaknya ada dua ornamen yang mencuri perhatian di jalur pedestrian Jalan HZ Mustofa itu, yakni tempat duduk berupa kelom geulis dan payung emas kuncup berkelir emas. Dua ornamen itu menjadi spot favorit warga untuk dijadikan latar berfoto. Ada juga bola-bola batu. Tiang-tiang lampunya juga mengingatkan kita pada suasana Malioboro.

Meski belum sepenuhnya rampung, penataan Jalan HZ Mustofa Kota Tasikmalaya sudah menyita perhatian dan animo masyarakat.Payung geulis di HZ Mustofa Kota Tasikmalaya, sayang payungnya tidak terbuka. Foto: Tita Kuswati

Sebagaimana diketahui kelom geulis dan payung geulis itu merupakan replika produk UMKM khas Tasikmalaya. Namun demikian banyak sorotan masyarakat tertuju pada payung emas kuncup. Tak sedikit warga mempertanyakan filosofi dari desain tersebut.

"Payung geulis, tapi warnanya emas dan kuncup tidak dalam posisi dibuka. Kalau dibuka kan lebih bagus tuh, bisa jadi peneduh juga," kata Zaydan (19) warga Kecamatan Indihiang, seperti dikutip dari detikJabar

Sebelum hadir menghiasi kawasan Jalan HZ Mustofa, ornamen payung emas kuncup ini sebelumnya sudah didirikan berderet di depan masjid Agung atau di depan Taman Kota Tasikmalaya.

Perancang atau desainer ornamen payung emas kuncup Tasikmalaya Aditya Hiracahya menjelaskan filosofi utama dari karyanya itu adalah menampilkan produk unggulan Tasikmalaya yakni payung geulis.

"Ini mewakili produk unggulan Tasik yaitu payung geulis. Kami ingin produk khas ini menjadi identitas dan terus melekat di masyarakat," katq Aditya.

Terkait pertanyaan warga mengapa bentuknya kuncup atau payung dalam posisi tertutup, Aditya mengatakan bahwa fungsi utama dari payung emas kuncup itu adalah tiang lampu penerangan.

"Dari sisi fungsi sebenarnya itu adalah tiang lampu yang kemudian kami desain menyerupai payung geulis. Jadi ini tiang PJU khas Tasik," kata Aditya.

Terkait mengapa posisi kuncup, Aditya menjelaskan karena ukurannya besar, maka secara teknis akan sulit jika payung dibuat dalam posisi terbuka. "Secara teknis tidak memungkinkan. Karena bentangannya lebih dari 10 meter, tidak aman. Kemudian tak memungkinkan juga kalau disimpan di trotoar," kata Aditya.

Di samping itu terkait pilihan warna emas, Aditya menjelaskan bahwa warna emas melambangkan kejayaan. Sehingga ini menjadi simbol atau harapan produk UMKM khas Tasikmalaya bisa berjaya kembali. "Emas itu simbol kejayaaan," ucap Aditya.

Selain itu Aditya mengatakan pemilihan warna emas itu dipilih untuk menyesuaikan keselarasan warna. "Kan awalnya payung emas kuncup itu dibuat di depan Masjid Agung. Dipilih warna emas agar selaras dengan warna Masjid Agung," kata Aditya.

Dia mengatakan proses kreatif pembuatan desain ornamen itu dilakukan sekitar tahun 2016 lalu ketika dirinya diminta bantuan oleh Wali Kota Budi Budiman untuk mempercantik kawasan depan Masjid Agung. Saat itu didirikan 10 payung emas kuncup di kawasan itu. Kini desain ornamen itu diperbanyak hingga sepanjang Jalan HZ Mustofa.

"Terlepas dari kekurangan dan kelebihan karya desain itu, tentu menjadi kebanggaan bagi saya pribadi bisa berbuat sesuatu untuk Tasikmalaya," kata Aditya.

Rencana pelebaran trotoar Jalan HZ Mustofa yang selama ini menjadi kawasan pusat kota dan pusat perbelanjaan itu disampaikan pemerintah kota Tasikmalaya sejak bulan April lalu.

Bagaimana nasib PKL di HZ Mustofa?

Terkait nasib pedagang kaki lima di kawasan itu, Pemkot Tasikmalaya mengatakan mereka tak usah khawatir digusur. Mereka hanya sebatas ditata agar lebih rapi. Namun pelebaran trotoar membuat jalan sempit dan tak lagi tersedia ruang untuk parkir kendaraan. Sehingga diperlukan area parkir terpusat.

---

Artikel ini sudah tayang di detikJabar.



Simak Video "Korban Investasi Bodong Histeris Mengadu ke Polres Tasikmalaya"
[Gambas:Video 20detik]
(ddn/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA