Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Rabu, 02 Nov 2022 09:06 WIB

DOMESTIC DESTINATIONS

Konon, Ada Naga Raksasa Tinggal di Telaga Ngebel Ponorogo

Putu Intan
detikTravel
Ponorogo -

Telaga Ngebel di Ponorogo menyimpan legenda soal keberadaan Naga Baruklinting. Naga ini disebut-sebut bakal keluar dari danau, sekali dalam setahun.

Mitos Naga Baruklinting sudah tak asing di telinga masyarakat Ponorogo. Naga ini diyakini bersarang di Telaga Ngebel yang terletak di kaki Gunung Wilis.

Untuk menandai eksistensi Naga Baruklinting, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Ponorogo pun membangun Monumen Naga Baruklinting. Lokasinya berada di sudut telaga dan kerap dijadikan wisatawan sebagai spot berfoto.

Dosen Universitas Muhammadiyah Ponorogo, Rido Kurnianto, sempat meneliti mengenai keberadaan Naga Baruklinting ini. Kata Rido, masyarakat sekitar Telaga Ngebel meyakini naga tersebut akan keluar bertepatan dengan Satu Suro.

"Mitosnya akan keluar setiap tahun sekali di bulan-bulan pertengahan, Juni, Juli, Agustus, atau September. Itu bersama dengan Suro," kata Rido saat ditemui detikcom di Kampus UMM Ponorogo, Selasa (25/10/2022).

Telaga Ngebel PonorogoTelaga Ngebel Ponorogo. Foto: Putu Intan/detikcom

Sebelum Naga Baruklinting keluar dari danau, ada sejumlah pertanda yang menyertainya. Pertanda itu adalah munculnya suara menggelegar, ada asap di tengah danau, tercium bau anyir, dan ikan-ikan ditemukan mati.

"Kebetulan waktu saya penelitian pas ada suara itu. Saya lari ke telaga sambil membawa senter dan kamera," kenang Rido.

"Ternyata benar, ada asap putih mengumpul di tengah telaga. Tidak lama kemudian ada bau anyir, amis sekali. Dan ketika saya arahkan cahaya ke air, ternyata ikan mulai menggelepar dan beberapa waktu kemudian mati," ujarnya.

Semua tanda sudah lengkap, Rido hanya perlu menunggu kemunculan sang naga legendaris. Rido menunggu hingga subuh namun Naga Baruklinting tak pernah muncul dari dalam danau.

Rido mengatakan, setelah salat subuh, ia membaca kembali literatur yang membahas tentang Telaga Ngebel. Rupanya, di bawah danau itu terdapat gunung api aktif.

"Ternyata Telaga Ngebel itu ada di atas gunung berapi yang masih aktif. Berarti suara gelegar itu adalah letusan di bawah sana. Lalu asap itu dari belerang, hawa panas kemudian asap putih. Bau anyir itu adalah belerang yang kemudian menyebabkan ikan mati," Rido menjelaskan.

Telaga Ngebel PonorogoTelaga Ngebel Ponorogo. Foto: Putu Intan/detikcom

Berdasarkan hasil wawancara dengan sejumlah sesepuh di Telaga Ngebel, didapatkan jawaban bahwa Naga Baruklinting ini merupakan mitos yang sengaja dibuat untuk melindungi ekosistem danau.

"Ternyata nenek moyang kita membuat mitos Joko Baruklinting itu agar masyarakat tidak membuang kotoran sembarangan, tidak menebang kayu sembarangan agar telaga bersih dan terjaga keasriannya," ujarnya.

"Ada nilai kekhalifahan, nilai menjaga bumi dari kehancuran," imbuhnya.

Terlepas dari mitos Naga Baruklinting, Telaga Ngebel merupakan destinasi wisata yang indah. Di sana traveler dapat menikmati pemandangan danau dengan naik perahu atau speed boat.

(pin/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA